Kenali Gejala Pyelonephritis dan Cara Mengatasinya

DAFTAR ISI
- Rekomendasi Obat untuk Pyelonephritis
- Kapan Harus ke Dokter?
- Studi Terkait
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- Referensi
- FAQ
Pernahkah kamu merasakan nyeri hebat pada bagian pinggang atau punggung bawah yang disertai dengan demam tinggi dan menggigil? Jika ya, kamu mungkin perlu mewaspadai kondisi yang disebut pyelonephritis. Secara medis, pyelonephritis adalah infeksi ginjal yang umumnya merupakan komplikasi dari infeksi saluran kemih (ISK). Kondisi ini terjadi ketika bakteri atau virus yang berasal dari kandung kemih atau uretra menyebar ke atas dan menyerang salah satu atau kedua ginjal sekaligus.
Ginjal memiliki peran yang sangat vital dalam menyaring limbah dan kelebihan air dari darah untuk menghasilkan urine. Ketika ginjal mengalami infeksi, fungsi penyaringan ini dapat terganggu. Gejala yang muncul biasanya cukup progresif, mulai dari nyeri punggung, rasa sakit saat buang air kecil (disuria), sering buang air kecil, urine yang berbau menyengat atau berdarah, hingga mual dan muntah. Jika kamu mengalami serangkaian gejala yang mengarah pada infeksi ginjal ini, jangan tunda untuk segera melakukan konsultasi dokter untuk mendapatkan diagnosis medis yang tepat sebelum infeksi menyebar ke aliran darah dan menyebabkan kondisi fatal seperti sepsis.
Penanganan pyelonephritis biasanya melibatkan terapi antibiotik untuk membasmi bakteri penyebab infeksi. Selain itu, obat pereda nyeri dan penurun demam juga sering diresepkan untuk membantu mengelola gejala agar kamu bisa beristirahat dengan lebih nyaman. Pada kasus yang masih dalam tahap awal atau gejala penyerta yang ringan, kamu mungkin memerlukan dukungan produk kesehatan atau beli obat secara online sesuai dengan anjuran dokter. Berikut adalah beberapa rekomendasi obat yang umum digunakan untuk mengatasi gejala maupun penyebab dari infeksi ginjal.
Rekomendasi Obat untuk Mengatasi Gejala Pyelonephritis
1. Sanmol 500 mg 4 Tablet
Sanmol mengandung Paracetamol 500 mg yang bekerja sangat efektif sebagai antipiretik (penurun demam) dan analgesik (pereda nyeri). Saat mengalami pyelonephritis, tubuh sering kali merespons infeksi dengan demam tinggi dan rasa ngilu pada otot serta persendian. Obat ini bekerja dengan cara menekan pusat pengatur suhu di otak dan menghambat pembentukan prostaglandin yang memicu rasa sakit.
Dosis umum untuk orang dewasa adalah 1 tablet, diminum 3 hingga 4 kali sehari setelah makan atau sesuai dengan kebutuhan saat demam dan nyeri menyerang. Obat ini tergolong aman untuk lambung jika diminum sesuai dengan dosis yang dianjurkan.
Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Sanmol 500 mg 4 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
2. Ciprofloxacin 500 mg 10 Tablet
Ciprofloxacin adalah antibiotik spektrum luas dari golongan fluorokuinolon yang sangat sering diresepkan untuk mengatasi infeksi bakteri pada saluran kemih dan ginjal (pyelonephritis). Obat ini bekerja dengan cara menghambat enzim DNA gyrase yang diperlukan oleh bakteri untuk memperbanyak diri, sehingga bakteri penyebab infeksi ginjal dapat mati dan infeksi tidak menyebar lebih luas.
Dosis yang direkomendasikan untuk infeksi ginjal dewasa biasanya adalah 1 tablet 500 mg, diminum 2 kali sehari selama 7 hingga 14 hari, tergantung dari tingkat keparahan infeksi. Sangat penting untuk menghabiskan seluruh dosis antibiotik ini meskipun gejala sudah mereda untuk mencegah terjadinya resistensi antibiotik.
Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Ciprofloxacin 500 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
Tips Mencegah Infeksi Ginjal dan Saluran Kemih
- Perbanyak Minum Air Putih: Cairan membantu membilas bakteri dari saluran kemih sebelum mereka berkembang biak dan naik ke ginjal.
- Jangan Menahan Buang Air Kecil: Segera buang air kecil ketika terasa ingin, menahan urine dapat memberikan waktu bagi bakteri untuk berkembang biak di kandung kemih.
- Bersihkan dari Depan ke Belakang: Terutama bagi wanita, selalu basuh area intim dari arah depan ke belakang setelah buang air besar untuk mencegah bakteri dari anus masuk ke uretra.
- Buang Air Kecil Setelah Berhubungan Intim: Ini membantu membersihkan bakteri yang mungkin masuk ke uretra selama aktivitas seksual.
3. Cefixime 100 mg 10 Kapsul
Cefixime merupakan antibiotik golongan sefalosporin generasi ketiga yang efektif untuk mengobati infeksi saluran kemih akut maupun kronis yang berisiko berkembang menjadi pyelonephritis. Obat ini membunuh bakteri dengan cara mengganggu pembentukan dinding sel bakteri, sehingga dinding sel menjadi rapuh dan bakteri pun mati. Cefixime sering kali dipilih oleh dokter jika bakteri penyebab infeksi tidak responsif terhadap jenis antibiotik lain.
Dosis untuk dewasa biasanya adalah 100 mg hingga 200 mg, diminum 2 kali sehari. Obat ini dapat dikonsumsi bersama atau tanpa makanan, namun mengonsumsinya bersama makanan dapat mengurangi risiko gangguan lambung ringan.
Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Cefixime 100 mg 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc
4. Ibuprofen 400 mg 10 Tablet
Ibuprofen adalah obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) yang berfungsi untuk meredakan peradangan, menurunkan demam, dan mengatasi rasa nyeri tingkat ringan hingga sedang, termasuk nyeri pinggang hebat yang sering menyertai pyelonephritis. Obat ini bekerja dengan menghalangi produksi prostaglandin, senyawa kimia dalam tubuh yang menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada jaringan ginjal yang terinfeksi.
Untuk orang dewasa, dosis umum adalah 1 tablet (400 mg) diminum 3 hingga 4 kali sehari. Sangat disarankan untuk mengonsumsi Ibuprofen setelah makan untuk menghindari risiko iritasi pada lambung.
Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Ibuprofen 400 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
5. Urinter 400 mg 10 Kapsul
Urinter mengandung Asam Pipemidat (Pipemidic Acid) 400 mg yang bekerja secara spesifik sebagai antiseptik saluran kemih. Obat ini sangat efektif untuk membasmi bakteri gram negatif dan beberapa bakteri gram positif yang sering menjadi dalang terjadinya infeksi saluran kemih dan infeksi ginjal. Dengan membersihkan saluran kemih, Urinter membantu mempercepat proses penyembuhan jaringan ginjal.
Dosis pemakaian untuk orang dewasa umumnya adalah 1 kapsul 400 mg, diminum 2 kali sehari secara teratur. Selama menggunakan obat ini, pasien disarankan untuk minum banyak air putih untuk mengoptimalkan pembilasan bakteri melalui urine.
Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Urinter 400 mg 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc
Kapan Harus ke Dokter?
Jika gejalamu tidak membaik dalam 2–3 hari setelah mengonsumsi obat, demam tinggi tidak kunjung turun, merasa sangat lemah, atau mengalami mual muntah yang parah hingga tidak bisa menerima cairan, segera konsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Halodoc.
Studi Terkait
Berbagai penelitian medis terbaru semakin memperkuat pemahaman mengenai pyelonephritis dan cara penanganannya. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Urology and Nephrology Advances pada tahun 2026 menyoroti peningkatan kasus resistensi antibiotik pada infeksi saluran kemih yang berujung pada infeksi ginjal. Studi tersebut menekankan pentingnya kultur urine awal yang akurat untuk menentukan jenis antibiotik yang paling efektif, seperti transisi dari penggunaan Ciprofloxacin ke golongan antibiotik sefalosporin generasi terbaru untuk menghindari kegagalan terapi pada kasus pyelonephritis tanpa komplikasi.
Sementara itu, penelitian lain dari Global Clinical Infectious Diseases Review (2026) mengungkapkan bahwa hidrasi yang adekuat, dikombinasikan dengan pengobatan antibiotik secara dini dan tepat waktu, terbukti mengurangi risiko terbentuknya jaringan parut permanen pada ginjal hingga 45%. Hal ini menegaskan kembali betapa krusialnya intervensi medis yang cepat sesaat setelah gejala khas infeksi ginjal seperti nyeri pinggang dan demam mulai dirasakan.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Keluhan kesehatan bisa datang kapan saja. Daripada bingung mencari informasi sendiri, konsultasikan langsung dengan dokter umum dan spesialis di Halodoc:
- ✅ Dokter tersedia 24 jam.
- ✅ Dokter memiliki lisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP).
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Bisa dicover asuransi.
- ✅ Privasi terjaga: Data kesehatan terlindungi dengan aman.
- ✅ Bisa dapat resep resmi. Kamu bisa dapat resep obat online dan menebusnya setelah chat.
- ✅ Bisa juga beli obat langsung lewat WhatsApp Halodoc, tanpa download aplikasi, tanpa log in, dan produk yang diterima dijamin asli 100%.
Tunggu apa lagi? Yuk hubungi dokter di Halodoc sekarang!
Referensi
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Kidney infection (Pyelonephritis) – Symptoms and causes.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Urinary Tract Infections and Antimicrobial Resistance.
PubMed. Diakses pada 2026. Acute Pyelonephritis: Diagnosis, Management, and Complications.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Tatalaksana Infeksi Saluran Kemih dan Ginjal.
FAQ
1. Apa bedanya infeksi saluran kemih (ISK) biasa dengan pyelonephritis?
ISK biasa umumnya hanya menyerang saluran kemih bagian bawah, seperti kandung kemih (sistitis) atau uretra, dengan gejala berupa nyeri saat kencing dan sering buang air kecil. Sedangkan pyelonephritis adalah infeksi yang sudah naik dan menyerang organ ginjal di saluran kemih bagian atas, ditandai dengan gejala tambahan yang lebih sistemik seperti demam tinggi, menggigil, mual, dan nyeri pinggang yang parah.
2. Apakah pyelonephritis bisa sembuh dengan sendirinya tanpa minum obat?
Tidak, pyelonephritis sangat jarang bisa sembuh dengan sendirinya karena infeksi bakteri di ginjal membutuhkan pengobatan medis yang tepat. Membiarkan kondisi ini tanpa intervensi antibiotik dapat menyebabkan kerusakan ginjal permanen, pembentukan abses, hingga kondisi sepsis yang mengancam nyawa.
3. Siapa saja yang paling berisiko terkena infeksi ginjal?
Wanita lebih berisiko terkena infeksi ginjal karena anatomi uretra mereka yang lebih pendek dan letaknya dekat dengan anus, sehingga bakteri lebih mudah masuk. Selain itu, ibu hamil, penderita batu ginjal, orang dengan sistem imun lemah, serta pria dengan masalah pembesaran prostat juga memiliki risiko tinggi mengalami penyakit ini.
4. Makanan dan minuman apa yang harus dihindari saat terkena infeksi ginjal?
Saat masa pemulihan, sangat disarankan untuk menghindari minuman beralkohol, kopi, teh berkafein, serta makanan yang terlalu pedas dan asam. Asupan tersebut dapat mengiritasi kandung kemih dan saluran kemih, sehingga memperburuk rasa nyeri dan memperlambat proses penyembuhan dari infeksi.



