• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Penyebab dan Cara Mengobati Pneumonia
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Penyebab dan Cara Mengobati Pneumonia

Ketahui Penyebab dan Cara Mengobati Pneumonia

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 11 November 2022

“Pneumonia adalah penyakit paru yang disebabkan oleh infeksi dari bakteri, jamur, dan virus. Jenis bakteri yang paling umum jadi penyebab pneumonia adalah Streptococcus pneumoniae.”

Ketahui Penyebab dan Cara Mengobati PneumoniaKetahui Penyebab dan Cara Mengobati Pneumonia

Halodoc, Jakarta –  Pneumonia adalah penyakit yang menyerang salah satu atau kedua paru-paru sehingga menyebabkan kantong udara di paru meradang dan membengkak. Pneumonia juga bisa menyebabkan kantong-kantong udara kecil yang berada di ujung saluran pernapasan dipenuhi dengan air atau lendir. 

Itulah mengapa pneumonia sering disebut juga dengan istilah paru-paru basah. Sebenarnya, faktor apa yang menjadi penyebab pneumonia dan bagaimana cara mengobatinya? Yuk, simak penjelasannya lebih lanjut di sini!

Penyebab Pneumonia

Pneumonia adalah penyakit paru yang disebabkan oleh infeksi dari bakteri, jamur, dan virus. Jenis bakteri yang paling umum menyebabkan pneumonia adalah Streptococcus pneumoniae.  

Namun, ada beberapa hal lain yang bisa jadi penyebab pneumonia:

Pneumonia Akibat Jamur

Jenis pneumonia ini paling sering dialami oleh orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah atau mengidap penyakit kronis.

Pneumonia Akibat Virus

Pneumonia juga bisa disebabkan oleh virus yang menjadi pemicu flu dan pilek. Biasanya yang paling sering mengalami pneumonia jenis ini adalah balita.

Pneumonia Aspirasi

Pneumonia ini disebabkan karena pengidap tidak sengaja menghirup objek asing, contohnya muntah, ludah, ataupun makanan dan minuman.

Jenis kuman yang menjadi penyebab pneumonia juga dipengaruhi oleh lokasi tempat penularan terjadi. Contohnya, kuman penyebab pneumonia yang ada di lingkungan umum berbeda dengan jenis kuman penyebab pneumonia yang ada di rumah sakit.

Kuman penyebab pneumonia bisa menyebar ketika pengidap sedang bersin atau batuk. Virus dan bakteri penyebab pneumonia yang terkandung dalam droplets pengidapnya bisa menginfeksi orang lain yang tidak sengaja menghirupnya. 

Risiko kamu terkena penyakit ini pun semakin tinggi bila memiliki faktor-faktor berikut:

  • Bayi dan anak-anak di bawah usia 2 tahun.
  • Lansia berusia di atas 65 tahun.
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah akibat penyakit atau penggunaan obat-obatan tertentu, seperti steroid.
  • Punya kebiasaan merokok.
  • Mengidap penyakit kronis, seperti asma, diabetes, gagal jantung, ataupun penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
  • Sedang menjalani pengobatan kanker,  seperti kemoterapi.
  • Pernah mengidap penyakit stroke sebelumnya.
  • Sedang dirawat di rumah sakit. Pasalnya, virus dan bakteri penyebab pneumonia cukup banyak ditemukan di rumah sakit.

Pengobatan Pneumonia

Pada kasus pneumonia yang masih tergolong ringan, pengidap tidak perlu mendapatkan perawatan di rumah sakit. Pengobatan bisa dilakukan sendiri di rumah dengan mengonsumsi antibiotik yang diresepkan oleh dokter serta banyak beristirahat dan minum.

Selain itu, pengidap juga dianjurkan untuk melakukan hal-hal berikut agar gejala pneumonia bisa cepat mereda, seperti:

1. Minum Obat Pereda Rasa Sakit

Seperti parasetamol atau ibuprofen yang bisa membantu menurunkan demam. Namun, obat ini tidak dianjurkan untuk mereka yang punya alergi terhadap aspirin, mengidap asma, tukak lambung, dan gangguan hati.

2. Jangan Mengonsumsi Obat Batuk

Batuk justru merupakan cara tubuh untuk mengeluarkan dahak dari paru-paru. Oleh karena itu, hindari meredakan gejala batuk dengan cara mengonsumsi obat batuk. Kamu bisa minum air hangat yang dicampur madu dan lemon untuk mengurangi batuk.

3. Berhenti Merokok

Bila kamu sudah terdiagnosis mengidap penyakit pneumonia, sebaiknya segera berhenti merokok karena kebiasaan ini bisa memperparah pneumonia. Orang yang memiliki kondisi fisik yang sehat biasanya bisa segera pulih setelah 2—3 minggu melakukan pengobatan. 

Namun, apabila gejala pneumonia tidak kunjung membaik setelah 48 jam, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Mungkin saja obat antibiotik yang kamu minum kurang efektif atau pneumonia disebabkan oleh faktor lain yang perlu diperiksakan kembali oleh dokter.

Pada kasus pneumonia yang sudah parah, pengidap perlu dirawat inap di rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan medis. Di rumah sakit, pengidap akan diberikan antibiotik dan cairan tubuh lewat infus, serta oksigen untuk membantu pernapasan.

Informasi selengkapnya mengenai penyebab dan penanganan pneumonia bisa didapatkan dengan cara download aplikasi Halodoc. Kalau kamu ingin memeriksakan kondisi kesehatan, kamu bisa buat janji pemeriksaan ke rumah sakit terdekat dengan tempat tinggal lewat Halodoc.

Banner download aplikasi Halodoc
Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2022. Causes of Pneumonia.
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Pneumonia.
WHO. Diakses pada 2022. Pneumonia.