Ketahui Potensi Varian Mu Masuk di Indonesia

“Hingga kini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih memastikan apakah virus corona varian Mu lebih menular, mematikan, atau resisten terhadap vaksin. Di dalamnya, virus corona jenis ini mengandung mutasi genetik yang menunjukkan kekebalan alami. Jadi bisa saja, vaksin dan perawatan antibodi monoklonal tidak bekerja dengan baik. Lantas, apakah virus corona varian Mu ini sudah masuk ke dalam negeri?”
Halodoc, Jakarta – Virus corona varian Mu atau B.1.621 pertama kali ditemukan di Kolombia pada Januari 2021. Hingga kini, persebaran virus sudah terdeteksi di 39 negara dunia. Karena menyebar dengan sangat cepat, varian Mu ditambahkan ke daftar pantauan WHO, yang masih diselidiki hingga kini. Hal tersebut terkait dengan kecepatan penularan dan perburukan gejala dengan cepat. Pertanyaannya adalah, apakah virus corona varian Mu sudah masuk ke Indonesia?
Baca juga: Hati-Hati, Asma Dapat Memperburuk Gejala COVID-19
Belum Ditemukan di Dalam Negeri
Epidemiolog UGM, Riris Andono Ahmad mengatakan jika ada kemungkinan virus corona varian Mu masuk ke Indonesia, selama pandemi masih terjadi. Dikutip dari Public Health England (PHE), virus corona varian Mu diselidiki pada bulan Juni dan disebut dengan nama VUI-21JUL-01. Fokus penelitiannya adalah memantau perilaku virus, seperti:
- Apakah virus corona varian Mu memiliki kemampuan transmisi yang lebih tinggi?
- Apakah memicu munculnya penyakit yang lebih parah pada pengidap?
- Apakah mampu menghindari imunitas yang diberikan oleh vaksin?
Di dalam negeri sendiri, varian Mu belum menimbulkan kekhawatiran sebesar varian Alpha dan Delta. Hal yang dikhawatirkan adalah, varian ini dikhawatirkan kebal terhadap orang yang sudah divaksinasi. Di Inggris sendiri, sedikitnya 32 kasus varian Mu telah terdeteksi. Infeksi diduga berasal dari turis yang berlibur ke dalam negeri.
Sebagian besar kasus virus corona varian Mu yang ditemukan tersebut dialami pada seseorang yang masih berusia 20-an. Beberapa dari mereka telah menerima satu atau dua dosis vaksin. Sejauh ini, kasus virus corona varian Mu baru ditemukan di beberapa wilayah, seperti Inggris, Eropa, Amerika Serikat, Amerika Selatan, dan Hong Kong.
Baca juga: Adakah Risiko dari Vaksinasi saat Positif COVID-19?
Waspada Meski Prevalensi Masih Terbilang Rendah
Sejauh ini, varian Mu menyebabkan kurang dari 0,1 persen infeksi secara global. Meski prevalensi varian Mu di seluruh dunia masih rendah, tetapi masyarakat global tetap perlu waspada. Ancaman yang ditimbulkan dari varian ini memang masih belum pasti, tergantung dari seberapa parah gejala yang ditimbulkan, serta kecepatan infeksi virus. Hal-hal tersebut masih menjadi fokus penelitian.
Indonesia harus terus waspada terkait dengan virus corona varian baru yang kemungkinan akan terus muncul di berbagai belahan dunia. Vaksinasi memang tidak sepenuhnya menjamin seseorang tidak akan terinfeksi, meski terbukti ampuh dalam menurunkan risiko perburukan gejala dan kematian pasien.
Hal yang dikhawatirkan adalah, ketika vaksinasi dan risiko penularan tinggi, dikhawatirkan akan muncul varian yang dapat menyiasati vaksin. Mutasi virus juga dikhawatirkan terjadi saat penggunaan booster vaksin tidak terkontrol.
Baca juga: Indonesia Belum Butuh Vaksin Booster? Ini Penjelasannya
Itulah penjelasan mengenai potensi masuknya virus corona varian Mu ke Indonesia. Selama PPKM masih diperpanjang, diharapkan semua warga mampu mendukung program pemerintah untuk menurunkan angka infeksi di Indonesia dengan tetap berada di rumah saja. Jika kamu mengalami keluhan atau gangguan kesehatan tertentu, diskusikan hal tersebut dengan dokter di aplikasi Halodoc, ya.

Referensi:
The Guardian. Diakses pada 2021. WHO monitoring new coronavirus variant named Mu.
Kompas. Diakses pada 2021. Waspada Varian Mu, Bagaimana Potensinya Sampai ke Indonesia?
Detik. Diakses pada 2021. Varian Mu Sudah Sampai Jepang, Kemenkes: di RI Belum Terdeteksi.


