Ad Placeholder Image

Kenali Posisi Tidur yang Aman saat Gondongan

3 menit
Ditinjau oleh  dr. Budiyanto, MARS   24 September 2025

Posisi tidur yang tepat saat gondongan bisa membantu meredakan nyeri serta mempercepat pemulihan penderita gondongan.

Kenali Posisi Tidur yang Aman saat GondonganKenali Posisi Tidur yang Aman saat Gondongan

DAFTAR ISI


Gondongan yang membuat leher menjadi bengkak dan nyeri terkadang membuat pengidapnya kesulitan tidur. Salah posisi sedikit saja, rasanya bisa makin sakit dan membuat gelisah.

Kabar baiknya, ada trik posisi tidur yang bisa bantu kamu tetap nyaman sekaligus mendukung proses pemulihan. 

Nah, seperti apa sih posisi tidur saat gondongan yang perlu diketahui pengidapnya?

Apa Itu Gondongan?

Gondongan (Mumps) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Paramyxovirus

Penyakit ini ditandai dengan pembengkakan pada kelenjar parotis, yaitu kelenjar air liur yang terletak di antara telinga dan rahang. Pembengkakan ini menyebabkan leher terlihat membesar dan terasa nyeri.

Posisi Tidur saat Gondongan

Tidur bisa terasa sulit saat gondongan karena pembengkakan kelenjar parotis. Berikut beberapa posisi tidur saat gondongan yang bisa membantu:

  • Tidur dengan bantal tambahan untuk menyangga kepala dan leher.
  • Tidur dengan posisi setengah duduk.
  • Hindari tidur tengkurap karena menekan kelenjar yang bengkak.
  • Konsultasikan dengan dokter jika tetap sulit menemukan posisi nyaman.

Ingin mengobati gondongan dengan dokter? Ini Dokter yang Bisa Dihubungi saat Terkena Gondongan. 

Cara Mengobati Gondongan di Rumah 

Meskipun tidak ada obat khusus, beberapa langkah berikut bisa membantu meredakan gejala gondongan:

  • Istirahat yang cukup.
  • Kompres hangat atau dingin pada area bengkak.
  • Konsumsi makanan lunak seperti bubur, sup, atau yoghurt.
  • Hindari makanan asam yang dapat memperparah nyeri.
  • Minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi.
  • Konsumsi obat pereda nyeri seperti paracetamol atau ibuprofen sesuai dosis.

Obati gondongan dengan konsumsi obat, Ini 7 Rekomendasi Obat Gondongan untuk Meredakan Gejala. 

Cara Mencegah Gondongan

Pencegahan terbaik adalah vaksinasi MMR (Measles, Mumps, Rubella). Vaksin diberikan dua kali, pada usia 12–15 bulan dan 4–6 tahun. Selain itu, beberapa hal lain yang bisa dilakukan antara lain: 

1. Jaga kebersihan diri

Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dapat membantu mencegah penyebaran virus gondongan.

2. Hindari kontak dengan penderita gondongan

Karena gondongan sangat menular melalui droplet (percikan air liur), sebaiknya hindari berbagi makanan, minuman, atau peralatan makan dengan orang yang sedang sakit.

3. Gunakan etika batuk dan bersin

Menutup mulut dan hidung dengan tisu atau siku bagian dalam saat batuk atau bersin bisa mengurangi risiko penyebaran virus.

4. Jaga imunitas tubuh

Pola makan sehat, cukup tidur, dan olahraga teratur membantu menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah tertular penyakit menular, termasuk gondongan.

Jika anak alami gondongan, Ini Pengobatan Gondongan pada Anak di Rumah. 

Kapan Harus ke Dokter? 

Segera cari pertolongan medis bila mengalami gondongan disertai:

  • Demam tinggi di atas 39°C.
  • Sakit kepala parah.
  • Kaku leher.
  • Nyeri perut.
  • Pembengkakan pada testis (pria).
  • Kebingungan atau disorientasi.
  • Kejang.

Kesimpulan

Gondongan adalah penyakit menular akibat virus. Walau tidak ada obat khusus, gejala bisa diredakan dengan istirahat cukup, konsumsi makanan lunak, minum banyak cairan, serta kompres hangat atau dingin. 

Pencegahan terbaik adalah vaksinasi MMR. Jika gejala memburuk atau muncul komplikasi, segera konsultasikan ke dokter.

Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan obat atau produk kesehatan lainnya yang kamu butuhkan di Toko Kesehatan Halodoc.

Produknya 100% asli original dan tepercaya. Tak perlu keluar rumah, produk diantar dalam waktu 1 jam. 

Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi: 
Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. Mumps: Causes, Symptoms & Treatment. 
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Mumps – Symptoms & Causes. 
NHS UK. Diakses pada 2025. Mumps.