Ad Placeholder Image

Ketahui Kadar Kolesterol Normal Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin

12 menit
Ditinjau oleh  dr. Fauzan Azhari SpPD   08 Mei 2026

Kadar kolesterol normal untuk di atas 20 tahun adalah 125–200 mg/dL.

Ketahui Kadar Kolesterol Normal Berdasarkan Usia dan Jenis KelaminKetahui Kadar Kolesterol Normal Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin

DAFTAR ISI


Terlalu banyak kolesterol dalam darah dapat menyebabkan penumpukan lemak di dinding arteri. Hal ini dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke. 

Itulah sebabnya mengapa perlu melakukan pemeriksaan kolesterol, tujuannya untuk mengetahui kadar  kolesterol dalam tubuh. Kadar kolesterol masing-masing orang bisa berbeda, tergantung usia dan jenis kelaminnya. Baca selengkapnya di sini!

Apa Itu Kolesterol HDL?

Kolesterol HDL adalah singkatan dari High-Density Lipoprotein, sebuah molekul yang dikenal sebagai kolesterol “baik” karena peran protektifnya terhadap kesehatan jantung. Berbeda dengan LDL (Low-Density Lipoprotein) yang menumpuk lemak di dinding arteri, HDL justru bekerja sebagai pembersih pembuluh darah.

HDL berfungsi mengumpulkan kolesterol berlebih dari sel-sel tubuh, jaringan, dan dinding pembuluh darah. Lemak yang dikumpulkan kemudian diangkut kembali menuju hati (liver). Di dalam hati, kolesterol tersebut akan dipecah, diproses ulang, atau dikeluarkan dari tubuh melalui empedu.

Kadar HDL yang optimal membantu mencegah pembentukan plak lemak atau aterosklerosis yang memicu penyumbatan darah. Hal ini menjadikan pemantauan kadar kolesterol HDL sangat krusial dalam evaluasi risiko kardiovaskular secara menyeluruh.

Tubuh sebenarnya membutuhkan kolesterol untuk menjalankan fungsi penting, seperti membangun dinding sel dan memproduksi hormon. 

Namun, kolesterol harus berada dalam kadar yang seimbang.

Terlalu banyak kolesterol, terutama jenis yang disebut kolesterol LDL (low-density lipoprotein) atau “kolesterol jahat,” dapat menyebabkan penumpukan plak di pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Sebaliknya, ada juga kolesterol HDL (high-density lipoprotein) atau “kolesterol baik,” yang membantu membawa kolesterol jahat dari pembuluh darah kembali ke hati untuk diproses dan dibuang. 

Gejala Kadar HDL Rendah

Kadar kolesterol HDL yang rendah sering kali tidak memicu gejala fisik secara langsung pada tahap awal. Kondisi ini bersifat asimtomatik (tanpa gejala) sehingga sering kali tidak disadari oleh individu yang bersangkutan. Gejala biasanya baru muncul ketika sudah terjadi komplikasi pada pembuluh darah.

Jika kadar HDL rendah dibarengi dengan LDL yang tinggi dalam waktu lama, plak dapat menumpuk dan mempersempit pembuluh darah. Kondisi ini dapat menyebabkan gejala seperti nyeri dada (angina), sesak napas, atau cepat lelah saat beraktivitas fisik. Dalam kasus yang lebih berat, gejala serangan jantung atau stroke bisa menjadi tanda pertama adanya masalah kolesterol.

Pemeriksaan laboratorium rutin merupakan satu-satunya cara untuk mengetahui secara pasti tingkat HDL dalam darah. Gejala luar seperti munculnya gumpalan lemak kuning di kelopak mata (xanthelasma) terkadang dapat ditemukan pada kasus gangguan metabolisme lemak yang parah.

Penyebab Rendahnya Kadar HDL

Penyebab rendahnya kadar kolesterol HDL adalah kombinasi antara faktor gaya hidup yang tidak sehat, kondisi medis tertentu, dan faktor genetik. Kurangnya aktivitas fisik menjadi faktor utama yang paling umum ditemukan dalam masyarakat modern.

Faktor gaya hidup lainnya meliputi kebiasaan merokok, konsumsi alkohol berlebih, dan pola makan tinggi lemak trans atau gula tambahan. Obesitas, terutama lemak perut yang berlebih, juga secara sistemik menurunkan produksi lipoprotein densitas tinggi ini di dalam tubuh.

Beberapa kondisi medis seperti diabetes tipe 2, sindrom metabolik, dan penyakit ginjal kronis diketahui dapat mengganggu keseimbangan profil lipid. Selain itu, penggunaan obat-obatan tertentu seperti beta-blocker, steroid anabolik, dan progestin juga dapat berkontribusi pada penurunan kadar HDL.

Kadar Kolesterol Normal Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin

Kadar kolesterol HDL normal adalah bervariasi tergantung pada rentang usia dan jenis kelamin individu. Secara umum, kadar HDL yang lebih tinggi dianggap lebih baik untuk memproteksi sistem kardiovaskular dari risiko penyakit kronis.

Kadar HDL pada Orang Dewasa

Untuk pria dewasa, kadar HDL yang sehat adalah di atas 40 mg/dL (miligram per desiliter). Sedangkan untuk wanita dewasa, kadar HDL minimal yang disarankan adalah di atas 50 mg/dL.

Kadar HDL di atas 60 mg/dL dianggap sangat baik dan memberikan perlindungan maksimal terhadap penyakit jantung. Sebaliknya, kadar di bawah 40 mg/dL dianggap sebagai faktor risiko utama bagi kesehatan arteri.

Kadar HDL pada Anak-anak dan Remaja

Pada anak-anak dan remaja (usia 19 tahun ke bawah), kadar kolesterol HDL yang ideal adalah minimal 45 mg/dL. Kadar di bawah 40 mg/dL pada kelompok usia ini memerlukan perhatian khusus dan perubahan pola hidup.

Pengecekan rutin disarankan mulai dilakukan pada usia 9 hingga 11 tahun, terutama jika terdapat riwayat keluarga dengan penyakit jantung prematur atau kadar kolesterol tinggi.

Faktor yang Memengaruhi Kolesterol

Beberapa faktor yang dapat memengaruhi kadar kolesterol dalam darah meliputi:

  • Usia: Kadar kolesterol cenderung meningkat seiring bertambahnya usia.
  • Jenis kelamin: Sebelum menopause, wanita cenderung memiliki kadar kolesterol total dan LDL yang lebih rendah daripada pria.
  • Riwayat keluarga: Riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi dapat meningkatkan risikomu.
  • Berat badan: Kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL dan menurunkan kadar kolesterol HDL.
  • Diet: Diet tinggi lemak jenuh, lemak trans, dan kolesterol dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL.
  • Kurang aktivitas fisik: Kurang aktivitas fisik dapat menurunkan kadar kolesterol HDL.
  • Merokok: Merokok dapat menurunkan kadar kolesterol HDL dan meningkatkan kadar kolesterol LDL.

Kondisi medis tertentu: Beberapa kondisi medis, seperti diabetes, penyakit ginjal, dan hipotiroidisme, dapat memengaruhi kadar kolesterol.

Diagnosis Melalui Profil Lipid

Diagnosis kadar kolesterol HDL adalah dilakukan melalui tes darah yang disebut profil lipid atau panel lemak. Prosedur ini dilakukan oleh tenaga medis untuk mengukur total kolesterol, LDL, HDL, dan trigliserida secara bersamaan.

Sebelum pengambilan sampel darah, biasanya diperlukan puasa selama 9 hingga 12 jam untuk memastikan hasil yang akurat. Sampel darah diambil dari pembuluh darah vena di lengan dan dianalisis di laboratorium menggunakan metode enzimatik.

Hasil tes akan memberikan gambaran menyeluruh mengenai risiko kesehatan jantung seseorang. Dokter akan mengevaluasi angka HDL dalam hubungannya dengan rasio kolesterol total untuk menentukan strategi penanganan yang paling tepat.

Risiko Kesehatan akibat Kolesterol Tinggi

Kadar kolesterol yang tinggi dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius, antara lain:

Penyakit jantung koroner

Penumpukan plak di arteri koroner dapat mengurangi aliran darah ke jantung, meningkatkan risiko serangan jantung.

Stroke

Jika plak pecah dan membentuk gumpalan darah yang menghalangi aliran darah ke otak, stroke dapat terjadi.

Aterosklerosis

Penumpukan plak di dinding arteri menyebabkan pengerasan dan penyempitan arteri, mengganggu aliran darah.

Riset Seputar Kolesterol

Berdasarkan riset yang dirilis oleh jurnal Nutrition, Metabolism & Cardiovascular Diseases, terdapat beberapa makanan rendah lemak jenuh yang mampu menurunkan kadar LDL atau kolesterol jahat dengan signifikan, di antaranya yaitu:

  • Minyak kanola
  • Oat, barley, atau psyllium
  • Makanan dengan tambahan sterol/stanol tumbuhan
  • Alpukat
  • Kunyit

Sementara itu, makanan lain seperti kedelai, kacang-kacangan, biji rami, dan teh hijau juga mampu menurunkan kadar LDL meski efeknya lebih kecil. 

Sebaliknya, kopi yang tidak disaring sangat berpengaruh dalam peningkatan kolesterol jahat. 

Penemuan ini dapat menjadi panduan untuk menyusun saran diet yang lebih efektif dalam mengelola hiperkolesterolemia.

Kenali Tingkat Kadar Kolesterol Normal

Ada banyak informasi yang belum tentu valid mengenai kolesterol. Cek kejelasan 6 Mitos Tentang Kolesterol yang Perlu Diketahui untuk mendapatkan fakta jelasnya.

Nah, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kisaran kolesterol HDL (High Density Lipoprotein)  dan LDL (Low Density Lipoprotein) normal bervariasi berdasarkan usia. Kolesterol HDL adalah kolesterol “baik” yang biasanya dibutuhkan lebih banyak.

Sedangkan kolesterol LDL adalah kolesterol “jahat” yang diharapkan untuk tidak berada pada kadar yang tinggi. 

Bagi sebagian besar orang dewasa sehat berusia 19 tahun ke atas, LDL harus kurang dari 100 miligram per desiliter (mg/dL), dan HDL harus lebih besar dari 40 mg/dL.

Untuk remaja dan anak-anak berusia 19 tahun ke bawah, LDL harus kurang dari 110 mg/dL, sedangkan HDL harus lebih besar dari 45 mg/dL.

Meski begitu, terdapat rentang LDL dan HDL ideal yang berbeda berdasarkan usia dan jenis kelamin. Seperti apa kadar normalnya?

1. Laki-laki <19 tahun

  • Total kolesterol: <170 mg/dL.
  • LDL: <110 mg/dL.
  • HDL: >45 mg/dL.

2. Laki-laki >20 tahun

  • Total kolesterol: 125–200 mg/dL
  • LDL: >100 mg/dL.
  • HDL:  >40 mg/dL.

3. Perempuan <19 tahun

  • Total kolesterol:170 mg/dL.
  • LDL: <110mg/dL.
  • HDL: <45 mg/dL.

4. Perempuan >20 tahun

  • Total kolesterol: 125–200 mg/dL.
  • LDL: <100 mg/dL.
  • HDL: >50 mg/dL.

Seseorang yang memiliki kolesterol tinggi biasanya tidak memiliki gejala. Inilah sebabnya mengapa penting untuk memeriksakan kadar kolesterol secara rutin.

Jika memang memiliki gejala, gejala tersebut sering kali dikaitkan dengan kondisi lain. Contohnya seperti tekanan darah tinggi yang dapat menyebabkan kelelahan, nyeri dada, dan detak jantung tidak teratur.

Centers for Disease Control and Prevention – Amerika Serikat menganjurkan orang dewasa untuk memeriksakan kolesterol setiap empat hingga enam tahun sekali. Faktor risiko juga menentukan seberapa sering kolesterol harus diperiksa. 

Orang dewasa yang memiliki riwayat kolesterol tinggi, penyakit jantung, diabetes, atau obesitas memerlukan pemeriksaan yang lebih sering.

Sedangkan lansia mungkin perlu diperiksa setiap tahun selama pemeriksaan fisik rutin.

Anak-anak harus memeriksakan kolesterolnya setidaknya sekali antara usia 9 dan 11 tahun dan sekali lagi antara usia 17 dan 20 tahun.

Nah, bagi kamu yang mengidap kolesterol tinggi, ada beberapa obat-obatan yang cukup efektif untuk menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh.

Cara Menjaga Kadar Kolesterol Normal

Ada beberapa perubahan gaya hidup yang dapat membantu menjaga kadar kolesterol normal:

  • Pola makan sehat:
    • Batasi asupan lemak jenuh (ditemukan dalam daging merah, produk susu tinggi lemak) dan lemak trans (ditemukan dalam makanan olahan).
    • Konsumsi makanan kaya serat (buah-buahan, sayuran, biji-bijian).
    • Pilih sumber protein tanpa lemak (ikan, ayam tanpa kulit, kacang-kacangan).
    • Gunakan minyak sehat seperti minyak zaitun atau minyak kanola.
  • Aktivitas fisik teratur:
    • Lakukan aktivitas fisik intensitas sedang setidaknya 150 menit per minggu, atau aktivitas fisik intensitas tinggi setidaknya 75 menit per minggu.
  • Menjaga berat badan ideal:
    • Jika kamu kelebihan berat badan, menurunkan berat badan dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL dan meningkatkan kadar kolesterol HDL.
  • Berhenti merokok:
    • Berhenti merokok dapat meningkatkan kadar kolesterol HDL.
  • Batasi konsumsi alkohol:
    • Jika kamu minum alkohol, lakukan dalam jumlah sedang (hingga satu gelas per hari untuk wanita dan hingga dua gelas per hari untuk pria).

Perubahan gaya hidup ini tidak hanya membantu menjaga kadar kolesterol normal, tetapi juga meningkatkan kesehatan jantung secara keseluruhan.

Segera ubah gaya hidup kamu dengan lebih sehat, optimalkan perjalanan sehatmu dengan program klinis yang diawasi langsung oleh dokter dan ahli gizi profesional.

Yuk, coba Halofit sekarang dan mulai langkah sehatmu hari ini!

Cari tahu info lebih lanjut mengenai Halofit dengan baca artikel berikut:

Kapan Harus ke Dokter?

Konsultasi medis diperlukan jika hasil tes profil lipid menunjukkan kadar HDL di bawah 40 mg/dL untuk pria atau di bawah 50 mg/dL untuk wanita. Kondisi ini sering kali memerlukan evaluasi lebih lanjut mengenai risiko penyakit jantung koroner.

Segera temui dokter jika muncul keluhan fisik seperti nyeri dada yang menjalar ke lengan atau leher, sesak napas saat beristirahat, atau kebas pada satu sisi tubuh. Gejala-gejala tersebut bisa mengindikasikan adanya penyumbatan pembuluh darah akibat rendahnya kadar kolesterol baik dan tingginya kolesterol jahat.

Individu dengan riwayat keluarga penderita serangan jantung di usia muda atau yang memiliki penyakit komorbid seperti diabetes harus melakukan pemantauan lebih ketat. Dokter akan memberikan panduan medis dan terapi yang disesuaikan dengan kondisi profil lipid masing-masing pasien.

Hubungi Dokter di Halodoc untuk Mendapatkan Saran Pengobatan yang Tepat

Apabila kamu atau orang terdekat mengalami gejala yang tidak biasa akibat kolesterol, segera hubungi dokter spesialis penyakit dalam Halodoc.

Mereka telah berpengalaman lebih dari 14 tahun, sehingga mereka bisa memberikan saran pengobatan yang tepat

Dokter-dokter ini juga mendapat ulasan positif dari pasien-pasien yang telah ditangani.

Berikut ini daftar rekomendasinya:

1. dr. Siska Damayanti Sp.PD

Kamu bisa segera menghubungi dr. Siska Damayanti Sp.PD, yang merupakan seorang lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga tahun 2010 dan 2018.

Saat ini, dr. Siska Damayanti Sp.PD berpraktik di Gresik, Jawa Timur serta aktif tergabung sebagai anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) dengan nomor STR 3521401423118521.

Berbekal pengalaman 15 tahun sebagai dokter spesialis penyakit dalam, dr. Siska Damayanti Sp.PD mampu memberikan saran pengobatan yang tepat.

Jadwalkan Sesi Konsultasi dengan dr. Siska Damayanti Sp.PD Mulai dari Rp59.000,- di Halodoc.

2. dr. Yosa Tamia Marisa Sp.PD 

Dokter spesialis penyakit dalam selanjutnya yang bisa kamu hubungi ketika mengalami asam urat adalah dr. Yosa Tamia Marisa Sp.PD. 

Ia memperoleh gelar dokternya dari Universitas Andalas pada 2010 dan kemudian dokter spesialis penyakit dalam pada 2020. 

Saat ini, ia membuka praktik di Agam, Sumatera Barat dan terdaftar sebagai anggota aktif Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) dengan nomor STR 1321401320109704.

Berbekal pengalaman selama 15 tahun, dr. Yosa Tamia Marisa Sp.PD dapat memberikan saran pengobatan yang tepat melalui Halodoc.

Jadwalkan Sesi Konsultasi dengan dr. Yosa Tamia Marisa Sp.PD mulai dari Rp 75.000,- di Halodoc.

Jika dokter sedang tidak tersedia atau offline, kamu tak perlu khawatir.

Sebab kamu tetap bisa membuat janji konsultasi di lain waktu melalui aplikasi Halodoc atau berkonsultasi dengan dokter lainnya.

Tunggu apa lagi? Yuk pakai Halodoc sekarang!

Pilihan Obat untuk Menurunkan Kolesterol Tinggi

1. Nutrive Benecol Blackcurrant 100 ml 

Nutrive Benecol merupakan susu dengan sari buah yang mengandung Plant Stanol Ester (PSE). PSE mempunyai struktur yang mirip dengan kolesterol sehingga dalam saluran cerna akan berikatan dengan garam empedu. 

Produk ini juga teruji klinis dapat menurunkan kolesterol jahat (LDL) hingga 11%, serta kolesterol total hingga 8% dalam waktu 2 minggu. Dosis penggunaannya sebanyak 2 botol per hari. 

Rentang harga: Rp5.800 – Rp11.800 per botol

Dapatkan Nutrive Benecol Blackcurrant 100 ml di Toko Kesehatan Halodoc

2. Omepros 30 Kapsul

Produk ini merupakan suplemen yang mengandung omega 3, omega 6, omega 9, DHA, EPA, dan vitamin E yang membantu mengurangi lemak darah. Omega 3 dapat membantu menurunkan kadar trigliserida dan meningkatkan kolesterol baik (HDL) di dalam tubuh.

Dengan begitu, zat tersebut membantu mencegah terjadinya penyumbatan di pembuluh darah akibat penumpukan kolesterol. Tak cuma itu saja Omepros juga dapat membantu mengurangi kolesterol LDL (kolesterol jahat), dan menormalkan tekanan darah pada penderita hipertensi. 

Rentang harga: Rp161.500 per box.

Dapatkan Omepros 30 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

Dapatkan produk-produk penurun kolesterol di atas dengan mudah dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc!

Referensi:
Very Well Health. Diakses pada 2026. HDL and LDL Cholesterol Range by Age.
Genesis Medical Associates. Diakses pada 2026. More Than A Number: The Importance Of Knowing Your Cholesterol Levels.
Better Health Channel. Diakses pada 2026. Cholesterol.
Health Direct. Diakses pada 2026. Cholesterol.
British Heart Foundation. Diakses pada 2026. Why should you have your cholesterol levels tested?
Halodoc. Diakses pada 2026. Tes Kolesterol.
Huff, T, et al. Diakses pada 2026. Physiology, Cholesterol.
Schoenek, et al. Diakses pada 2026. The effects of foods on LDL cholesterol levels: A systematic review of the accumulated evidence from systematic reviews and meta-analyses of randomized controlled trials.

FAQ

1. Apakah semua kolesterol itu buruk?

Tidak, kolesterol dibutuhkan tubuh untuk membangun sel-sel sehat. Namun, terlalu banyak kolesterol LDL (jahat) dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

2. Bagaimana cara mengetahui kadar kolesterol saya?

Kadar kolesterol dapat diketahui melalui pemeriksaan darah yang disebut profil lipid.

3. Seberapa sering saya harus memeriksakan kolesterol?

Frekuensi pemeriksaan kolesterol tergantung pada usia, faktor risiko, dan riwayat kesehatanmu. Konsultasikan dengan dokter untuk menentukan jadwal pemeriksaan yang tepat.


Apakah makanan tertentu dapat menurunkan kolesterol? Ya, makanan kaya serat, seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian, dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL.



Apakah stres dapat memengaruhi kadar kolesterol? Stres kronis dapat memengaruhi kadar kolesterol dan faktor risiko penyakit jantung lainnya. Penting untuk mengelola stres dengan baik.