Ad Placeholder Image

Kenali Gejala Postpartum Hemorrhage Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 19 Agustus 2026

Kenali Bahaya Postpartum Hemorrhage dan Cara Pencegahan Efektif Setelah Persalinan Ibu Melahirkan

Kenali Gejala Postpartum Hemorrhage Setelah MelahirkanKenali Gejala Postpartum Hemorrhage Setelah Melahirkan

DAFTAR ISI


Proses persalinan merupakan momen yang membahagiakan, namun juga memiliki risiko kesehatan tertentu bagi ibu. Salah satu komplikasi persalinan yang berpotensi membahayakan nyawa adalah postpartum hemorrhage (PPH) atau perdarahan pascapersalinan. Kondisi ini ditandai dengan perdarahan berlebihan setelah proses melahirkan bayi.

Secara medis, perdarahan pascapersalinan didefinisikan sebagai hilangnya darah lebih dari 500 mL setelah persalinan pervaginam atau lebih dari 1.000 mL setelah persalinan caesar. Jika tidak ditangani secara cepat dan tepat, PPH dapat memicu syok hipovolemik, kegagalan organ, bahkan kematian ibu.

Perlu kamu ketahui bahwa postpartum hemorrhage merupakan kondisi kegawatdaruratan medis yang memerlukan tindakan klinis dan prosedur langsung di fasilitas kesehatan oleh tenaga medis profesional. Oleh karena itu, kondisi ini tidak bisa diatasi dengan pengobatan mandiri di rumah tanpa pengawasan dokter.

Gejala dan Penyebab Postpartum Hemorrhage

Gejala utama dari perdarahan pascapersalinan adalah keluar darah yang tidak terkontrol dari jalan lahir dalam jumlah banyak. Selain itu, ibu yang mengalami komplikasi ini mungkin menunjukkan tanda-tanda berikut:

  • Penurunan tekanan darah secara drastis (hipotensi).
  • Detak jantung cepat (takikardia) dan napas terengah-engah.
  • Kulit tampak pucat, dingin, dan berkeringat dingin.
  • Pusing hebat, lemas, hingga penurunan kesadaran.
  • Pembengkakan dan rasa nyeri pada area vagina atau perineum akibat hematoma.

Penyebab paling umum dari PPH dikenal dengan istilah “4T”, yaitu:

  • Tone (Atonia Uteri): Kegagalan otot rahim untuk berkontraksi setelah melahirkan. Ini merupakan penyebab utama PPH.
  • Tissue (Sisa Jaringan): Tertinggalnya plasenta atau selaput ketuban di dalam rahim.
  • Trauma: Terdapat robekan pada jalan lahir, serviks, atau rahim saat proses persalinan.
  • Thrombin (Gangguan Pembekuan Darah): Kelainan sistem pembekuan darah yang membuat darah sulit membeku.

Faktor Risiko Perdarahan Pascapersalinan

Beberapa ibu memiliki risiko lebih tinggi mengalami perdarahan pascapersalinan. Faktor risikonya meliputi:

  • Mengalami kehamilan kembar atau ukuran bayi terlalu besar (makrosomia).
  • Proses persalinan yang terlalu lama atau justru terlalu cepat.
  • Preeklamsia atau tekanan darah tinggi selama kehamilan.
  • Riwayat postpartum hemorrhage pada persalinan sebelumnya.
  • Infeksi pada rahim (amnioinitis).

Pencegahan dan Penanganan Postpartum Hemorrhage

Pencegahan awal dilakukan melalui penanganan aktif kala tiga persalinan oleh tim medis, yang meliputi pemberian obat uterotonika (seperti oksitosin) segera setelah bayi lahir, pemotongan tali pusat, dan masase fundus uteri. Langkah ini bertujuan mendorong rahim agar berkontraksi dengan kuat sehingga pembuluh darah menutup.

Jika perdarahan tetap terjadi, penanganan darurat meliputi pemijatan rahim, pembersihan sisa plasenta, penjahitan robekan jalan lahir, hingga tindakan operatif jika diperlukan. Selama perawatan, pengawasan ketat tanda-tanda vital dan pemberian cairan infus atau transfusi darah sangat vital untuk menyelamatkan jiwa ibu.

Studi Terkait

Berdasarkan riset klinis yang dipublikasikan dalam jurnal kesehatan obstetri terbaru tahun 2026, penerapan protokol identifikasi dini risiko atonia uteri bersama paket penanganan cepat (PPH bundle) terbukti berhasil menurunkan angka morbiditas ibu akibat perdarahan berat hingga lebih dari 60 persen di fasilitas pelayanan kesehatan primer.

Kapan Harus Ke Dokter?

Perdarahan pascapersalinan adalah kondisi gawat darurat yang membutuhkan penanganan medis segera. Jika kamu mengalami perdarahan hebat, pusing, atau badan terasa sangat lemas setelah melahirkan, segera dapatkan pertolongan di rumah sakit terdekat atau lakukan konsultasi mendesak dengan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan di Halodoc.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Jika kamu membutuhkan konsultasi mengenai kondisi kesehatan pascapersalinan, berikut alasan mengapa kamu bisa mengandalkan layanan dokter di Halodoc:

  • ✅ Dokter berpengalaman: Dokter-dokter spesialis di Halodoc terdaftar resmi dan berpengalaman di bidangnya.
  • ✅ Akses 24 Jam: Layanan konsultasi dokter dapat diakses kapan saja dan dari mana saja secara fleksibel.
  • ✅ Respon Cepat: Dapatkan tanggapan medis dan rekomendasi penanganan yang cepat dari dokter terpercaya.

Referensi

World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. WHO Recommendations for the Prevention and Treatment of Postpartum Hemorrhage.
PubMed. Diakses pada 2026. Management of Postpartum Hemorrhage: Current Guidelines and Protocols.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran: Tata Laksana Perdarahan Pascapersalinan.
WebMD. Diakses pada 2026. Postpartum Hemorrhage: Causes, Symptoms, and Treatments.

FAQ

1. Apa itu postpartum hemorrhage?
Postpartum hemorrhage adalah komplikasi persalinan berupa perdarahan hebat atau berlebihan setelah ibu melahirkan. Kondisi ini tergolong darurat dan memerlukan tindakan medis segera.

2. Apa penyebab paling sering dari perdarahan pascapersalinan?
Penyebab paling sering adalah atonia uteri, yaitu kondisi ketika otot rahim tidak berkontraksi dengan baik setelah bayi lahir. Hal ini menyebabkan pembuluh darah tempat melekatnya plasenta tetap terbuka dan terus mengeluarkan darah.

3. Bisakah postpartum hemorrhage diobati sendiri di rumah?
Tidak bisa. Perdarahan pascapersalinan adalah kegawatdaruratan medis yang membutuhkan penanganan klinis, seperti pemberian obat uterotonika dosis tepat, penjahitan robekan, atau transfusi darah di fasilitas kesehatan.

4. Bagaimana cara mencegah timbulnya postpartum hemorrhage?
Pencegahan dilakukan melalui pemeriksaan kehamilan (antenatal care) secara rutin untuk mendeteksi faktor risiko, serta penanganan aktif kala tiga persalinan yang tepat oleh dokter atau bidan saat melahirkan.