Jarang Cuci Tangan? Waspada 5 Penyakit Ini

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
jarang-cuci-tangan-waspada-5-penyakit-ini-halodoc

Halodoc, Jakarta - Penyebaran bakteri dan virus dapat terjadi dari berbagai faktor dan perantara, salah satunya adalah tangan yang kotor. Seringkali diabaikan, lupa mencuci tangan dengan sabun dapat meningkatkan risiko berbagai macam penyakit. Hal ini disebabkan oleh kuman seperti bakteri dan virus, dapat menempel di tangan, lalu masuk ke dalam tubuh melalui anus, mulut, hidung dengan mudah. 

Semakin banyak tangan memegang sesuatu, kuman penyakit akan semakin banyak hinggap di tangan. Yuk ketahui penyakit apa saja yang dapat muncul, akibat jarang cuci tangan, di sini! 

  1. Flu

Flu adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus influenza dan dapat menyerang tenggorokan, hidung, hingga paru-paru. Gejala utama flu adalah hidung tersumbat, pilek, batuk, hingga berbagai infeksi saluran pernapasan. Umumnya, penularan flu sangat tinggi di musim pancaroba dan musim penghujan. 

Penularan flu dapat terjadi dengan mudah terhadap orang lain. Terutama, saat 3-4 hari pertama setelah pengidapnya terinfeksi. Virus influenza yang menempel pada tangan akibat lupa cuci tangan dapat menjadi media penularan. Cuci tangan setelah berinteraksi dengan pengidap flu, sangat dianjurkan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko penularan penyakit tersebut. 

Baca juga: Pancaroba Siap Datang, Cegah Flu dengan 10 Cara Ini

  1. Batuk 

Batuk sebenarnya adalah respon alami tubuh saat sistem pertahanan saluran nafas mengalami gangguan dari luar. Berbagai penyakit juga dapat menyebabkan batuk, seperti radang tenggorokan, dan flu yang disebabkan oleh virus, hingga tuberkulosis yang disebabkan oleh bakteri. 

Penularan batuk paling sering terjadi akibat perantara tangan yang kotor. Penyebab utamanya adalah kuman penyebab batuk hinggap di tangan yang kotor. Tangan tersebut kemudian memegang makanan yang dimasukan ke mulut, atau menyentuh mulut. Akibatnya, virus dapat dengan mudah masuk tubuh dan melemahkan daya tahan tubuh pengidapnya. Batuk memiliki berbagai jenis, seperti batuk kering dan batuk berdahak. 

  1. Diare

Diare adalah kondisi ketika pengidapnya buang air besar (BAB) dengan frekuensi yang tinggi. Selain sering, feses pengidap diare akan lebih encer dari biasanya. Jika tidak segera ditangani, diare dapat menjadi berbahaya karena menyebabkan dehidrasi hingga demam.  

Diare memiliki berbagai faktor penyebab, seperti keracunan makanan kadaluarsa. Tetapi, penularan juga diare dapat terjadi dari paparan feses atau tinja yang sudah terinfeksi kuman diare. Maka, setelah buang air besar dan kecil, cuci tangan dengan sabun harus dilakukan. Hal ini tentu saja bertujuan untuk menghindari penularan penyakit diare. 

  1. Konjungtivitis

Debu, kotoran, serta kuman seringkali hinggap di tangan tanpa kita sadari. Tangan yang kotor, jika langsung menyentuh mata, tentu memberikan dampak negatif. Hal ini dapat menyebabkan konjungtivitis atau peradangan konjungtiva. Konjungtivitis memiliki gejala berupa mata merah, sering terasa gatal seperti ada pasir. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, tetapi anak-anak paling sering tertular penyakit ini. Selain infeksi kuman (bakteri atau virus) konjungtivitis juga dapat disebabkan oleh alergi, jamur, amuba, hingga parasit. 

Baca juga: Jangan Sepelekan Kondisi Mata Merah, Ini Dampak Buruknya

  1. Berbagai Penyakit Kulit 

Jarang mencuci tangan dengan sabun, meningkatkan risiko penularan penyakit kulit. Bakteri yang menumpuk pada tangan dapat menyebabkan gatal-gatal pada kulit, bentol, hingga munculnya bisul pada kulit. Selain itu, penyakit kulit lain, seperti impetigo juga dapat menyerang kamu akibat memiliki tangan yang kotor. Impetigo adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri dan sering dikira sebagai cacar air. Penularan penyakit ini dapat terjadi akibat bersentuhan kulit dengan pengidapnya, atau barang-barang perantara yang sudah dihinggapi oleh bakteri penyebab impetigo. 

Baca juga: Ini Cara Membedakan Impetigo dengan Cacar Air pada Anak

 Untuk mengurangi risiko berbagai penyakit tersebut, dapat dilakukan dengan rajin cuci tangan menggunakan sabun setelah berinteraksi dengan orang lain, atau memegang sesuatu yang kotor. Jika kamu merasakan gejala gatal pada kulit kulit yang tak kunjung hilang, atau mengalami batuk yang tak kunjung hilang, kamu dapat menghubungi dokter di Halodoc. Penanggulangan yang cepat dan tepat tentu dapat mencegah timbulnya gejala yang lebih parah. 

Referensi: 

Cdc.gov. Diakses pada 2019. Why Wash Your Hands?