Ad Placeholder Image

Kenali Gejala Intoleransi Laktosa dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 10 September 2026

Kenali Dampak Laktosa Bagi Pencernaan Agar Tubuh Tetap Sehat Sepanjang Hari

Kenali Gejala Intoleransi Laktosa dan Cara MengatasinyaKenali Gejala Intoleransi Laktosa dan Cara Mengatasinya

DAFTAR ISI


Laktosa adalah jenis gula alami yang terdapat dalam susu dan produk olahannya. Tubuh membutuhkan enzim laktase di usus halus untuk memecah laktosa agar dapat dicerna.

Pada sebagian orang, produksi laktase berkurang sehingga muncul intoleransi laktosa. Kondisi ini berbeda dari alergi susu dan biasanya menimbulkan keluhan pencernaan setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung laktosa.

Mengenal Laktosa

Intoleransi laktosa terjadi ketika tubuh tidak menghasilkan cukup laktase. Laktosa yang tidak tercerna kemudian masuk ke usus besar dan difermentasi oleh bakteri, sehingga menghasilkan gas serta menarik cairan ke dalam usus.

Gejala umumnya meliputi kembung, banyak gas, kram perut, mual, dan diare. Keluhan dapat muncul dalam beberapa menit hingga beberapa jam setelah mengonsumsi susu, es krim, keju, atau produk lain yang mengandung laktosa.

Penanganannya biasanya dilakukan dengan mengurangi porsi laktosa, memilih produk bebas laktosa, atau mengonsumsi sumber kalsium lain. Dokter dapat menyarankan pemeriksaan, seperti tes napas hidrogen, bila penyebab keluhan belum jelas.

Cara Mengelola Intoleransi Laktosa

  • Catat makanan dan minuman yang memicu keluhan serta jumlah yang dikonsumsi.
  • Konsumsi produk susu dalam porsi kecil bersama makanan, karena sebagian orang masih dapat mentoleransi sedikit laktosa.
  • Pilih susu bebas laktosa atau produk susu fermentasi sesuai toleransi tubuh.
  • Pastikan kebutuhan kalsium dan vitamin D tetap terpenuhi dari makanan atau suplemen berdasarkan saran tenaga kesehatan.
  • Jangan langsung menghilangkan semua produk susu tanpa berkonsultasi, terutama pada anak, remaja, ibu hamil, dan lansia.

Kapan Harus ke Dokter?

Konsultasikan keluhan kepada dokter umum Halodoc bila diare atau nyeri perut berulang, berat badan menurun, terdapat darah pada tinja, demam, atau tanda dehidrasi seperti sangat haus dan jarang buang air kecil.

Pemeriksaan juga diperlukan bila gejala muncul setelah hampir setiap kali makan, karena keluhan dapat disebabkan oleh penyakit celiac, sindrom iritasi usus, infeksi, atau kondisi pencernaan lain.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar langsung dari apotek terdekat sesuai ketersediaan layanan di lokasi kamu.
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Chat dengan dokter Halodoc dapat membantu menilai keluhan, kemungkinan penyebab, dan langkah pemeriksaan yang sesuai. Layanan ini tersedia secara praktis sehingga kamu dapat berkonsultasi kapan saja sesuai kebutuhan.

Referensi

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Diakses pada 2026. Lactose Intolerance.
MedlinePlus. Diakses pada 2026. Lactose Intolerance.
WebMD. Diakses pada 2026. Lactose Intolerance.
World Health Organization. Diakses pada 2026. Healthy Diet.

FAQ

1. Apa itu laktosa?

Laktosa adalah gula alami yang terdapat dalam susu dan produk olahannya. Laktosa dicerna dengan bantuan enzim laktase.

2. Apakah intoleransi laktosa sama dengan alergi susu?

Tidak sama. Intoleransi laktosa berkaitan dengan kesulitan mencerna gula susu, sedangkan alergi susu melibatkan reaksi sistem kekebalan terhadap protein susu.

3. Apakah pengidap intoleransi laktosa harus menghindari semua susu?

Tidak selalu, karena tingkat toleransi tiap orang berbeda. Sebagian orang masih dapat mengonsumsi porsi kecil atau memilih produk bebas laktosa.

4. Kapan gejala intoleransi laktosa muncul?

Gejala dapat muncul beberapa menit hingga beberapa jam setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung laktosa. Keluhannya dapat berupa kembung, gas, kram perut, dan diare.