Kenali Cara Efektif Mengatasi Batuk pada Bayi
Ada beberapa cara untuk mengatasi batuk pada bayi, salah satunya mulai dari memenuhi kebutuhan cairan tubuhnya.

DAFTAR ISI
- Cara Efektif Atasi Batuk pada Bayi
- Bagaimana Cara Agar Anak Cepat Sembuh dari Batuk?
- Remedi Alami untuk Meredakan Batuk pada Anak Usia di Atas 1 Tahun
- Perawatan Khusus untuk Bayi dan Balita yang Batuk
- Hal-Hal yang Perlu Dihindari Saat Anak Batuk
- Kapan Harus ke Dokter?
- Tips Mencegah Batuk pada Bayi
Batuk pada bayi tak hanya membuat dirinya merasa tidak nyaman saja. Masalah ini juga bisa membuatnya sulit tidur, rewel, hingga menurunnya nafsu makan. Kabar baiknya, ada beberapa cara efektif yang bisa ibu lakukan untuk mengatasi masalah ini.
Lantas, apa saja langkah untuk meredakan batuk pada bayi?
Cara Efektif Atasi Batuk pada Bayi
Ada beberapa cara rumahan atau alami untuk mengobati batuk pada bayi dan terbukti efektif, yaitu:
1. Berikan air atau ASI
Menjaga bayi tetap terhidrasi adalah kunci untuk mengencerkan lendir di paru-paru sehingga Si Kecil lebih mudah untuk batuk. Jika bayi mengalami dehidrasi, ingus dan sekresi lainnya dapat mengering dan sulit dibersihkan dengan batuk.
Memberikan air susu ibu (ASI) atau susu formula secara teratur sangat dibutuhkan Si Kecil pada saat batuk. Tidak perlu memberikannya secara berlebihan, setidaknya dalam jumlah normal.
Selain itu, ada pula beberapa obat-obatan yang dapat digunakan untuk mengatasi kondisi ini. Baca selengkapnya di artikel ini: “Ini 5 Rekomendasi Obat Batuk Bayi yang Ampuh dan Aman”.
2. Gunakan obat tetes garam (saline drops)
Cara lain untuk melembapkan sekresi adalah dengan menggunakan obat tetes garam yang dijual bebas pada hidung bayi. Perlu diketahui, hubungan antara hidung dengan batuk cukup banyak, sama halnya dengan pilek dan flu.
Lendir di hidung bayi dapat mengalir ke bagian belakang hidung dan tenggorokan untuk menghasilkan ingus. Hal ini dapat mengiritasi tenggorokan dan terasa basah, dan suara keruh di saluran napas bagian atas.
Untuk mengobati batuk bayi dengan obat tetes garam, gunakan dua hingga tetes garam per lubang hidung, beberapa kali sepanjang hari. Bayi mungkin tidak menyukai sensasi tetesan yang masuk kehidungan atau bersin, tapi tidak perlu khawatir dengan hal itu.
Namun, diskusikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan obat tetes garam untuk bayi.
3. Gunakan pelembab udara
Melembapkan udara yang dihirup anak adalah salah satu cara untuk mengatasi batuk pada bayi. Namun, beberapa dokter mengatakan bahwa alat ini mungkin tidak memberikan kelembapan yang cukup, meski begitu tetap aman digunakan.
Pertimbangkan juga untuk menepuk dada dan punggung bayi untuk melonggarkan lendir yang membandel. Lakukan tepukan yang sedikit lebih keras dari saat menyendawakannya.
4. Berikan madu (untuk bayi di atas usia satu tahun)
Untuk bayi berusia 12 bulan atau lebih, cobalah untuk memberikan sedikit madu sebelum tidur siang atau malam. Madu akan melapisi tenggorokan Si Kecil untuk meredakan rasa sakti. Sebuah studi mengungkapkan bahwa madu mungkin sama efektifnya dengan obat batuk bebas resep.
Berikan setengah hingga satu sendok teh madu sesuai kebutuhan. Hal yang perlu digarisbawahi, madu tidak boleh diberikan untuk bayi di bawah usia 12 bulan, karena berisiko menyebabkan botulisme (keracunan yang disebabkan oleh bakteri Clostridium botulinum).
Apa saja pilihan obat untuk mengatasi pilek pada bayi? Baca di sini: Pilihan Obat Pilek untuk Bayi yang Biasa Diresepkan Dokter
5. Topang tubuh bayi saat tidur
Jika bayi lebih sering batuk di malam hari, para ahli menyarankan untuk menopang tubuh bayi yang lebih besar dengan bantal tambahan. Hal tersebut untuk membantu mengangkat kepala dan meningkatkan pernapasan.
Pertimbangkan juga untuk tidur di kamar yang sama dengan bayi, sehingga ibu dan ayah dapat membantu Si Kecil sesuai kebutuhan.
Bagaimana Cara Agar Anak Cepat Sembuh dari Batuk?
Berikut adalah cara-cara yang aman dan efektif untuk membantu anak cepat sembuh dari batuk, berdasarkan saran kesehatan umum:
Cukup cairan dan istirahat
Berikan banyak air putih, ASI (untuk bayi yang masih menyusu), atau cairan hangat seperti sup ayam.
Cairan membantu mengencerkan lendir sehingga lebih mudah dikeluarkan dan menjaga tenggorokan tetap lembap.
Pastikan anak mendapatkan istirahat yang cukup. Istirahat membantu sistem kekebalan tubuh bekerja optimal dalam melawan penyebab batuk.
Uap hangat/humidifier
Menghirup uap hangat, misalnya dengan membawa anak ke kamar mandi yang telah diisi air panas (dengan pengawasan), atau menggunakan humidifier di kamar anak dapat membantu melegakan saluran pernapasan dan mengurangi batuk.
Gunakan larutan saline
Teteskan larutan saline (air garam) ke hidung bayi untuk membantu melonggarkan lendir dan memudahkan pernapasan.
Remedi Alami untuk Meredakan Batuk pada Anak Usia di Atas 1 Tahun
Untuk anak usia di atas 1 tahun, beberapa remedi alami berikut dapat membantu meredakan batuk:
- Madu: Campurkan madu dengan air hangat. Madu dapat membantu menenangkan tenggorokan dan meredakan batuk, terutama di malam hari. Penelitian menunjukkan bahwa madu efektif dalam meredakan batuk pada anak-anak.
- Sup Ayam: Sup ayam memberikan kenyamanan dan dapat membantu mengencerkan lendir.
- Madu Lemon: Campuran madu dan lemon hangat dapat memberikan kelegaan tambahan pada tenggorokan yang gatal.
Perawatan Khusus untuk Bayi dan Balita yang Batuk
Ini beberapa perawatan khusus yang bisa diberikan saat bayi atau balita batuk:
- ASI Lebih Sering: Berikan ASI lebih sering untuk bayi yang masih menyusu. ASI membantu menjaga hidrasi dan memberikan antibodi yang penting untuk melawan infeksi.
- Balsam Khusus Anak: Mengoleskan balsam khusus anak ke dada bayi dapat memberikan rasa hangat dan nyaman, membantu meredakan batuk.
Hal-Hal yang Perlu Dihindari Saat Anak Batuk
Berikut beberapa hal yang perlu dihindari saat anak batuk:
- Madu untuk Anak di Bawah 1 Tahun: Jangan memberikan madu kepada anak di bawah 1 tahun karena risiko botulisme.
- Obat Batuk dan Flu Tanpa Resep Dokter: Hindari memberikan obat batuk dan flu yang dijual bebas tanpa resep dokter, terutama untuk anak-anak yang sangat muda. Banyak ahli berpendapat bahwa obat batuk umum tidak terbukti efektif pada anak-anak dan dapat memiliki efek samping.
- Asap Rokok dan Polusi Udara: Hindari paparan asap rokok dan polusi udara karena dapat memperparah batuk.
Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, penting untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas polusi di sekitar anak-anak, terutama mereka yang memiliki masalah pernapasan.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera bawa bayi ke dokter jika mengalami kondisi berikut:
- Demam tinggi (di atas 38 derajat Celsius).
- Sesak napas atau napas cepat.
- Batuk disertai mengi (bunyi “ngik” saat bernapas).
- Warna kulit kebiruan (sianosis).
- Sulit makan atau minum.
- Dehidrasi (jarang buang air kecil, mulut kering).
- Batuk berlangsung lebih dari 2 minggu.
Tips Mencegah Batuk pada Bayi
Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Berikut adalah beberapa tips untuk mencegah batuk pada bayi:
- Cuci tangan secara teratur: Ajarkan semua anggota keluarga untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara teratur, terutama setelah bepergian atau sebelum menyentuh bayi.
- Hindari kontak dengan orang sakit: Jauhkan bayi dari orang yang sedang sakit, terutama yang mengalami gejala pilek atau flu.
- Berikan vaksinasi: Pastikan bayi mendapatkan vaksinasi lengkap sesuai jadwal, termasuk vaksin influenza dan vaksin pertusis (batuk rejan).
- Jaga kebersihan lingkungan: Bersihkan rumah secara teratur untuk mengurangi debu dan alergen.
- Hindari paparan asap rokok: Jangan merokok di dekat bayi atau di dalam rumah.
Nah, bila Si Kecil mengalami keluhan kesehatan, jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter spesialis anak di Halodoc! Dokter dapat membantu memberikan saran dan pengobatan yang paling sesuai untuk kondisi anak.
Kamu bisa segera hubungi dokter spesialis anak dengan klik banner di bawah ini!

Dapatkan juga obat atau produk kesehatan lainnya yang kamu butuhkan di Toko Kesehatan Halodoc. Produknya 100% asli (original) dan tepercaya.
Tak perlu keluar rumah, produk diantar dalam waktu 1 jam.
Referensi:
Healthline. Diakses pada 2026. 7 Cough Remedies for Babies.
Very Well Family. Diakses pada 2026. What to Do If Your Baby Won’t Stop Coughing.
WebMD. Diakses pada 2026. Cough Remedies for Babies and Toddlers.
FAQ
1. Apakah batuk pada bayi selalu berbahaya?
Tidak selalu. Batuk adalah respons alami tubuh untuk membersihkan saluran pernapasan. Namun, jika batuk disertai gejala lain seperti demam tinggi atau sulit bernapas, segera konsultasikan dengan dokter.
2. Bolehkah memberikan obat batuk yang dijual bebas untuk bayi?
Sebaiknya hindari memberikan obat batuk yang dijual bebas tanpa rekomendasi dokter, terutama untuk bayi dan anak-anak kecil.
3. Bagaimana cara mencegah batuk pada bayi?
Beberapa cara untuk mencegah batuk pada bayi meliputi:
- Menjaga kebersihan lingkungan
- Menghindari paparan asap rokok dan polusi udara
- Memberikan vaksinasi yang sesuai
- Mencuci tangan secara teratur
4. Apa yang boleh dan tidak boleh diberikan untuk bayi vs balita vs anak besar saat batuk?
Berikut adalah panduan umum:
- Bayi (0-1 tahun): ASI atau susu formula, larutan saline untuk hidung tersumbat, balsam khusus bayi (dengan hati-hati). Hindari madu.
- Balita (1-3 tahun): Madu (jika tidak ada alergi), sup ayam, minuman hangat, balsam khusus anak.
- Anak Besar (3 tahun ke atas): Selain yang disebutkan di atas, anak-anak yang lebih besar biasanya dapat mengonsumsi obat batuk yang diresepkan oleh dokter.


