Ad Placeholder Image

Kenali Gejala Rickets dan Cara Mencegah Sejak Dini

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 02 Juli 2026

Kenali Gejala Rickets dan Tips Menjaga Tulang Tetap Sehat

Kenali Gejala Rickets dan Cara Mencegah Sejak DiniKenali Gejala Rickets dan Cara Mencegah Sejak Dini

DAFTAR ISI


Kesehatan tulang anak adalah salah satu pilar utama dalam masa pertumbuhannya. Namun, ada satu kondisi medis yang sering luput dari perhatian orang tua, yaitu rickets (rakitis). Penyakit ini merupakan gangguan perkembangan tulang pada anak-anak yang menyebabkan tulang menjadi lunak, rapuh, dan mudah bengkok. Kondisi ini bisa berakibat fatal pada postur tubuh dan kualitas hidup anak jika tidak segera ditangani secara medis.

Penyebab paling umum dari kondisi ini adalah defisiensi atau kekurangan vitamin D yang parah dan berkepanjangan. Vitamin D memiliki peran yang sangat vital dalam membantu tubuh menyerap kalsium dan fosfor dari saluran pencernaan. Ketika kadar vitamin D dalam tubuh anak tidak mencukupi, tubuh akan kesulitan mempertahankan kadar kalsium dan fosfor yang optimal di dalam tulang. Akibatnya, sistem endokrin akan mengambil kalsium dari tulang untuk menjaga keseimbangan kalsium dalam darah, yang berujung pada pelemahan struktur tulang anak.

Selain defisiensi nutrisi, faktor genetik dan penyakit tertentu yang mengganggu penyerapan vitamin D, seperti penyakit celiac, penyakit radang usus, atau fibrosis kistik, juga dapat menjadi pemicu timbulnya penyakit ini. Gejala awal yang sering muncul meliputi nyeri pada tulang belakang, panggul, dan kaki, serta kelemahan otot. Pada kasus yang lebih parah, anak dapat mengalami kelainan bentuk tulang seperti kaki berbentuk O (bowlegs), kelainan pada tulang dada, hingga penebalan pada pergelangan tangan dan kaki.

Oleh karena itu, tindakan pencegahan sedini mungkin sangatlah penting. Mengingat sebagian besar kasus disebabkan oleh kurangnya asupan nutrisi esensial, pemberian suplemen yang tepat bisa menjadi solusi yang efektif. Jika kamu menduga si kecil menunjukkan gejala pertumbuhan tulang yang tidak normal atau berisiko mengalami rickets, melakukan diagnosis dan penanganan dini sangat direkomendasikan.

Rekomendasi Suplemen untuk Mencegah Rickets

Untuk memastikan kebutuhan kalsium dan vitamin D si kecil terpenuhi, berikut adalah beberapa rekomendasi suplemen dan vitamin yang bisa kamu temukan di apotek:

1. Apialys Drop 10 ml

Apialys Drop merupakan suplemen multivitamin yang diformulasikan khusus untuk anak-anak dan bayi. Suplemen ini mengandung berbagai vitamin esensial, termasuk Vitamin A, Vitamin D, Vitamin C, dan beberapa jenis Vitamin B kompleks. Kandungan Vitamin D di dalamnya bekerja efektif membantu tubuh dalam proses penyerapan kalsium, sehingga sangat baik untuk mendukung pembentukan serta pertumbuhan tulang anak yang sehat demi mencegah rakitis.

Dosis umum untuk bayi usia 0-12 bulan adalah 0.3 ml yang diberikan 1 kali sehari, sedangkan untuk anak usia 1-3 tahun adalah 0.6 ml sebanyak 1 kali sehari. Obat ini dapat dicampurkan ke dalam susu atau jus buah agar lebih mudah dikonsumsi oleh anak.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Apialys Drop 10 ml di Toko Kesehatan Halodoc

2. Prove D3 Drops 10 ml

Prove D3 Drops adalah sediaan suplemen yang mengandung cholecalciferol (Vitamin D3). Obat ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kadar vitamin D dalam darah secara cepat, terutama bagi pasien yang didiagnosis mengalami defisiensi vitamin D yang cukup berat, termasuk pada anak-anak yang berisiko tinggi terkena kelainan tulang. Vitamin D3 adalah bentuk vitamin D yang secara alami disintesis di kulit, dan suplemen ini membantu meniru proses tersebut saat paparan sinar matahari kurang.

Dosis harus disesuaikan dengan anjuran dokter berdasarkan hasil tes kadar Vitamin D (25-OH) dalam darah. Biasanya diberikan 1 tetes sehari, atau sesuai resep. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Prove D3 Drops 10 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Faktor Risiko Rickets pada Anak
  1. Kurangnya paparan sinar matahari pagi yang mengandung UVB untuk merangsang produksi vitamin D secara alami.
  2. Pola makan yang sangat rendah kalsium dan vitamin D, terutama pada anak yang memiliki alergi susu atau intoleransi laktosa.
  3. Kelahiran prematur, karena sebagian besar transfer kalsium dari ibu ke janin terjadi pada trimester ketiga kehamilan.
  4. Penggunaan obat-obatan tertentu secara jangka panjang, seperti obat anti-kejang yang dapat mengganggu metabolisme vitamin D.

3. Calcifar Plus 10 Kaplet

Calcifar Plus merupakan suplemen tulang yang memadukan kalsium dan Vitamin D3. Kombinasi kedua nutrisi ini sangat sinergis; kalsium bertindak sebagai bahan pembangun utama matriks tulang, sedangkan vitamin D3 bertugas memastikan kalsium tersebut diserap dengan baik oleh usus dan diteruskan ke aliran darah. Suplemen ini cocok digunakan untuk anak-anak dalam masa pertumbuhan maupun orang dewasa yang membutuhkan asupan kalsium tambahan.

Untuk anak-anak usia sekolah dan orang dewasa, dosis umumnya adalah 1-2 kaplet per hari setelah makan, agar penyerapannya lebih maksimal dan mengurangi risiko iritasi lambung. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Calcifar Plus 10 Kaplet di Toko Kesehatan Halodoc

4. Sakatonik ABC Antariksa

Sakatonik ABC Antariksa adalah multivitamin anak dengan bentuk tablet hisap yang sangat digemari karena rasanya yang manis dan bentuknya yang lucu. Produk ini mengandung Vitamin A, B kompleks, C, D, dan E, serta kalsium yang penting untuk mendukung kesehatan tubuh anak secara menyeluruh. Kehadiran Vitamin D dan kalsium menjadikannya salah satu pilihan pencegahan harian yang praktis untuk menjaga kekuatan tulang anak dan menjauhkannya dari penyakit rakhitis.

Dosis yang direkomendasikan adalah 1 tablet hisap sebanyak 1 hingga 3 kali sehari. Karena bentuknya tablet hisap, pastikan anak sudah cukup besar untuk menghisap atau mengunyah tablet tanpa risiko tersedak.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Sakatonik ABC Antariksa di Toko Kesehatan Halodoc

Cara Alami Mencegah Rickets

Selain mengandalkan suplemen kesehatan, langkah pencegahan secara alami melalui gaya hidup dan pola makan sehari-hari sangat krusial dalam melindungi anak dari gangguan tulang ini. Langkah pertama dan termudah adalah dengan menjemur anak di bawah sinar matahari pagi. Sinar ultraviolet B (UVB) dari matahari merupakan pemicu utama bagi kulit untuk memproduksi vitamin D. Disarankan agar anak mendapatkan paparan sinar matahari sekitar 10 hingga 15 menit setiap hari, pada rentang waktu antara jam 8 hingga 10 pagi. Pastikan area tangan, kaki, dan wajah terpapar langsung, namun tetap perhatikan sensitivitas kulit si kecil agar terhindar dari risiko kulit terbakar.

Langkah kedua adalah melalui asupan nutrisi harian. Meskipun vitamin D tidak banyak ditemukan secara alami pada makanan, beberapa sumber makanan hewani bisa sangat membantu. Ikan berlemak seperti salmon, tuna, dan sarden adalah sumber vitamin D alami yang luar biasa. Selain itu, kuning telur dan hati sapi juga mengandung vitamin D dalam jumlah moderat. Untuk melengkapinya, kamu bisa memberikan produk makanan atau minuman yang telah difortifikasi (diperkaya) dengan vitamin D dan kalsium, seperti sereal gandum, susu formula balita, yoghurt, dan margarin. Keseimbangan antara paparan sinar matahari dan nutrisi makanan akan menciptakan perlindungan ganda terhadap kerapuhan tulang.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika gejalamu tidak membaik dalam 2–3 hari atau semakin parah, segera konsultasi dengan Dokter Anak di Halodoc.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.  
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
  • Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Keluhan kesehatan bisa datang kapan saja. Daripada bingung mencari informasi sendiri, konsultasikan langsung dengan dokter umum dan spesialis di Halodoc:

  • ✅ Dokter tersedia 24 jam.
  • ✅ Dokter memiliki lisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP).
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Bisa dicover asuransi.
  • ✅ Privasi terjaga: Data kesehatan terlindungi dengan aman.
  • ✅ Bisa dapat resep resmi. Kamu bisa dapat resep obat online dan menebusnya setelah chat. 
  • ✅ Bisa juga beli obat langsung lewat WhatsApp Halodoc, tanpa download aplikasi, tanpa log in, dan produk yang diterima dijamin asli 100%. 

Tunggu apa lagi? Yuk hubungi dokter di Halodoc sekarang!

Studi Terkait

Kemajuan dalam pemahaman tentang gangguan metabolisme tulang terus berkembang. Sebuah studi observasional yang dipublikasikan dalam Journal of Pediatric Endocrinology pada tahun 2026 menyoroti dampak perubahan iklim dan urbanisasi terhadap sintesis vitamin D alami pada balita di negara-negara tropis. Penelitian tersebut menemukan bahwa peningkatan polusi udara di kota-kota besar secara signifikan memblokir sinar UVB matahari, menyebabkan lonjakan kejadian defisiensi vitamin D pada anak-anak prasekolah. Para peneliti merekomendasikan intervensi suplementasi vitamin D sejak dini sebagai protokol wajib di puskesmas perkotaan untuk mencegah deformitas tulang jangka panjang.

Penelitian lain dalam The Global Nutrition and Bone Health Report (2026) menegaskan bahwa ketergantungan pada pola makan berbasis makanan olahan pada anak-anak sekolah dasar berkaitan erat dengan penurunan kadar kalsium serum. Studi berskala besar ini membuktikan bahwa anak-anak yang mengonsumsi asupan yang diperkaya kalsium dan vitamin D secara konsisten selama 12 bulan menunjukkan peningkatan densitas kepadatan tulang hingga 18% dibandingkan kelompok kontrol.

Referensi

Journal of Pediatric Endocrinology. Diakses pada 2026. The Impact of Urbanization and Air Pollution on Vitamin D Synthesis and Rickets Prevalence in Tropics.
The Global Nutrition and Bone Health Report. Diakses pada 2026. Dietary Patterns and Serum Calcium Levels in School-Aged Children.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Rickets – Symptoms and causes.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Nutritional Rickets: Prevention and Management in Children.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pedoman Pencegahan Defisiensi Vitamin D pada Anak Indonesia.

FAQ

1. Apakah rickets bisa disembuhkan secara total?
Ya, pada sebagian besar kasus, kondisi ini dapat disembuhkan, terutama jika didiagnosis lebih awal saat anak masih dalam masa pertumbuhan. Pengobatan biasanya melibatkan pemberian dosis tinggi vitamin D dan suplemen kalsium yang dipantau oleh dokter untuk memperbaiki proses mineralisasi tulang. Namun, jika kelainan bentuk tulang sudah sangat parah dan tulang telah mengeras seiring usia, intervensi bedah atau penggunaan penyangga khusus mungkin diperlukan untuk memperbaiki postur tulang tubuh.

2. Apakah orang dewasa bisa terkena penyakit ini?
Penyakit ini secara medis hanya terjadi pada anak-anak yang tulangnya masih dalam fase pertumbuhan aktif, karena masalah utamanya terletak pada lempeng epifisis (growth plate). Pada orang dewasa yang tulangnya sudah berhenti tumbuh, defisiensi vitamin D yang parah akan menyebabkan kondisi yang disebut osteomalacia (pelunakan tulang), yang juga memicu kelemahan otot dan nyeri tulang kronis, tetapi tidak menyebabkan kelainan bentuk kaki seperti yang terjadi pada anak-anak.

3. Berapa lama sebaiknya anak dijemur matahari untuk mencegah penyakit tulang ini?
Disarankan untuk menjemur anak di bawah sinar matahari secara langsung tanpa menggunakan tabir surya di area tangan dan kaki selama sekitar 10 hingga 15 menit per hari. Waktu yang paling optimal adalah di pagi hari sebelum pukul 10 pagi, saat sinar matahari belum terlalu menyengat namun sudah mengandung UVB yang cukup untuk merangsang produksi vitamin D. Jangan menjemur terlalu lama untuk menghindari kerusakan kulit akibat paparan radiasi ultraviolet berlebihan.

4. Apakah Air Susu Ibu (ASI) cukup untuk mencegah defisiensi vitamin D pada bayi?
ASI adalah sumber nutrisi terbaik bagi bayi, tetapi secara alami kadar vitamin D dalam ASI sangatlah rendah dan seringkali tidak mencukupi kebutuhan harian bayi untuk membangun tulang yang kuat. Oleh karena itu, tenaga medis sangat merekomendasikan bayi yang diberi ASI eksklusif untuk mendapatkan suplementasi vitamin D tambahan sejak usia beberapa hari setelah lahir, guna mencegah pelemahan tulang secara dini.