• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Kesalahan Umum saat Menggunakan Hand Sanitizer

5 Kesalahan Umum saat Menggunakan Hand Sanitizer

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Banyak negara yang mulai bersiap menjalani new normal di tengah pandemi corona (COVID-19), termasuk Indonesia. Perkantoran, pasar, mall, dan transportasi umum mulai dibuka dan beroperasi kembali. Tentunya, masyarakat diimbau untuk mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, seperti pakai masker, rutin cuci tangan, dan selalu sedia hand sanitizer ketika bepergian.

Bicara soal hand sanitizer, banyak orang yang mungkin berpikir bahwa cairan antiseptik pengganti cuci tangan darurat ini bisa benar-benar melindungi dari kuman dan virus corona yang menempel di tangan. Ya, anggapan itu memang tidak salah kok, jika memang hand sanitizer digunakan dengan benar. Masalahnya, ada beberapa kesalahan yang umum dilakukan saat menggunakan hand sanitizer, sehingga membuatnya jadi tak efektif.

Baca juga: Lebih Baik Mana, Cuci Tangan atau Pakai Hand Sanitizer?

Cara Menggunakan Hand Sanitizer yang Tidak Tepat

Segala sesuatu perlu digunakan dengan benar, jika ingin merasakan manfaatnya. Hal ini juga berlaku bagi hand sanitizer. Jika kamu tidak menggunakannya dengan benar, tentu keefektifan yang dijanjikan tak lagi bisa kamu rasakan. Nah, berikut beberapa kesalahan umum saat menggunakan hand sanitizer, yang mungkin jarang disadari:

1. Asal Gosok Saja

Menggunakan hand sanitizer tidak hanya sekadar menuangkan beberapa tetes ke telapak tangan, lalu menggosoknya dengan asal. Analoginya sama seperti cuci tangan dengan air dan sabun. Jika kamu hanya sekadar membasahi tangan, melumurinya dengan sabun, menggosok sedikit lalu membilasnya, apa seluruh kuman yang menempel akan bersih? Tentu tidak.

Kamu mungkin telah mendengar anjuran yang digaungkan di mana-mana, tentang pentingnya cuci tangan dengan benar, bukan? Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun (yang diklaim lebih efektif dari hand sanitizer) saja perlu dilakukan minimal 20 detik, dengan menggosok seluruh area tangan, sela-sela jari, dan kuku, jika ingin benar-benar bebas dari kuman.

Nah, menggunakan hand sanitizer pun begitu. Kamu sebaiknya jangan asal gosok saja. Dalam jurnal peer-review Emerging Infectious Disease, yang dikeluarkan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC), penggunaan hand sanitizer setidaknya harus dilakukan selama 30 detik, agar bisa ampuh menonaktifkan virus corona yang menempel di tangan.

Selama 30 detik penggunaan itu, pastikan kamu menggosok seluruh area tangan. Mulai dari telapak tangan, sela-sela jari dan kuku, hingga semua bagian tangan terbasahi cairan hand sanitizer. Kemudian, jangan dulu menyentuh apapun hingga hand sanitizer mengering di tangan. 

Baca juga: Penting untuk Kesehatan, Inilah Cara Mencuci Tangan yang Benar

2. Menggunakannya saat Tangan Sedang Kotor

Meski bisa membunuh kuman, hand sanitizer tidak akan efektif jika kamu menggunakannya ketika tangan sedang kotor berlumuran sesuatu, seperti lumpur atau setelah makan dengan menggunakan tangan. Jadi, jika kamu habis berkebun atau melakukan sesuatu yang membuat tangan berlumuran kotoran, sebaiknya cuci tangan dengan air dan sabun saja.

3. Saat Menyiapkan Bahan Masakan

Ketika sedang menyiapkan bahan masakan di dapur, tangan tentu memegang banyak hal. Misalnya, setelah iris bawang lalu memotong daging, kemudian memotong yang lain. Nah, tangan yang kotor karena memegang bawang atau daging itu sebaiknya jangan dibersihkan dengan hand sanitizer, ya. Sebab, hand sanitizer bisa saja malah mengontaminasi bahan masakan. Jika memang sedang memasak, cuci tanganlah dengan air dan sabun saat ingin membersihkan tangan.

4. Terlalu Sering

Jaga kebersihan harus, waspada terhadap penularan virus corona boleh, tetapi jangan sampai terlalu berlebihan, hingga kamu terlalu sering pakai hand sanitizer setiap ada kesempatan. Apalagi jika sebenarnya kamu tidak habis menyentuh benda yang berpotensi terpapar kuman, atau baru saja menggunakan hand sanitizer setengah jam yang lalu. 

Ingatlah bahwa kuman bisa menjadi resisten atau kebal terhadap produk pembersih, termasuk hand sanitizer. Jadi, semakin kamu sering menggunakan hand sanitizer, semakin besar kemungkinan kuman untuk toleran terhadap alkohol dan bahan pembersih yang terkandung di dalamnya. 

Gunakanlah hand sanitizer jika memang dirasa perlu. Penting untuk diingat juga bahwa jika memang kamu dekat dengan sumber air dan memungkinkan untuk cuci tangan, pilihlah cuci tangan ketimbang hand sanitizer. Baik WHO ataupun CDC, lebih merekomendasikan cuci tangan dengan air dan sabun, karena hand sanitizer sebenarnya hanya menonaktifkan kuman, bukan menghilangkannya dari tangan. 

Baca juga: Jarang Cuci Tangan? Waspada 5 Penyakit Ini

5. Orang di Sekitar Tidak Mematuhi Protokol Kesehatan

Berapa liter pun hand sanitizer yang kamu gunakan, tidak akan menjamin kamu terbebas dari risiko tertular COVID-19. Sebab, perlu diingat bahwa cara penularan utama virus corona adalah dari cipratan droplets ketika pengidapnya batuk, bersin, atau berbicara.

Menggunakan hand sanitizer pun tidak akan efektif melindungi dari virus corona, jika orang di sekitar kamu tidak mematuhi protokol kesehatan. Misalnya, ia tidak menggunakan masker atau tidak menutup mulut dan hidung ketika bersin atau batuk. 

Jadi, alih-alih mengandalkan hand sanitizer saja, terapkan juga kebiasaan untuk menjaga jarak fisik dengan orang lain dan tingkatkan pola hidup sehat agar imunitas terjaga. Kalau tidak enak badan, segera bicarakan dengan dokter di aplikasi Halodoc, agar kamu bisa segera mendapatkan saran pengobatan terbaik.

Referensi
CDC. Diakses pada 2020. Show Me the Science – When & How to Use Hand Sanitizer in Community Settings.
Very Well Health. Diakses pada 2020. How to Properly Use Hand Sanitizer.