• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Efek Negatif Bangun Tidur Terlalu Siang
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Efek Negatif Bangun Tidur Terlalu Siang

Ketahui Efek Negatif Bangun Tidur Terlalu Siang

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 25 Desember 2020
Ketahui Efek Negatif Bangun Tidur Terlalu Siang

Halodoc, Jakarta - Bagaimana kamu memulai hari? Ternyata, memulai hari lebih awal bisa membantu meningkatkan produktivitas dan fokus sepanjang sisa hari. Namun, apakah kamu termasuk kelompok orang yang terbiasa begadang dan bangun terlalu siang? Tahukah kamu jika kebiasaan ini tidak baik untuk kesehatan tubuh? Temukan pembahasannya di bawah ini!

Tubuh membutuhkan waktu untuk beristirahat, tidak hanya malam hari, tetapi juga siang hari. Jika kamu beraktivitas terlalu padat di siang hari dan tidak mengizinkan tubuh beristirahat pada malamnya, ini sangat berbahaya untuk kesehatan tubuhmu. Sayangnya, masih banyak orang yang menganggap hal ini sepele dan terus mempertahankan kebiasaan tersebut.

Dampak Negatif Bangun Tidur Terlalu Siang

Beberapa orang harus merelakan waktu tidur malamnya untuk bekerja jika mengambil pekerjaan shift. Ini membuat jam tidur menjadi terbalik karena harus beraktivitas pada malam hari ketika tubuh seharusnya beristirahat. Sebenarnya, tidak masalah selama tubuh mendapatkan cukup waktu untuk rehat.

Baca juga: Tips Supaya Lebih Gampang Tidur

Sering kali, dampak negatif kurang tidur terjadi jika kamu terbiasa begadang dan bangun terlalu pagi. Namun, bangun terlalu siang pun sama negatifnya dengan begadang. Bukan, bangun siang bukan berarti kamu berhasil mengganti jam tidur yang hilang. Kamu justru akan merasakan beberapa dampak berikut ini dalam tubuh:

  • Sakit Kepala

Tidur berlebihan bisa mengakibatkan sakit kepala. Kondisi ini terjadi karena kerja senyawa kimia pada otak atau neurotransmitter seperti halnya serotonin. Ketika kinerja senyawa ini mengalami gangguan, akan muncul masalah terhadap aktivitas pada otak, sehingga kamu akan merasa sakit kepala. 

  • Obesitas

Tidur yang lebih lama dari 9 hingga 10 jam juga meningkatkan risiko terjadinya obesitas. Kondisi ini juga bisa menjadi dampak ketika kamu mengalami kurang tidur. Ketika kamu tidur terlalu lama, kamu akan melewatkan waktu makan, sehingga akan membuat kamu makan berlebihan saat terbangun nantinya. 

  • Risiko Gangguan Mental

Kesulitan tidur atau insomnia bisa berdampak pada risiko depresi. Namun, ternyata, beberapa pengidap depresi turut mengalami masalah tidur berlebihan. Apabila kondisi ini tidak mendapatkan penanganan, depresi akan semakin buruk. Tidak hanya itu, tidur berlebihan juga meningkatkan risiko terjadinya gangguan kecemasan, kesulitan berkonsentrasi, gangguan memori, dan kelelahan.

Baca juga: Sulit Tidur, Coba Atasi dengan 7 Cara Ini

  • Sakit Punggung

Nyeri pada punggung bisa mereda dengan beristirahat. Akan tetapi, terlalu lama tidur justru meningkatkan risiko sakit punggung. Tidur terlalu lama, terlebih pada posisi yang sama, seperti telentang, akan membuat tulang punggung menjadi kaku dan terasa nyeri. 

Kurang tidur atau tidur terlalu lama sering disalahartikan. Meski kurang tidur tidak baik untuk kesehatan, tetapi tidur terlalu lama juga sama buruknya. Hal penting yang harus kamu ingat adalah kamu mendapatkan waktu istirahat sesuai dengan kebutuhan, yaitu selama 7‒8 jam. 

Baca juga: Jangan Anggap Sepele, Gangguan Tidur Membahayakan Kesehatan

Namun, bukan tidur larut malam untuk bangun lebih siang, kamu dianjurkan untuk tidur lebih awal dan bangun lebih awal. Bangun pagi akan membuat tubuhmu lebih segar dan produktivitas akan meningkat. Kamu pun memiliki lebih banyak waktu untuk beraktivitas. 

Kalau kamu mengalami gangguan tidur, kamu bisa menanyakan solusinya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Jadi, kamu tetap mendapatkan tidur cukup dan berkualitas setiap harinya. 



Referensi:
Mensopedia. Diakses pada 2020. Is Waking Up Late Bad for Your Health?