Ad Placeholder Image

Kenali Gejala Uveitis Beserta Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 29 Juli 2026

Mengenal Penyebab dan Gejala Uveitis pada Mata yang Perlu Diwaspadai Segera

Kenali Gejala Uveitis Beserta Penyebab dan Cara MengatasinyaKenali Gejala Uveitis Beserta Penyebab dan Cara Mengatasinya

DAFTAR ISI


Uveitis adalah kondisi peradangan yang terjadi pada lapisan tengah bola mata yang disebut uvea. Lapisan ini terdiri dari iris (bagian hitam/berwarna pada mata), badan siliaris, dan koroid. Karena uvea berfungsi menyuplai darah ke retina, peradangan pada bagian ini bisa berpotensi mengganggu penglihatan secara serius jika tidak segera ditangani.

Gejala uveitis dapat muncul secara mendadak maupun berkembang perlahan. Pembengkakan jaringan akibat inflamasi ini dapat memicu nyeri mata mendalam, mata merah, sensitivitas terhadap cahaya (fotofobia), serta penglihatan yang kabur. Kondisi ini bisa menyerang salah satu maupun kedua mata sekaligus.

Penyebab uveitis bervariasi, mulai dari gangguan sistem kekebalan tubuh (autoimun), infeksi bakteri atau virus, hingga cedera mata. Penanganan medis sedini mungkin sangat penting guna meredakan peradangan dan mencegah komplikasi permanen seperti glaukoma, katarak, atau kerusakan saraf mata.

Untuk membantu meredakan inflamasi serta menangani kondisi peradangan mata berdasarkan resep dokter, berikut adalah beberapa rekomendasi obat tetes mata dan produk perawatan yang umum digunakan.

Rekomendasi Obat Uveitis dan Perawatan Mata

1. Cendo P-Pred Minidose 0.6 ml

Cendo P-Pred mengandungkan bahan aktif Prednisolone Acetate yang merupakan kortikosteroid topikal kuat. Obat tetes mata ini bekerja dengan cara menekan reaksi peradangan, mengurangi pembengkakan, rasa nyeri, serta kemerahan pada jaringan uvea yang mengalami inflamasi. Dosis dan aturan pakai harus sesuai dengan petunjuk dokter mata.

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Cendo P-Pred Minidose 0.6 ml di Toko Kesehatan Halodoc

2. Cendo Xitrol Eye Drop 5 ml

Cendo Xitrol mengandung kombinasi Dexamethasone, Neomycin Sulfate, dan Polymyxin B Sulfate. Obat tetes mata ini efektif digunakan untuk mengatasi peradangan mata yang disertai atau berisiko mengalami infeksi bakteri sekunder. Dexamethasone berfungsi sebagai antiinflamasi, sedangkan antibiotiknya membasmi kuman penyebab infeksi.

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Cendo Xitrol Eye Drop 5 ml di Toko Kesehatan Halodoc

blockquote>

Faktor Risiko dan Pemicu Uveitis
  1. Adanya riwayat penyakit autoimun seperti lupus, arthritis reumatoid, atau ankylosing spondylitis.
  2. Mengalami infeksi sistemik seperti toksoplasmosis, tuberkulosis, atau herpes zoster.
  3. Pernah mengalami trauma, cedera benturan, atau riwayat pembedahan pada organ mata.
  4. Kebiasaan merokok yang meningkatkan risiko inflamasi vaskular sistemik.

3. Cendo Tobroson Minidose 0.6 ml

Cendo Tobroson mengandung kombinasi Tobramycin (antibiotik) dan Dexamethasone (kortikosteroid). Obat ini diformulasikan untuk meredakan inflamasi mata serta mengobati infeksi bakteri yang menyertainya. Kemasan minidose steril sekali pakai ini praktis dan meminimalkan risiko kontaminasi.

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Cendo Tobroson Minidose 0.6 ml di Toko Kesehatan Halodoc

4. Cendo Cenfresh Eye Drops 5 ml

Cendo Cenfresh mengandung Carboxymethylcellulose Sodium yang berfungsi sebagai air mata buatan (artificial tears). Obat tetes ini membantu melumasi permukaan mata, mengurangi iritasi, rasa mengganjal, dan kekeringan yang kerap menyertai proses pemulihan peradangan mata.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Cendo Cenfresh Eye Drops 5 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Gejala dan Penyebab Uveitis

Uveitis dapat terjadi pada bagian depan mata (uveitis anterior), bagian tengah (uveitis intermediate), bagian belakang (uveitis posterior), atau menyerang seluruh bagian uvea (panuveitis). Gejala khas yang perlu diwaspadai antara lain kemerahan pada mata, nyeri yang semakin memberat saat menekan bola mata, pandangan kabur, sensitif terhadap cahaya terang, serta munculnya bintik-bintik melayang pada lapang pandang (floater).

Secara medis, uveitis dapat dipicu oleh respon autoimun di mana kekebalan tubuh menyerang jaringan mata yang sehat secara keliru. Selain itu, serangan infeksi seperti herpes, sitomegalovirus, atau toksoplasmosis juga bisa memicu kondisi ini. Mengetahui penyebab mendasar uveitis sangat krusial agar penanganan medis yang diberikan tepat sasaran.

Studi Terkait

Berdasarkan riset ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal ophthalmology terkini (2026), penanganan dini uveitis dengan terapi kortikosteroid topikal yang dikombinasikan dengan pengawasan medis ketat terbukti menurunkan risiko kebutaan permanen hingga 85%. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemeriksaan laboratorium dan evaluasi klinis rutin untuk menentukan apakah peradangan dipicu oleh infeksi atau mekanisme autoimun.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami nyeri mata menetap, pandangan buram mendadak, atau sensitivitas cahaya yang sangat mengganggu, segera lakukan konsultasi dengan Dokter Spesialis Mata di Halodoc agar mendapatkan penanganan medis yang aman dan akurat.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
  • Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Layanan konsultasi ke dokter Halodoc tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja. Kamu bisa berdiskusi langsung dengan dokter spesialis tepercaya melalui chat, voice call, atau video call secara praktis dari rumah tanpa harus mengantre lama di rumah sakit.

Referensi

PubMed. Diakses pada 2026. Uveitis: Etiology, Clinical Features, and Current Management Strategies.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Uveitis: Symptoms, Causes, and Diagnosis.
WebMD. Diakses pada 2026. What Is Uveitis? Causes, Symptoms, and Treatments.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Prevention of Blindness and Visual Impairment: Inflammatory Eye Diseases.

FAQ

Apakah uveitis bisa sembuh total?
Uveitis anterior umumnya bisa sembuh total jika ditangani dengan cepat dan tepat. Namun, jenis uveitis kronis atau akibat autoimun bisa kambuh kembali sehingga membutuhkan pemantauan jangka panjang.

Apakah uveitis menular?
Secara umum uveitis tidak menular dari orang ke orang. Namun, jika peradangan disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri tertentu, penyakit infeksi dasarnya mungkin dapat menular melalui jalur kontak yang sesuai.

Apa perbedaan antara konjungtivitis dan uveitis?
Konjungtivitis adalah peradangan pada selaput luar mata (konjungtiva) dan biasanya tidak menimbulkan rasa nyeri hebat. Sementara uveitis mengenai lapisan dalam mata dan sering disertai nyeri mendalam serta penurunan ketajaman penglihatan.

Bolehkah memakai lensa kontak saat terkena uveitis?
Tidak disarankan memakai lensa kontak saat mengalami uveitis. Penggunaan lensa kontak dapat memperburuk peradangan, meningkatkan risiko infeksi kornea, dan mengganggu penyerapan obat tetes mata.