• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Tingkat Kesuburan Pria dengan Cek Sperma

Ketahui Tingkat Kesuburan Pria dengan Cek Sperma

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Memiliki momongan merupakan harapan besar bagi setiap pasangan yang sudah menikah. Tidak bisa dimungkiri, faktor ketidaksuburan menjadi salah satu alasan utama pasangan belum juga mendapat keturunan. Ketidaksuburan sendiri bukan hanya berasal dari pihak wanita saja, pria pun berpotensi mengalaminya. Untuk mengetahui kesuburan pria, mereka disarankan untuk melakukan cek sperma.

Dengan melakukan cek sperma, pasangan akan mengetahui kondisi ketidaksuburan yang sebenarnya, apakah berasal dari pasangan wanita, atau pria. Meski demikian, cek sperma sering dianggap remeh dan dihiraukan, karena merasa malu jika dirinya menjadi penyebab pasangan yang belum juga hamil. Jika pemeriksaan ini dilakukan telah menunjukkan hasil, pasangan dapat mengetahui langkah apa yang harus ditempuh agar cepat memiliki keturunan.

Baca juga: Manfaat Cek Sperma Sebelum Program Kehamilan

Kondisi Apa yang Membutuhkan Pemeriksaan Sperma?

Pemeriksaan sperma merupakan prosedur pemeriksaan yang dilakukan guna menganalisis kuantitas dan kualitas sperma pada pria. Prosedur ini dilakukan guna menentukan tingkat kesuburan pria. Saat seorang pria memiliki sperma yang tidak normal, sperma akan sulit menjangkau dan menembus sel telur, sehingga akan menghambat proses pembuahan. Berikut beberapa kondisi yang membutuhkan pemeriksaan sperma:

  • Mengetahui tingkat kesuburan pria, yang umumnya dilakukan pada pasangan yang telah menjalani program kehamilan selama 1 tahun tapi belum membuahkan hasil.

  • Mendukung keberhasilan vasektomi. Vasektomi sendiri merupakan metode kontrasepsi yang dilakukan dengan memotong saluran sperma yang membawa sperma dari testis menuju penis.

  • Mendiagnosis sindrom Klinefelter, yaitu kelainan genetik yang disebabkan oleh adanya kromosom X tambahan, yang menyebabkan laki-laki memiliki beberapa karakteristik perempuan.

Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara mengumpulkan sampel sperma yang diperoleh melalui proses masturbasi. Sampel harus disimpan sesuai suhu tubuh, karena jika lebih dingin atau hangat dari suhu tubuh, hasil pemeriksaan tidak akan akurat. Sampel tersebut kemudian dibawa ke laboratorium dalam waktu 30-60 menit setelah pengambilan sampel guna mendapatkan sampel yang baik dan hasil yang akurat.

Namun, jika peserta memiliki gangguan kesuburan atau ejakulasi yang menyebabkan jumlah sperma sedikit saat melakukan masturbasi, dokter akan mengambil langkah pengambilan sampel sperma dengan melakukan prosedur pembedahan.

Baca juga: Benarkah Tomat Bisa Meningkatkan Kualitas Sperma?

Lakukan Hal Ini Agar Hasil Pemeriksaan Lebih Akurat

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pemeriksaan ini dilakukan guna mengetahui gangguan kesuburan pada pria, yang dilakukan melalui masturbasi. Guna mendapatkan hasil tes yang akurat, berikut beberapa syarat yang harus dilakukan sebelum melakukan pemeriksaan:

  • Peserta harus dalam keadaan yang sehat.

  • Jangan melakukan aktivitas seksual, minimal 48 jam sebelum melakukan pemeriksaan.

  • Makan terlebih dahulu sebelum melakukan pemeriksaan.

  • Tidak boleh menggunakan bahan pelicin seperti sabun saat masturbasi.

  • Tidak boleh menampung sperma menggunakan kondom. Kamu akan diberi gelas steril. Jangan lupa untuk memberi keterangan nama, tanggal, dan waktu pengeluaran pada wadah.

  • Tutup gelas penampung sperma agar tidak terkontaminasi.

  • Pertahankan suhu sampel sperma dalam 25-35 derajat Celsius.

  • Pemeriksaan sperma paling lambat dilakukan 1 jam setelah sperma dikeluarkan.

Baca juga: Ini Tes-Tes Tambahan Bila Hasil Cek Sperma Abnormal

Untuk mendapatkan hasil yang akurat, pemeriksaan ini dilakukan sebanyak dua kali dengan jarak tujuh hari atau lebih dari tiga bulan. Jika kedua pemeriksaan tersebut menunjukkan hasil yang sangat berbeda, pemeriksaan ketiga diperlukan. Untuk mengetahui lebih jelas terkait dengan prosedur cek sperma, kamu bisa mendiskusikannya langsung dengan dokter di aplikasi Halodoc, ya!

Referensi:
MedlinePlus. Diakses pada 2020. Semen Analysis.
Healthline. Diakses pada 2020. Semen Analysis and Test Results.
WebMD. Diakses pada 2020. What Is Semen Analysis?