Ad Placeholder Image

Kenali Gejala Hashimoto's Dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 02 Juli 2026

Tips Ampuh Mengatasi Gejala Hashimoto's Agar Kembali Fit

Kenali Gejala Hashimoto's Dan Cara MengatasinyaKenali Gejala Hashimoto's Dan Cara Mengatasinya

DAFTAR ISI


Penyakit Hashimoto, atau tiroiditis Hashimoto, adalah kondisi autoimun di mana sistem kekebalan tubuh justru menyerang kelenjar tiroid yang sehat. Kelenjar berbentuk seperti kupu-kupu yang terletak di pangkal leher ini memiliki peran krusial dalam memproduksi hormon yang mengatur berbagai fungsi tubuh, mulai dari metabolisme, detak jantung, hingga suhu tubuh. Ketika terjadi serangan autoimun ini, kelenjar tiroid mengalami peradangan kronis dan lambat laun kemampuannya untuk memproduksi hormon akan menurun drastis, menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai hipotiroidisme.

Pada tahap awal, hashimoto’s sering kali tidak menunjukkan gejala yang spesifik. Banyak orang bahkan tidak menyadari bahwa mereka mengidap kondisi ini sampai kelenjar tiroid mulai membesar (membentuk gondok) atau hasil tes darah menunjukkan kadar hormon tiroid yang sangat rendah. Seiring waktu, penurunan kadar hormon tiroid ini akan memicu berbagai keluhan seperti kelelahan yang ekstrem, peningkatan berat badan tanpa sebab yang jelas, sembelit, kulit kering, rambut rontok, nyeri sendi dan otot, hingga gangguan siklus menstruasi pada wanita.

Penanganan utama untuk penyakit Hashimoto yang telah menyebabkan hipotiroidisme adalah terapi penggantian hormon. Namun, di samping pengobatan medis yang diresepkan, dokter juga kerap merekomendasikan gaya hidup sehat dan konsumsi suplemen pendukung untuk membantu meredakan peradangan autoimun dan memperbaiki kualitas hidup. Pemenuhan nutrisi yang tepat terbukti dapat membantu fungsi tiroid bekerja lebih optimal.

Rekomendasi Produk untuk Mendukung Kesehatan Tiroid

Berikut adalah beberapa rekomendasi obat dan suplemen yang sering digunakan untuk membantu mengelola gejala dan mendukung kesehatan pengidap Hashimoto’s. Pastikan kamu selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai konsumsi produk kesehatan apa pun.

1. Euthyrox 50 mcg Tablet

Euthyrox adalah obat yang mengandung Levothyroxine sodium, yaitu hormon tiroid sintetis yang berfungsi menggantikan hormon tiroksin yang tidak dapat diproduksi dalam jumlah cukup oleh kelenjar tiroid pada pengidap Hashimoto’s. Cara kerjanya adalah dengan menormalkan kembali metabolisme tubuh, mengatasi kelelahan, serta menstabilkan detak jantung dan suhu tubuh.

Obat ini umumnya diminum satu kali sehari pada pagi hari saat perut kosong, idealnya 30 hingga 60 menit sebelum sarapan, agar penyerapannya maksimal. Dosis disesuaikan dengan hasil pemeriksaan laboratorium (kadar TSH dan Free T4) yang dievaluasi oleh dokter secara berkala. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Euthyrox 50 mcg Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

2. Prove D3 1000 IU 30 Tablet

Banyak pengidap penyakit autoimun, termasuk Hashimoto’s, ditemukan memiliki kadar vitamin D yang rendah di dalam darahnya. Prove D3 1000 IU mengandung cholecalciferol (Vitamin D3) yang sangat penting untuk mengatur sistem kekebalan tubuh agar tidak terlalu reaktif menyerang sel sehat, sekaligus mendukung kesehatan tulang yang bisa terdampak oleh gangguan metabolisme.

Suplemen ini bekerja dengan meningkatkan penyerapan kalsium di usus serta memodulasi respon inflamasi dari sistem imun. Dosis umum untuk pemeliharaan adalah 1 tablet per hari sesudah makan, atau sesuai dengan anjuran dokter setelah memeriksa kadar vitamin D dalam darah (25-OH Vitamin D).

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Prove D3 1000 IU 30 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Faktor Pemicu Penyakit Hashimoto’s
  1. Genetik: Memiliki riwayat keluarga dengan gangguan tiroid atau penyakit autoimun lainnya meningkatkan risiko secara signifikan.
  2. Hormonal: Sering memengaruhi wanita, terutama setelah kehamilan (tiroiditis postpartum) yang dapat berkembang menjadi Hashimoto kronis.
  3. Kelebihan Yodium: Paparan yodium dalam jumlah sangat tinggi (dari makanan atau obat) dapat memicu antibodi menyerang tiroid pada orang yang rentan.
  4. Paparan Radiasi: Riwayat paparan radiasi di area leher atau kepala merupakan salah satu faktor risiko peradangan tiroid.

3. Selkom C 10 Kapsul

Kelelahan kronis dan “brain fog” (kabut otak) adalah keluhan yang paling sering dialami oleh mereka yang fungsi tiroidnya menurun. Selkom C merupakan suplemen multivitamin yang mengandung Vitamin B Kompleks (B1, B2, B6, B12, Nicotinamide, Calcium Panthotenate) dan Vitamin C. Vitamin B Kompleks berfungsi krusial dalam proses pengubahan karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi.

Sementara itu, Vitamin C berperan sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel-sel tubuh dari stres oksidatif akibat peradangan autoimun, serta meningkatkan daya tahan tubuh secara keseluruhan. Dosis umumnya adalah 1 kapsul diminum satu hingga dua kali sehari setelah makan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Selkom C 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

4. Astria 4 mg 10 Kapsul

Proses autoimun pada Hashimoto’s menyebabkan peradangan tingkat sel yang terus-menerus. Astria mengandung Astaxanthin alami sebesar 4 mg, yang dikenal sebagai salah satu antioksidan paling kuat di alam. Astaxanthin mampu menembus membran sel untuk menetralkan radikal bebas dan menekan respon peradangan secara efektif.

Dengan menurunkan tingkat inflamasi di dalam tubuh, suplemen ini dapat membantu mengurangi keluhan tidak nyaman pada sendi dan membantu tubuh meregenerasi sel dengan lebih baik. Suplemen ini dapat dikonsumsi 1 kapsul per hari setelah makan untuk membantu memelihara daya tahan dan kesehatan tubuh.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Astria 4 mg 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

5. Proris Ibuprofen 200 mg 10 Tablet

Nyeri otot (miopati) dan nyeri sendi (artropati) sering kali menyertai penderita hipotiroidisme akibat Hashimoto’s, terutama saat cuaca dingin atau setelah beraktivitas fisik. Proris mengandung Ibuprofen 200 mg yang merupakan obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS). Obat ini bekerja dengan menghambat produksi prostaglandin, zat kimia dalam tubuh yang memicu rasa sakit dan peradangan.

Untuk mengatasi nyeri otot dan sendi yang mengganggu aktivitas, Proris dapat diminum 1 tablet 3-4 kali sehari setelah makan, namun tidak dianjurkan untuk penggunaan jangka panjang tanpa pengawasan medis. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Proris Ibuprofen 200 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Cara Alami Mengelola Gejala Hashimoto’s

Selain mengonsumsi obat pengganti hormon dan suplemen, modifikasi gaya hidup sangat penting bagi pengidap penyakit ini. Beberapa cara alami yang bisa diterapkan antara lain adalah menerapkan diet anti-inflamasi. Mengurangi asupan gula berlebih, makanan olahan, dan bagi sebagian orang yang sensitif, mengeliminasi gluten dapat membantu menurunkan antibodi tiroid. Konsumsi makanan kaya selenium seperti kacang brazil, ikan, dan telur juga sangat direkomendasikan karena selenium penting untuk mengubah hormon tiroid dari bentuk tidak aktif (T4) menjadi aktif (T3).

Manajemen stres juga memegang peran vital. Stres memicu pelepasan kortisol yang dapat memperburuk respon autoimun dan menghambat produksi hormon tiroid. Kamu bisa mempraktikkan yoga, meditasi, atau latihan pernapasan dalam. Terakhir, pastikan waktu tidur cukup (7-8 jam per malam) untuk memberi kesempatan tubuh memperbaiki sel dan mengatur ulang sistem kekebalan.

Studi Terkait

Sebuah riset terbaru pada tahun 2026 yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism menemukan bahwa suplementasi kombinasi vitamin D, selenium, dan mio-inositol selama enam bulan berturut-turut pada pasien Hashimoto kronis menunjukkan penurunan kadar antibodi Thyroid Peroxidase (TPOAb) hingga 35%. Studi tersebut menegaskan bahwa penambahan mikronutrien ini tidak hanya menekan serangan autoimun, tetapi juga memperbaiki gejala klinis seperti kelelahan mental dan sensitivitas terhadap suhu dingin.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami pembengkakan leher yang semakin membesar, kelelahan parah yang tidak membaik setelah istirahat, detak jantung sangat lambat, atau perubahan berat badan yang drastis, segera periksakan kondisimu. Jangan tunda untuk berkonsultasi dengan [Dokter Penyakit Dalam](https://halodoc.onelink.me/cQvV/9xaqye9t) di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis dan penyesuaian dosis obat yang tepat.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
  • Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
  • Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

    Keluhan kesehatan bisa datang kapan saja. Daripada bingung mencari informasi sendiri, konsultasikan langsung dengan dokter umum dan spesialis di Halodoc:

  • ✅ Dokter tersedia 24 jam.
  • ✅ Dokter memiliki lisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP).
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
  • ✅ Bisa dicover asuransi.
  • ✅ Privasi terjaga: Data kesehatan terlindungi dengan aman.
  • ✅ Bisa dapat resep resmi. Kamu bisa dapat resep obat online dan menebusnya setelah chat.
  • ✅ Bisa juga beli obat langsung lewat WhatsApp Halodoc, tanpa download aplikasi, tanpa log in, dan produk yang diterima dijamin asli 100%.
  • Tunggu apa lagi? Yuk hubungi dokter di Halodoc sekarang!

    Referensi

    PubMed. Diakses pada 2026. Hashimoto’s Thyroiditis: Pathogenesis, Diagnostics, and Management.
    Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Hashimoto’s disease – Symptoms and causes.
    World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Thyroid Disorders and Autoimmune Impacts on Global Health.
    Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Panduan Tata Laksana Penyakit Tiroid Autoimun di Fasilitas Kesehatan Indonesia.

    FAQ

    Apakah penyakit Hashimoto bisa disembuhkan secara total?
    Penyakit autoimun ini tidak dapat disembuhkan sepenuhnya. Namun, dengan terapi penggantian hormon (seperti levothyroxine) dan perubahan gaya hidup, gejalanya bisa dikelola dengan sangat baik sehingga pengidap bisa hidup sehat dan normal.

    Apa saja makanan yang sebaiknya dihindari oleh pengidap Hashimoto?
    Pengidap disarankan membatasi makanan tinggi gula, makanan olahan, dan bagi beberapa orang, gluten dan produk susu (dairy) bisa memicu peradangan. Makanan goitrogenik mentah seperti kubis dan brokoli juga sebaiknya dimasak sebelum dikonsumsi agar tidak mengganggu penyerapan yodium.

    Berapa lama efek obat levothyroxine mulai terasa?
    Biasanya, dibutuhkan waktu sekitar 1 hingga 2 minggu untuk mulai merasakan perbaikan gejala seperti kembalinya energi. Namun, untuk kadar hormon di dalam darah benar-benar stabil, mungkin diperlukan waktu 4 hingga 6 minggu sejak awal pengobatan.

    Apakah stres benar-benar bisa memperburuk Hashimoto?
    Ya, stres fisik maupun emosional memicu lonjakan hormon kortisol yang dapat mengacaukan sistem kekebalan tubuh dan menurunkan konversi hormon tiroid di liver, yang pada akhirnya memperburuk keluhan hipotiroidisme yang dialami pasien.