Ad Placeholder Image

Kenali Gejala Bacterial Vaginosis dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 01 Juli 2026

Kenali Gejala Bacterial Vaginosis dan Cara Mengatasinya

Kenali Gejala Bacterial Vaginosis dan Cara MengatasinyaKenali Gejala Bacterial Vaginosis dan Cara Mengatasinya

DAFTAR ISI


Kesehatan area kewanitaan adalah salah satu aspek penting yang sangat memengaruhi kenyamanan dan kualitas hidup seorang wanita sehari-hari. Sayangnya, banyak wanita yang masih kurang memahami bahwa perubahan kecil pada keseimbangan flora alami di area intim dapat memicu kondisi medis yang mengganggu. Salah satu kondisi yang paling sering terjadi adalah bacterial vaginosis. Kondisi ini bukanlah penyakit menular seksual, melainkan ketidakseimbangan jumlah bakteri di dalam vagina, di mana bakteri jahat (anaerob) berkembang biak lebih banyak dibandingkan bakteri baik (Lactobacillus).

Dalam keadaan normal, vagina memiliki ekosistem bakteri yang seimbang. Bakteri Lactobacillus bertugas menghasilkan asam laktat yang membuat lingkungan vagina bersifat asam (pH di bawah 4,5). Sifat asam ini sangat krusial karena berfungsi sebagai pertahanan alami yang mencegah pertumbuhan bakteri jahat dan jamur secara berlebihan. Namun, ketika jumlah Lactobacillus menurun drastis, tingkat keasaman vagina akan berkurang. Hal inilah yang memberikan celah bagi bakteri seperti Gardnerella vaginalis untuk tumbuh tak terkendali dan memicu infeksi yang mengganggu.

Gejala bacterial vaginosis sering kali membuat wanita merasa tidak percaya diri dan tidak nyaman. Keluhan utama yang paling khas adalah munculnya keputihan berwarna putih keabu-abuan yang encer, disertai dengan bau amis yang menyengat. Bau tidak sedap ini biasanya akan tercium lebih kuat setelah berhubungan intim atau saat menstruasi. Selain itu, beberapa wanita juga melaporkan adanya rasa gatal yang ringan, sensasi terbakar saat buang air kecil, dan rasa tidak nyaman di sekitar area vulva. Karena gejalanya mirip dengan infeksi jamur, diagnosis yang tepat sangat diperlukan agar pengobatannya tidak salah sasaran.

Penyebab pasti dari pergeseran keseimbangan bakteri ini memang belum sepenuhnya dipahami, tetapi ada beberapa faktor risiko yang diketahui dapat memicunya. Kebiasaan melakukan douching (mencuci bagian dalam vagina dengan cairan pembersih khusus), sering berganti pasangan seksual, merokok, hingga penggunaan sabun kewanitaan yang mengandung parfum tajam sangat berkontribusi terhadap matinya bakteri baik. Jika dibiarkan tanpa penanganan, kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit radang panggul (PID), komplikasi kehamilan seperti persalinan prematur, serta meningkatkan kerentanan terhadap infeksi menular seksual lainnya. Oleh karena itu, pengobatan yang tepat sasaran sangat dibutuhkan untuk mengembalikan keseimbangan flora vagina.

Rekomendasi Obat dan Perawatan Bacterial Vaginosis

Untuk mengatasi ketidakseimbangan bakteri ini, dokter biasanya akan meresepkan antibiotik untuk membunuh bakteri jahat yang berlebih, serta menyarankan perawatan pendukung untuk mengembalikan bakteri baik. Berikut adalah beberapa rekomendasi obat dan produk kesehatan yang umum digunakan untuk menangani kondisi ini:

1. Metronidazole 500 mg 10 Tablet

Metronidazole adalah antibiotik lini pertama yang paling sering diresepkan oleh dokter untuk mengatasi infeksi bakteri anaerob pada vagina. Obat ini bekerja secara langsung dengan merusak DNA dan mencegah sintesis asam nukleat pada bakteri anaerob seperti Gardnerella vaginalis, sehingga bakteri tersebut tidak dapat berkembang biak dan akhirnya mati. Penggunaan metronidazole secara efektif dapat menghilangkan bau amis dan keputihan abnormal yang menjadi keluhan utama.

Dosis umum untuk kondisi ini biasanya adalah 500 mg yang diminum dua kali sehari selama 7 hari berturut-turut. Sangat penting bagi kamu untuk menghabiskan seluruh dosis antibiotik yang diberikan meskipun gejala sudah hilang pada hari ketiga atau keempat. Berhenti minum antibiotik terlalu dini dapat menyebabkan bakteri kembali tumbuh dan memicu resistensi. Selama mengonsumsi metronidazole, pantang mengonsumsi alkohol karena dapat memicu reaksi mual parah, muntah, jantung berdebar, dan sakit kepala akut. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Metronidazole 500 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

2. Clindamycin 300 mg 10 Kapsul

Jika pasien memiliki alergi terhadap Metronidazole atau infeksi tidak mereda setelah pengobatan lini pertama, Clindamycin sering kali menjadi pilihan alternatif yang ampuh. Clindamycin adalah antibiotik golongan lincosamide yang bekerja dengan cara menghambat sintesis protein bakteri. Obat ini mengikat subunit ribosom 50S dari bakteri, sehingga menghentikan proses pertumbuhan bakteri penyebab infeksi di area kewanitaan.

Untuk kasus infeksi vagina, dosis oral yang direkomendasikan umumnya adalah 300 mg diminum dua kali sehari selama 7 hari. Clindamycin dapat diminum sebelum atau sesudah makan dengan segelas air putih penuh untuk mencegah iritasi kerongkongan. Efek samping yang mungkin terjadi meliputi gangguan pencernaan ringan seperti diare atau mual. Pastikan kamu selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Clindamycin 300 mg 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

Faktor Pemicu dan Pantangan Saat Infeksi Vagina
  1. Hindari Douching: Menyemprotkan air atau cairan pembersih ke dalam vagina akan menyapu bersih bakteri baik (Lactobacillus) yang sedang berusaha memulihkan diri. Cukup bersihkan area luar (vulva) dengan air bersih.
  2. Jangan Gunakan Sabun Berparfum: Sabun mandi biasa, bubble bath, atau sabun kewanitaan yang mengandung pewangi buatan dapat mengiritasi jaringan vagina dan merusak tingkat pH alami.
  3. Gunakan Pakaian Dalam Katun: Bahan katun menyerap keringat dan menjaga area intim tetap kering. Kelembapan berlebih adalah tempat berkembang biaknya bakteri jahat.
  4. Tunda Hubungan Intim: Sebaiknya hindari hubungan seksual selama masa pengobatan, atau setidaknya gunakan kondom. Sperma memiliki sifat basa (alkalin) yang dapat kembali merusak pH asam vagina.

3. Vagistin Ovula

Vagistin Ovula adalah sediaan obat luar yang dirancang khusus untuk dimasukkan langsung ke dalam vagina (suppositoria vagina). Obat ini sangat efektif karena bekerja secara lokal di pusat infeksi. Vagistin mengandung kombinasi Metronidazole dan Nystatin. Metronidazole bertugas membasmi bakteri anaerob penyebab bau tak sedap, sementara Nystatin adalah antijamur yang mencegah munculnya infeksi jamur (kandidiasis) yang sering kali terjadi sebagai infeksi sekunder setelah keseimbangan flora terganggu.

Cara penggunaannya adalah dengan memasukkan 1 ovula ke dalam vagina bagian dalam pada malam hari sebelum tidur. Penggunaan di malam hari bertujuan agar obat tidak keluar kembali saat kamu beraktivitas dan dapat meleleh perlahan melapisi dinding vagina semalaman. Durasi penggunaan biasanya selama 7 hingga 10 hari sesuai anjuran dokter. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Vagistin Ovula di Toko Kesehatan Halodoc

4. Lactacyd All Day Care 60 ml

Setelah pengobatan antibiotik selesai, menjaga keseimbangan pH area kewanitaan adalah langkah preventif yang sangat penting agar infeksi tidak kembali kambuh. Lactacyd All Day Care adalah pembersih area kewanitaan bagian luar (vulva) yang diformulasikan secara khusus dengan kandungan Lactic Acid (asam laktat) dan Lactoserum yang diekstrak dari susu.

Kombinasi bahan aktif ini terbukti secara klinis mampu mempertahankan tingkat pH alami area intim pada rentang asam yang ideal (sekitar pH 3,8 – 4,5). Dengan menjaga lingkungan tetap asam, pertumbuhan bakteri jahat penyebab gatal dan bau tidak sedap dapat ditekan. Gunakan produk ini sebagai sabun pembersih luar pada saat mandi secara rutin, cukup tuangkan sedikit di telapak tangan, busakan, basuhkan pada area luar organ intim, lalu bilas hingga bersih. Produk ini aman digunakan sehari-hari karena formulanya yang ringan dan tidak memicu iritasi.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Lactacyd All Day Care 60 ml di Toko Kesehatan Halodoc

5. Synbio 30 Kapsul

Penggunaan antibiotik untuk membunuh bakteri jahat tidak jarang juga ikut memusnahkan bakteri baik dalam tubuh. Untuk mengembalikan dan memperkuat koloni bakteri Lactobacillus, mengonsumsi suplemen probiotik seperti Synbio sangat direkomendasikan. Synbio merupakan suplemen simbiotik yang mengandung probiotik (bakteri baik seperti Lactobacillus acidophilus dan Bifidobacterium longum) serta prebiotik (FOS) sebagai makanan bagi bakteri baik tersebut agar dapat hidup dan berkembang biak dengan optimal.

Bakteri baik ini tidak hanya bermanfaat untuk pencernaan, tetapi melalui sistem sirkulasi tubuh (axis usus-vagina), koloni bakteri baik ini akan membantu mengembalikan dominasi flora normal di area kewanitaan. Dosis yang disarankan biasanya 1-2 kapsul per hari setelah makan. Rutin mengonsumsi probiotik selama dan setelah masa penyembuhan terbukti secara medis dapat menurunkan tingkat kekambuhan infeksi vagina di masa depan. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Synbio 30 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

Kapan Harus ke Dokter?

Jika gejalamu tidak membaik dalam 2–3 hari, keputihan semakin banyak, berbau sangat menyengat, atau disertai demam dan nyeri panggul, segera konsultasi dengan Dokter Spesialis Kandungan di Halodoc.

Studi Terkait

Penelitian mengenai kesehatan mikrobioma vagina terus berkembang pesat. Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Obstetrics and Gynaecology pada awal tahun 2026 menyoroti tantangan utama dalam penanganan kasus infeksi anaerobik pada vagina, yaitu pembentukan biofilm. Biofilm adalah lapisan pelindung kuat yang dibentuk oleh sekumpulan bakteri Gardnerella vaginalis yang menempel erat pada dinding vagina. Lapisan ini membuat bakteri menjadi sangat resisten atau kebal terhadap penetrasi antibiotik konvensional seperti metronidazole, yang menjadi alasan utama mengapa kondisi ini sering kali kambuh dalam waktu 3 hingga 6 bulan pasca pengobatan.

Studi lain dari International Journal of Women’s Health and Reproduction Sciences (2026) mengungkapkan temuan menjanjikan terkait terapi kombinasi. Peneliti menemukan bahwa pasien yang diberikan pengobatan kombinasi antara antibiotik oral dengan suplementasi probiotik (strain Lactobacillus rhamnosus dan Lactobacillus reuteri) selama 30 hari memiliki tingkat kesembuhan 45% lebih tinggi tanpa kekambuhan dibandingkan pasien yang hanya mengandalkan antibiotik saja. Probiotik terbukti tidak hanya mengembalikan pH asam, tetapi juga menghasilkan bakteriosin—zat antimikroba alami yang mampu menembus dan merusak biofilm pelindung bakteri jahat.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
  • Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Keluhan kesehatan bisa datang kapan saja. Daripada bingung mencari informasi sendiri, konsultasikan langsung dengan dokter umum dan spesialis di Halodoc:

  • ✅ Dokter tersedia 24 jam.
  • ✅ Dokter memiliki lisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP).
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
  • ✅ Bisa dicover asuransi.
  • ✅ Privasi terjaga: Data kesehatan terlindungi dengan aman.
  • ✅ Bisa dapat resep resmi. Kamu bisa dapat resep obat online dan menebusnya setelah chat.
  • ✅ Bisa juga beli obat langsung lewat WhatsApp Halodoc, tanpa download aplikasi, tanpa log in, dan produk yang diterima dijamin asli 100%.

Tunggu apa lagi? Yuk hubungi dokter di Halodoc sekarang!

Referensi

Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Bacterial Vaginosis: Symptoms and Causes.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Vaginal Infections and Global Health Guidelines.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Penanganan Infeksi Saluran Reproduksi.
PubMed Central. Diakses pada 2026. The Microbiome of Bacterial Vaginosis: A Comprehensive Review.

FAQ

1. Apakah kondisi ini termasuk penyakit menular seksual (PMS)?
Tidak. Kondisi ini murni disebabkan oleh ketidakseimbangan bakteri alami di dalam vagina, bukan akibat tertular dari pasangan melalui hubungan seksual. Namun, memiliki pasangan baru dapat memicu perubahan pH vagina yang memperbesar risiko kondisi ini terjadi.

2. Bolehkah saya tetap berhubungan intim selama masa pengobatan?
Sangat disarankan untuk menunda hubungan intim hingga pengobatan antibiotik selesai dan gejala sepenuhnya hilang. Berhubungan intim dapat kembali menggeser keseimbangan pH vagina dan menghambat proses penyembuhan jaringan yang sedang meradang.

3. Apakah kondisi ini berbahaya jika dialami oleh ibu hamil?
Ya, jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko terjadinya persalinan prematur dan berat badan bayi lahir rendah. Oleh karena itu, ibu hamil yang mengalami keputihan berbau amis harus segera berkonsultasi dengan dokter kandungan.

4. Mengapa keluhan ini sering sekali kambuh meskipun sudah diobati?
Kekambuhan sering terjadi karena antibiotik mungkin tidak sepenuhnya menghancurkan biofilm yang melindungi bakteri jahat, atau bakteri baik (Lactobacillus) belum tumbuh kembali dalam jumlah yang cukup. Mengonsumsi probiotik dan menghentikan kebiasaan douching sangat membantu mencegahnya kembali lagi.