Ad Placeholder Image

Kenali Penyebab Tubuh Sulit Mencerna Lactose Intolerance

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 06 Agustus 2026

Pahami Penyebab Tubuh Sulit Mencerna Susu dan Gejala Lactose Intolerance Secara Tepat

Kenali Penyebab Tubuh Sulit Mencerna Lactose IntoleranceKenali Penyebab Tubuh Sulit Mencerna Lactose Intolerance

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu merasa perut kembung, begah, atau bahkan mules dan diare setelah minum susu atau mengonsumsi keju? Jika iya, kamu mungkin mengalami kondisi yang dikenal sebagai lactose intolerance atau intoleransi laktosa. Kondisi ini terjadi ketika sistem pencernaan kesulitan mencerna laktosa, yaitu jenis gula alami yang terdapat di dalam susu dan produk olahannya.

Intoleransi laktosa berbeda dengan alergi susu. Alergi susu melibatkan respons sistem kekebalan tubuh terhadap protein susu, sedangkan intoleransi laktosa terjadi karena sistem pencernaan kekurangan enzim laktase. Tanpa enzim laktase yang cukup, laktosa yang masuk tidak dapat dipecah secara sempurna di usus halus.

Akibatnya, laktosa yang tidak terproses akan berpindah ke usus besar, di mana bakteri usus akan memfermentasikannya. Proses fermentasi inilah yang memicu timbulnya berbagai gas dan penumpukan cairan, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut.

Apa itu Lactose Intolerance?

Lactose intolerance adalah gangguan pencernaan yang ditandai dengan ketidakmampuan tubuh untuk mencerna laktosa secara optimal. Laktosa sendiri merupakan disakarida yang melimpah dalam susu sapi, susu kambing, serta produk turunannya seperti keju, es krim, dan mentega.

Kondisi ini terjadi karena usus halus tidak memproduksi cukup enzim laktase. Enzim laktase memiliki tugas penting untuk memecah laktosa menjadi molekul yang lebih sederhana, yaitu glukosa dan galaktosa, agar bisa diserap oleh tubuh dan diubah menjadi energi.

Penyebab dan Gejala Lactose Intolerance

Penyebab utama intoleransi laktosa dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis:

  • Intoleransi Laktosa Primer: Tipe paling umum yang terjadi akibat penurunan produksi laktase secara alami seiring bertambahnya usia.
  • Intoleransi Laktosa Sekunder: Terjadi akibat adanya peradangan atau cedera pada usus halus, seperti setelah mengalami infeksi usus, penyakit Celiac, atau penyakit Crohn.
  • Intoleransi Laktosa Kongenital: Kondisi langka sejak lahir di mana bayi tidak memiliki kemampuan memproduksi enzim laktase akibat kelainan genetik.

Gejala intoleransi laktosa biasanya muncul antara 30 menit hingga 2 jam setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung laktosa. Beberapa gejala umum meliputi:

  • Perut kembung dan sering buang angin.
  • Kram atau nyeri perut pada area bawah.
  • Diare dengan konsistensi tinja yang cair atau berbusa.
  • Rasa mual hingga muntah.
  • Perut berbunyi bergemuruh.

Cara Mengatasi Lactose Intolerance

Meskipun tidak dapat disembuhkan secara total, gejala intoleransi laktosa dapat dikendalikan dengan penanganan mandiri dan pengaturan pola makan yang tepat:

  • Membatasi Produk Susu: Kurangi porsi minum susu atau pilih produk susu yang berlabel bebas laktosa (lactose-free).
  • Mengonsumsi Produk Fermentasi: Yogurt atau keju keras (seperti cheddar atau parmesan) memiliki kadar laktosa yang lebih rendah sehingga lebih ramah bagi pencernaan.
  • Suplemen Enzim Laktase: Mengonsumsi tablet suplemen enzim laktase sebelum makan makanan berlaktosa dapat membantu mencegah timbulnya gejala. Kamu bisa melakukan beli obat online di Halodoc untuk memenuhi kebutuhan suplemen dan kesehatan pencernaanmu.
  • Memenuhi Asupan Kalsium Alternatif: Gantilah sumber kalsium dari susu dengan makanan lain seperti bayam, brokoli, atau susu nabati (susu almond, kedelai, atau oat).

Studi Terkait

Sebuah studi epidemiologi yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrients (2026) mengungkapkan bahwa diperkirakan sekitar 65–70% populasi dewasa di seluruh dunia mengalami penurunan kemampuan mencerna laktosa setelah masa kanak-kanak. Penelitian ini menekankan pentingnya identifikasi dini dan penyesuaian diet yang seimbang agar penderita tetap memperoleh kalsium serta nutrisi penting lainnya secara adekuat tanpa memicu gangguan pencernaan.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika gejalamu tidak membaik setelah mengubah pola makan atau kamu mengalami diare parah dan kram perut yang hebat, segera konsultasikan dengan Dokter Penyakit Dalam di Halodoc.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Dapatkan saran medis yang akurat dan terpercaya mengenai masalah pencernaan kamu. Kamu bisa memanfaatkan fitur konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja tanpa perlu keluar rumah.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan. 
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Referensi

Nutrients. Diakses pada 2026. Lactose Intolerance: Prevalence, Pathophysiology, and Management.
PubMed. Diakses pada 2026. Management of Lactose Intolerance in Adults.
WebMD. Diakses pada 2026. What Is Lactose Intolerance?
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Digestive Health and Dietary Intolerances.

FAQ

Apakah intoleransi laktosa sama dengan alergi susu?
Tidak, keduanya berbeda. Intoleransi laktosa merupakan gangguan sistem pencernaan akibat kekurangan enzim laktase, sedangkan alergi susu adalah reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap protein susu.

Apakah penderita intoleransi laktosa harus menghindari produk susu selamanya?
Tidak selalu. Banyak penderita masih bisa mentoleransi produk susu bebas laktosa, yogurt, atau menggunakan suplemen enzim laktase sebelum mengonsumsi olahan susu.

Apa saja makanan yang mengandung laktosa?
Laktosa dapat ditemukan pada susu sapi, susu kambing, keju, es krim, mentega, serta makanan olahan yang menambahkan turunan susu dalam komposisinya.

Bisakah intoleransi laktosa terjadi saat usia dewasa?
Ya, sangat mungkin. Tipe intoleransi laktosa primer secara alami berkembang seiring bertambahnya usia karena produksi enzim laktase tubuh yang mulai menurun secara perlahan.