Ad Placeholder Image

Kenali Gejala Venous Insufficiency dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 02 Juli 2026

Cara Mengatasi Venous Insufficiency Agar Kaki Tetap Sehat

Kenali Gejala Venous Insufficiency dan Cara MengatasinyaKenali Gejala Venous Insufficiency dan Cara Mengatasinya

DAFTAR ISI


Apa Itu Venous Insufficiency?

Sistem peredaran darah manusia merupakan jaringan kompleks yang bertugas mengalirkan darah ke seluruh tubuh dan membawanya kembali ke jantung. Di dalam proses ini, vena memainkan peran penting sebagai pembuluh yang membawa darah kotor dari ekstremitas bawah (kaki) kembali ke atas. Namun, ada kalanya sistem ini mengalami gangguan yang dikenal dengan istilah medis insufisiensi vena atau yang lebih sering disebut secara kronis sebagai chronic venous insufficiency (CVI).

Kondisi ini terjadi ketika pembuluh vena di tungkai kaki kesulitan mengalirkan darah kembali ke jantung secara efisien. Akibatnya, darah cenderung berkumpul dan menumpuk di area kaki. Penumpukan darah ini memicu peningkatan tekanan di dalam pembuluh vena tungkai yang kemudian memicu berbagai keluhan fisik, mulai dari rasa pegal yang mengganggu, pembengkakan, hingga munculnya urat-urat menonjol yang kita kenal sebagai varises. Jika gejala ini dibiarkan memburuk dan sangat mengganggu aktivitas, ada baiknya kamu segera melakukan konsultasi dan penanganan terkait masalah venous insufficiency bersama dokter spesialis di Halodoc.

Penting untuk memahami bahwa insufisiensi vena kronis bukanlah sekadar masalah kosmetik atau estetika semata karena adanya urat yang menonjol. Ini adalah kondisi medis progresif yang jika dibiarkan tanpa penanganan tepat dapat menyebabkan komplikasi serius. Komplikasi ini meliputi perubahan struktur kulit (lipodermatosclerosis), infeksi kulit, perdarahan spontan dari varises, hingga terbentuknya ulkus vena (luka terbuka pada kaki yang sangat sulit sembuh). Oleh karena itu, pengenalan gejala sejak dini dan intervensi yang tepat sangatlah krusial.

Anatomi dan Patofisiologi Vena

Untuk memahami mengapa insufisiensi vena bisa terjadi, kita perlu melihat bagaimana anatomi vena bekerja. Tidak seperti pembuluh arteri yang mendapatkan dorongan tekanan kuat langsung dari pompaan otot jantung, vena mengandalkan mekanisme lain untuk melawan gravitasi saat mengembalikan darah dari tungkai bawah. Mekanisme utama tersebut adalah kontraksi otot betis, yang sering dijuluki sebagai “jantung kedua” tubuh manusia.

Saat kamu berjalan atau bergerak, otot-otot betis akan berkontraksi dan meremas vena dalam (deep veins), mendorong darah naik menuju jantung. Agar darah yang sudah didorong ke atas tidak turun kembali karena tarikan gravitasi, vena dilengkapi dengan katup-katup satu arah berukuran mikroskopis. Saat darah naik, katup terbuka; saat darah mencoba turun kembali, katup ini akan menutup rapat.

Pada kasus insufisiensi vena, katup-katup satu arah ini mengalami kerusakan, kelemahan, atau tidak dapat menutup dengan sempurna (inkompetensi katup). Darah yang seharusnya hanya bergerak naik akhirnya mengalami aliran balik ke bawah (refluks). Refluks terus-menerus ini menyebabkan volume darah di vena bagian bawah meningkat tajam, menciptakan tekanan vena yang tinggi (hipertensi vena). Tekanan kronis ini pada akhirnya melebarkan dinding vena, merusak katup-katup lain di bawahnya, dan menyebabkan cairan merembes keluar dari pembuluh darah ke jaringan sekitarnya, yang bermanifestasi sebagai kaki bengkak (edema).

Penyebab dan Faktor Risiko

Kondisi medis ini tidak muncul begitu saja dalam semalam. Ada berbagai penyebab mendasar dan faktor pemicu yang berkontribusi terhadap kerusakan katup dan dinding vena. Penyebab paling umum adalah riwayat Deep Vein Thrombosis (DVT) atau trombosis vena dalam. DVT adalah kondisi terbentuknya gumpalan darah di dalam vena dalam tungkai. Gumpalan ini dapat merusak struktur katup vena secara permanen. Ketika DVT memicu kerusakan kronis yang berujung pada insufisiensi, kondisi ini secara spesifik disebut sebagai sindrom post-thrombotic (PTS).

Selain DVT, ada banyak faktor risiko yang meningkatkan peluang seseorang mengalami masalah vena kronis, antara lain:

  • Usia Lanjut: Seiring bertambahnya usia, elastisitas dinding pembuluh darah menurun dan katup vena rentan melemah akibat proses penuaan alami (degeneratif).
  • Genetik dan Riwayat Keluarga: Jika orang tua atau saudara kandung memiliki masalah varises atau insufisiensi vena, risiko kamu untuk mengalami hal serupa akan meningkat secara signifikan.
  • Kehamilan: Selama kehamilan, volume darah dalam tubuh wanita meningkat untuk mendukung janin. Selain itu, rahim yang membesar memberikan tekanan ekstra pada vena panggul (vena iliaka), yang menghambat aliran balik darah dari tungkai. Perubahan hormon seperti peningkatan progesteron juga membuat dinding vena menjadi lebih rileks dan mudah melebar.
  • Gaya Hidup Kurang Gerak (Sedentary Lifestyle): Pekerjaan yang menuntut duduk atau berdiri diam dalam jangka waktu lama tanpa peregangan mematikan fungsi “pompa otot betis”, sehingga darah lebih mudah menumpuk di area kaki.
  • Obesitas: Berat badan berlebih atau obesitas memberikan beban dan tekanan mekanis yang jauh lebih besar pada pembuluh vena di tungkai bawah.
  • Jenis Kelamin: Wanita secara statistik lebih rentan terkena insufisiensi vena dibandingkan pria, sebagian besar karena fluktuasi hormon selama siklus menstruasi, kehamilan, dan menopause.

Gejala dan Tingkatan Keparahan

Gejala insufisiensi vena bisa sangat bervariasi dari satu individu ke individu lainnya, mulai dari yang ringan hingga sangat menyiksa. Dalam dunia medis, tingkat keparahan penyakit vena sering diklasifikasikan menggunakan sistem CEAP (Clinical, Etiological, Anatomical, Pathophysiological). Berdasarkan keparahan klinisnya (C), penyakit ini terbagi menjadi beberapa tingkatan:

Pada tahap awal (C1 hingga C2), pasien mungkin hanya melihat munculnya spider veins (pembuluh darah halus kemerahan mirip jaring laba-laba) atau varises yang lebih besar dan berkelok-kelok. Di tahap ini, kaki sering terasa berat, pegal, berdenyut, dan mudah lelah, terutama pada sore atau malam hari setelah seharian beraktivitas.

Memasuki tahap menengah (C3), tekanan darah vena yang terus meningkat menyebabkan cairan dari pembuluh darah merembes masuk ke jaringan otot dan kulit, menghasilkan pembengkakan (edema) yang kentara pada area pergelangan kaki dan betis bagian bawah. Rasa kram otot di malam hari (restless leg syndrome sekunder) juga sering dilaporkan oleh penderita.

Pada tahap lanjut (C4 hingga C6), kerusakan sudah melibatkan jaringan kulit. Tekanan vena yang ekstrem memicu kebocoran sel darah merah ke lapisan kulit, yang ketika terurai akan meninggalkan pigmen zat besi (hemosiderin). Hal ini membuat kulit kaki bagian bawah tampak berwarna cokelat gelap atau kemerahan (hiperpigmentasi). Kulit menjadi keras, bersisik, meradang (dermatitis stasis), dan terasa gatal. Jika kondisi ini tidak juga mendapat intervensi yang benar, luka kecil sekalipun pada area tersebut bisa berubah menjadi ulkus vena (borok kaki) yang terbuka, terinfeksi, basah, dan bisa memakan waktu berbulan-bulan untuk bisa sembuh sempurna.

Rekomendasi Obat Venous Insufficiency

Penanganan masalah pembuluh vena melibatkan kombinasi perubahan gaya hidup dan intervensi farmakologis. Obat-obatan yang digunakan untuk masalah ini umumnya masuk dalam kelas agen venoaktif atau phlebotropik. Obat-obatan ini dirancang untuk meningkatkan tonus vena (kekuatan dinding vena), melancarkan sirkulasi mikro, dan mengurangi permeabilitas kapiler agar cairan tidak mudah merembes dan menyebabkan bengkak. Berikut adalah beberapa rekomendasi produk yang umumnya diresepkan atau digunakan untuk membantu mengatasi insufisiensi vena:

1. Ardium 500 mg 15 Tablet

Ardium adalah salah satu obat venoaktif yang sangat populer dan banyak direkomendasikan oleh tenaga medis untuk menangani gangguan pembuluh darah vena seperti varises, insufisiensi vena kronis, dan juga hemoroid (wasir). Obat ini mengandung Micronized Purified Flavonoid Fraction (MPFF) yang terdiri dari kombinasi 90% Diosmin (450 mg) dan 10% Hesperidin (50 mg). Karena partikelnya telah dimikronisasi, penyerapan obat ini di saluran cerna menjadi jauh lebih maksimal dan cepat dibandingkan flavonoid biasa.

Mekanisme kerja Ardium berfokus pada memperpanjang efek vasokonstriktor noradrenalin pada dinding vena, yang berarti obat ini membantu dinding vena untuk tetap mengencang (meningkatkan tonus vena). Selain itu, Ardium juga secara efektif menurunkan permeabilitas atau kebocoran kapiler darah sehingga sangat ampuh mengurangi gejala kaki bengkak (edema), rasa berat pada tungkai, dan nyeri kram. Dosis umum untuk insufisiensi vena adalah 1 tablet diminum 2 kali sehari (siang dan malam) bersamaan dengan waktu makan. Penggunaan sebaiknya diawasi jika memiliki riwayat hipersensitivitas.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Ardium 500 mg 15 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

2. Venosmil 200 mg 10 Kapsul

Venosmil merupakan obat dengan kandungan bahan aktif Hydrosmin sebesar 200 mg per kapsulnya. Hydrosmin adalah turunan senyawa flavonoid sintetik yang bekerja secara spesifik untuk meningkatkan kelenturan sel darah merah, memperbaiki sirkulasi mikro di area kapiler yang rentan pecah, dan mengurangi kekentalan darah di area vena yang mengalami stagnasi atau penumpukan. Obat ini secara medis diklasifikasikan sebagai vasoprotektif (pelindung pembuluh darah).

Venosmil bekerja ganda dengan mengurangi rasa sakit akibat peregangan dinding vena dan meminimalkan pembengkakan pergelangan kaki. Obat ini sangat efektif untuk pasien yang sudah mengalami perubahan warna kulit ringan akibat dermatitis stasis. Dosis lazim dewasa untuk kondisi kronis adalah 1 kapsul diminum 3 kali sehari sesudah makan. Selama konsumsi obat ini, beberapa pasien mungkin mengalami efek samping ringan seperti gangguan lambung sementara, sakit kepala, atau pusing. Jika efek samping bertahan lama, hentikan pemakaian dan konsultasikan ke dokter.

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Venosmil 200 mg 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

Komplikasi Fatal yang Harus Diwaspadai
  1. Tromboflebitis superfisial (peradangan dan pembekuan darah di vena permukaan).
  2. Infeksi sekunder seperti selulitis yang masuk melalui kulit yang rusak.
  3. Pendarahan hebat jika varises pecah akibat benturan ringan.
  4. Terbentuknya ulkus vena kronis yang menjadi jalan masuk bakteri berbahaya.

3. Thrombophob Gel 20 g

Jika kamu mencari solusi pengobatan dari luar (topikal) untuk meredakan nyeri dan pembengkakan lokal pada pembuluh vena, Thrombophob Gel bisa menjadi pilihan penunjang yang sangat baik. Gel topikal ini mengandung Sodium Heparin 200 IU per gramnya. Heparin dikenal luas di dunia medis sebagai agen antikoagulan (pengencer darah) yang sangat kuat. Ketika diaplikasikan secara topikal dalam bentuk gel, heparin mampu menembus lapisan epidermis kulit tanpa masuk ke sirkulasi darah sistemik secara berlebihan.

Thrombophob Gel berfungsi untuk mencegah terbentuknya bekuan darah lokal di pembuluh darah permukaan (superfisial), meredakan peradangan lokal, menghilangkan sensasi berdenyut dan rasa sakit akibat varises yang meradang (flebitis), serta mempercepat penyerapan hematoma (memar kebiruan) pada kulit. Gel berbahan dasar air ini memberikan sensasi dingin yang menenangkan kulit tanpa rasa lengket. Cara pakainya cukup dioleskan tipis-tipis sebanyak 2-3 kali sehari pada area kulit kaki yang sakit atau bengkak. Hindari mengoleskannya pada ulkus terbuka, luka berdarah, atau selaput lendir.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Thrombophob Gel 20 g di Toko Kesehatan Halodoc

4. Venaron 300 mg 10 Kapsul

Bagi kamu yang lebih condong pada opsi pengobatan herbal yang terstandarisasi, Venaron dapat menjadi alternatif pilihan yang aman. Venaron adalah sediaan kapsul yang mengandung ekstrak Sophora japonica (bunga pagoda) sebanyak 300 mg. Ekstrak tanaman ini kaya akan Rutin, sebuah bioflavonoid alami yang terkenal akan kemampuannya sebagai antioksidan kuat dan pelindung dinding kapiler pembuluh darah (kapilarotonik).

Fungsi utama Rutin dalam ekstrak Sophora japonica adalah merangsang produksi kolagen alami pada pembuluh darah, yang membantu mengembalikan elastisitas vena yang mulai kendur. Dengan meningkatnya ketahanan dinding kapiler, perembesan plasma darah yang memicu edema kaki dapat ditekan secara signifikan. Venaron juga secara tradisional banyak digunakan untuk membantu meringankan wasir, yang notabene memiliki patofisiologi serupa dengan varises di kaki. Dosis yang dianjurkan umumnya 1 kapsul yang diminum 2 sampai 3 kali dalam sehari. Karena berbasis herbal, efek sampingnya tergolong sangat minim, namun tetap disarankan untuk memperbanyak minum air putih selama penggunaan.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Venaron 300 mg 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

Gaya Hidup Sehat untuk Penderita

Penggunaan obat-obatan venoaktif di atas tentu tidak akan memberikan hasil yang maksimal jika tidak dibarengi dengan perubahan gaya hidup yang komprehensif. Perawatan konservatif dan rutinitas harian yang mendukung sirkulasi darah sangatlah krusial untuk mencegah progresivitas insufisiensi vena.

Langkah paling utama yang harus dibiasakan adalah elevasi kaki (meninggikan tungkai). Usahakan untuk mengangkat kaki di atas posisi level jantung selama 15-30 menit, setidaknya tiga sampai empat kali sehari. Kamu bisa menggunakan tumpukan bantal tebal saat rebahan di tempat tidur atau sofa. Mengandalkan hukum gravitasi terbalik ini akan memberikan jeda istirahat pada katup vena dan secara drastis mengurangi tekanan cairan yang tertumpuk di bagian betis dan pergelangan kaki.

Selanjutnya, hindari memposisikan kaki secara statis dalam waktu lama. Jika pekerjaanmu mengharuskan duduk seharian di depan komputer, pasang alarm setiap 45 menit untuk berdiri, berjalan-jalan kecil, atau setidaknya memutar pergelangan kaki secara melingkar sambil duduk (ankle pumps). Gerakan sederhana ini sudah cukup untuk mengaktifkan pompa otot betis. Sebaliknya, jika pekerjaan menuntut kamu berdiri berjam-jam (seperti guru, perawat, atau pelayan toko), biasakan untuk memindahkan tumpuan berat badan dari satu kaki ke kaki lainnya secara bergantian.

Penggunaan stoking kompresi medis (medical compression stockings) juga menjadi standar emas atau terapi utama non-farmakologis untuk kondisi ini. Berbeda dengan kaus kaki ketat biasa, stoking kompresi dirancang khusus secara medis untuk memberikan tekanan bertingkat (graduated compression)—paling kuat menekan di bagian pergelangan kaki (sekitar mata kaki) dan perlahan tekanannya akan melemah saat naik mendekati area lutut atau paha. Desain hemodinamik ini secara harfiah akan “memeras” pembuluh vena superfisial, merapatkan kembali daun katup yang longgar, dan memaksa darah untuk terus bergerak mengalir ke atas menuju sistem vena dalam dan berujung di jantung. Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum membeli, guna mendapatkan tingkatan tekanan mmHg (milimeter merkuri) yang akurat sesuai stadium CVI yang kamu alami.

Tidak lupa, menjaga berat badan ideal melalui defisit kalori dan olahraga kardiovaskular ringan seperti berenang, bersepeda, atau jalan santai sangat direkomendasikan. Olahraga air seperti berenang atau aerobik air sangat luar biasa manfaatnya, karena daya apung air membantu menopang berat badan, dan tekanan hidrostatik air dari segala arah berfungsi bagaikan stoking kompresi alami bagi kedua kakimu.

Studi Terkait

Riset mengenai terapi vaskular terus berkembang dengan pesat. Sebuah studi meta-analisis berskala besar yang diterbitkan dalam Journal of Vascular Surgery and Phlebology pada pertengahan tahun 2026 mengungkapkan efektivitas jangka panjang penggunaan obat golongan flavonoid pada kasus insufisiensi vena lanjut. Riset yang melibatkan lebih dari 5.000 partisipan di berbagai negara ini menegaskan bahwa intervensi dini menggunakan Micronized Purified Flavonoid Fraction (MPFF) yang dikombinasikan dengan penggunaan stoking kompresi kelas II selama 12 bulan secara konsisten, mampu menurunkan risiko perkembangan ulkus vena hingga 65% dibandingkan pada kelompok kontrol yang hanya menggunakan terapi kompresi semata.

Studi klinis tahun 2026 lainnya dari American Venous Forum menyoroti bahwa modifikasi mikrobioma kulit di sekitar area dermatitis stasis dapat mempercepat penyembuhan radang vena kronis. Temuan-temuan mutakhir ini terus memperkuat panduan tata laksana medis bahwa pendekatan multidisiplin yang memadukan farmakoterapi venoaktif mutakhir, alat bantu kompresi yang sesuai, serta gaya hidup aktif, mutlak dibutuhkan untuk mendapatkan outcome atau hasil pengobatan yang memuaskan bagi pasien penderita insufisiensi vena.

Kesehatan sistem peredaran darah, khususnya area kaki yang sering terlupakan, wajib menjadi prioritas. Jangan sepelekan gejala pegal atau bengkak ringan. Segera penuhi kebutuhan obat harianmu dan akses layanan kesehatan terpercaya dengan praktis secara online.

## **Kapan Harus ke Dokter?**

Jika pembengkakan pada kaki semakin parah, muncul perubahan warna kulit menjadi gelap, atau terdapat luka ulkus yang tak kunjung sembuh, segera periksakan diri agar tidak memicu komplikasi fatal. Jangan tunda penanganan, segera konsultasikan dengan [Dokter Spesialis Penyakit Dalam](https://halodoc.onelink.me/cQvV/clxmvauq) di Halodoc.

## **Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?**

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.  
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
  • Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ## **Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?**

    Keluhan kesehatan bisa datang kapan saja. Daripada bingung mencari informasi sendiri, konsultasikan langsung dengan dokter umum dan spesialis di Halodoc:

  • ✅ Dokter tersedia 24 jam.
  • ✅ Dokter memiliki lisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP).
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Bisa dicover asuransi.
  • ✅ Privasi terjaga: Data kesehatan terlindungi dengan aman.
  • ✅ Bisa dapat resep resmi. Kamu bisa dapat resep obat online dan menebusnya setelah chat. 
  • ✅ Bisa juga beli obat langsung lewat WhatsApp Halodoc, tanpa download aplikasi, tanpa log in, dan produk yang diterima dijamin asli 100%. 
  • Tunggu apa lagi? Yuk hubungi dokter di Halodoc sekarang!

    Referensi

    • PubMed. Diakses pada 2026. Comprehensive Review of Chronic Venous Insufficiency Pathophysiology and Medical Management.
    • Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Venous Insufficiency: Symptoms, Causes, and Treatment Protocols.
    • World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Global Vascular Health Guidelines and Peripheral Venous Diseases.
    • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). Diakses pada 2026. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Penyakit Vena Kronik.

    FAQ

    1. Apakah insufisiensi vena bisa sembuh total secara alami?

    Kondisi ini tidak dapat sembuh total hanya dengan sendirinya karena melibatkan kerusakan mekanis pada katup vena. Namun, gaya hidup sehat dan obat-obatan dapat mengontrol gejalanya agar tidak semakin memburuk.

    2. Apa perbedaan utama antara varises biasa dan insufisiensi vena?

    Varises adalah pembesaran pembuluh darah yang terlihat di bawah kulit, yang merupakan salah satu gejala klinis dari insufisiensi vena. Insufisiensi vena sendiri adalah diagnosis menyeluruh mengenai ketidakmampuan vena mengalirkan darah dengan baik.

    3. Bolehkah memijat kaki yang bengkak akibat insufisiensi vena?

    Pemijatan ringan dari arah mata kaki menuju paha bisa membantu mendorong cairan kembali ke sirkulasi. Namun, dilarang memijat terlalu keras terutama jika terdapat varises besar karena berisiko memecahkan pembuluh darah.

    4. Berapa lama saya harus menggunakan stoking kompresi setiap hari?

    Idealnya, stoking kompresi dipakai sepanjang hari saat kamu beraktivitas dari pagi hingga sore hari. Kamu dianjurkan untuk melepaskan stoking tersebut di malam hari saat akan tidur.