Nyeri Punggung

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Nyeri Punggung

Nyeri punggung adalah salah satu penyakit yang paling umum. Sebagian besar orang mengalami nyeri punggung setidaknya sekali seumur hidupnya. Untungnya, nyeri punggung adalah kondisi yang bisa dicegah dan diredakan. Jika pencegahan gagal, perawatan rumah yang sederhana dan postur tubuh yang tepat sering kali dapat menyembuhkan nyeri punggung dalam beberapa minggu dan membuatnya tetap berfungsi. Operasi jarang diperlukan untuk mengobati sakit punggung.

 

Faktor Risiko Nyeri Punggung

Siapa saja dapat mengalami nyeri punggung, bahkan anak-anak dan remaja. Terdapat beberapa faktor risiko yang rentan terkena nyeri punggung, seperti usia di atas 30 atau 40 tahun, kurang berolahraga, kelebihan berat badan, memiliki penyakit tertentu, proses pengangkatan beban berat yang tidak benar, kondisi psikologis, serta merokok.

Baca juga: Hati-Hati, 7 Jenis Pekerjaan Ini Rentan Terkena Nyeri Punggung

 

Penyebab Nyeri Punggung

Nyeri punggung yang datang tiba-tiba dan berlangsung tidak lebih dari enam minggu (akut) dapat disebabkan oleh jatuh atau mengangkat beban yang berat. Sedangkan nyeri punggung yang berlangsung lebih dari tiga bulan (kronis) jarang terjadi dibandingkan nyeri akut.

Kondisi nyeri punggung umumnya memengaruhi otot atau regangan ligamen, biasanya karena sering mengangkat beban yang berat atau gerakan canggung yang tiba-tiba. Bisa juga karena diskus yang pecah, yang normalnya bertindak sebagai bantalan di antara tulang-tulang (vertebrae) di tulang belakang.

Jika ada penyebab tertentu atau trauma, bahan lunak di dalam disk dapat membengkak atau pecah dan menekan saraf. Penyebab nyeri punggung lainnya karena radang sendi, skoliosis, atau osteoporosis.

Baca juga: Jangan Sepelekan Nyeri Punggung pada Anak, Ini Penyebabnya

 

Gejala Nyeri Punggung

Tanda dan gejala nyeri punggung meliputi sakit otot sekitar, nyeri yang terasa tajam, memburuk dengan membungkuk, mengangkat, berdiri atau berjalan, membaik dengan berbaring.

Sebagian besar nyeri punggung berangsur-angsur membaik dengan perawatan di rumah dan perawatan diri, biasanya dalam beberapa minggu. Jika belum  membaik setelah waktu tersebut, pengidap sebaiknya pergi ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut.

 

Diagnosis Nyeri Punggung

Untuk mendiagnosis nyeri punggung, pertama-tama dokter akan memeriksa punggung pengidap dan menilai kemampuannya untuk duduk, berdiri, berjalan, dan mengangkat kaki. Dokter mungkin juga akan meminta pengidap untuk menilai rasa sakit pada skala nol hingga 10. Penilaian ini membantu menentukan dari mana rasa sakit berasal, seberapa banyak pengidap dapat bergerak sebelum rasa sakit memaksa untuk berhenti dan apakah ada tanda kejang otot. Pemeriksaan fisik juga berguna untuk menyingkirkan penyebab sakit punggung yang lebih serius.

Bila dokter mencurigai adanya kondisi tertentu yang menyebabkan sakit punggung, dokter dapat menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang yang biasanya digunakan untuk menegakkan diagnosis nyeri punggung, antara lain:

  • Foto X-ray, guna melihat radang sendi atau patah tulang.

  • MRI atau CT scan, untuk menghasilkan gambar yang dapat menggambarkan disk atau masalah herniasi dengan tulang, otot, jaringan, tendon, saraf, ligamen dan pembuluh darah.

  • Sementara tes darah lengkap dapat membantu menentukan adanya infeksi atau kondisi lain yang mungkin menyebabkan rasa sakit.

  • Dalam kasus yang jarang terjadi, bone scan dapat dilakukan untuk mencari tumor tulang atau fraktur kompresi yang disebabkan oleh osteoporosis.

  • Sementara Electromyography (EMG) mengukur impuls listrik yang dihasilkan oleh saraf dan respons otot guna mengkonfirmasi kompresi saraf yang disebabkan oleh herniasi diskus atau penyempitan kanal tulang belakang (stenosis tulang belakang).

 

Pengobatan Nyeri Punggung

Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen atau natrium naproksen dapat meredakan nyeri punggung akut. Disarankan tidak terlalu sering menggunakannya, karena dapat menyebabkan efek samping yang serius. Obat lainnya dapat digunakan jika penyebab karena ketegangan otot adalah relaksan otot, tetapi dapat membuat rasa pusing dan mengantuk. Penghilang rasa sakit topikal berupa krim, salep, atau salep yang digosokkan ke bagian nyeri juga bisa jadi pilihan.

Narkotika berupa golongan opioid dan antidepresan dapat diberikan jika ada indikasi khusus dari dokter. Obat ini tidak dijual dengan bebas, jadi hanya bisa didapatkan melalui resep dokter. Langkah lain yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan injeksi antiradang pada lokasi nyeri, atau obat anestesi ke ruang epidural untuk mengurangi nyeri. Suntikan steroid atau antiradang ini membantu mengurangi peradangan di sekitar akar saraf, tetapi penghilang nyeri biasanya berlangsung kurang dari beberapa bulan.

Baca juga: Ini Tindakan Medis untuk Atasi Nyeri Punggung Kronis

 

Pencegahan Nyeri Punggung

Cara mencegah nyeri punggung adalah dengan memperbaiki kondisi fisik dan belajar serta melatih postur tubuh yang tepat. Melakukan olahraga aerobik low-impact reguler, atau aktivitas fisik yang tidak menekan atau menggetarkan punggung juga baik untuk meningkatkan kekuatan dan ketahanan di punggung dan memungkinkan otot berfungsi lebih baik. Berjalan dan berenang adalah pilihan yang bagus.

Pengidap juga perlu membangun kekuatan dan fleksibilitas otot, mempertahankan berat badan yang sehat, berhenti merokok, menghindari gerakan yang memelintir atau membebani punggung, agar bisa terhindar dari nyeri punggung.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Dalam kasus yang jarang terjadi, nyeri punggung menandakan masalah medis yang serius. Segera hubungi dokter jika nyeri punggung disertai dan demam cedera pada bagian lainnya.

 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Back pain.
Medical News Today. Diakses pada 2019. Back pain: Causes, symptoms, and treatments.

Diperbarui pada 16 September 2019