Ini Tes-Tes Tambahan Bila Hasil Cek Sperma Abnormal

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Ini Tes-Tes Tambahan Bila Hasil Cek Sperma Abnormal

Halodoc, Jakarta - Cek sperma adalah prosedur pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui kualitas dan kuantitas sperma seorang pria. Kabarnya, pemeriksaan ini juga bisa digunakan untuk menentukan tingkat kesuburan pria. Sebab untuk bisa mendapatkan pembuahan sukses dan kehamilan, tidak hanya wanita, pria juga perlu memiliki tingkat kesuburan yang baik. 

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa sperma adalah sel yang dihasilkan organ reproduksi pria. Sel ini mengandung enzim yang berfungsi untuk melunakkan dinding sel telur, sehingga ia dapat masuk dan membuahi sel telur saat proses pembuahan. Namun, sperma yang abnormal atau tidak berkualitas akan sulit menjangkau dan menembus sel telur, sehingga proses pembuahan bisa saja terhambat. 

Baca juga: 4 Hal yang Mengharuskan Laki-Laki Periksa Sperma

Dalam praktiknya, cek sperma dilakukan melalui analisis laboratorium terhadap sampel sperma yang telah diambil. Pemeriksaan ini kemudian akan menganalisis beberapa hal, yaitu jumlah sperma, bentuk, pergerakan, tingkat keasaman (pH), volume, warna, dan kekentalan sperma.

Secara lebih rinci, cek sperma juga umumnya dilakukan untuk mengidentifikasi beberapa kondisi, seperti:

  • Tingkat kesuburan pria. Cek sperma untuk tujuan ini umumnya dilakukan pada pasangan yang telah menjalani program kehamilan selama 12 bulan, tetapi tak kunjung mendapatkan hasil.

  • Keberhasilan vasektomi. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan tidak ada sperma yang terkandung di dalam semen pada orang yang baru menjalani vasektomi.

  • Mendiagnosis sindrom Klinefelter, yaitu kondisi genetika yang terjadi pada pria ketika memiliki ekstra kromosom-X. Kondisi ini dapat menyebabkan infertilitas.

Baca juga: Mau Cek Sperma? Begini Prosedur yang Mesti Dilakukan

Bagaimana Jika Hasil Cek Sperma Abnormal?

Setelah menjalani prosedur cek sperma dan hasilnya keluar, sperma dikatakan abnormal, jika:

  • Jumlah sperma kurang dari 20 juta per mililiter.

  • Bentuk sperma ditemukan kelainan di kepala, bagian tengah, atau ekor sperma.

  • Pergerakan sperma kurang dari 50 persen sperma tidak bergerak normal 1 jam setelah ejakulasi dan skala pergerakan sperma 0, berarti sperma tidak bergerak.

  • Tingkat keasaman (pH) kurang dari 7, menunjukkan sampel sperma telah terkontaminasi atau saluran ejakulasi tersumbat, sedangkan pH lebih dari 8 menunjukkan adanya risiko infeksi.

  • Volume kurang dari 1,5 mililiter dapat menunjukkan jumlah sperma rendah, sedangkan jika lebih dari 5 mL menunjukkan sperma terlalu encer.

  • Warna sperma merah atau cokelat, dapat menunjukkan adanya kandungan darah. Sementara jika sperma berwarna kuning dapat menunjukkan risiko penyakit kuning atau efek samping obat.

  • Waktu mencair tidak dalam waktu 15-30 menit.

Perlu untuk diketahui bahwa hasil cek sperma abnormal belum tentu menunjukkan adanya gangguan pada tingkat kesuburan pria. Sebab banyak faktor yang dapat memengaruhi kualitas dan kuantitas sperma. Seperti penyakit yang pernah diidap, stres ketika menjalani pemeriksaan, atau risiko pekerjaan yang rentan terhadap paparan radiasi.

Ketika didapati hasil cek sperma abnormal, dokter biasanya akan menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan ulang. Jika hasilnya tetap abnormal, akan ada beberapa pemeriksaan tambahan yang akan dianjurkan, untuk mendeteksi gangguan kesehatan yang mungkin dialami. Tes-tes tambahan tersebut adalah:

  • Tes genetika.

  • Tes hormon.

  • Tes urine (urinalisis) setelah ejakulasi.

  • Tes antibodi.

  • Mengambil sampel jaringan testis.

Baca juga: Baik atau Tidaknya Hasil Cek Sperma Bisa Bergantung pada Makanan?

Selain itu, dokter juga biasanya akan menyarankan beberapa hal untuk meningkatkan produksi sperma yang sehat, seperti:

  • Mengonsumsi makanan sehat, terutama konsumsi buah dan sayur.

  • Rutin berolahraga. Olahraga yang dilakukan secara rutin dapat meningkatkan kadar antioksidan yang berfungsi untuk melindungi sperma.

  • Menjaga berat badan ideal. Peningkatan indeks massa tubuh sering dikaitkan dengan penurunan jumlah dan pergerakan sperma.

  • Mengelola stres, karena stres dapat menurunkan fungsi seksual dan mengganggu hormon yang dibutuhkan untuk memproduksi sperma.

  • Mencegah infeksi menular seksual (IMS), dengan melakukan aktivitas seksual yang aman.

  • Tidak merokok.

  • Batasi konsumsi minuman beralkohol.

  • Hindari paparan racun, seperti pestisida dan timbal. Gunakan alat pelindung diri jika bekerja di area yang rentan paparan bahan kimia.

Itulah sedikit penjelasan tentang cek sperma. Jika kamu ingin melakukan pemeriksaan, kini kamu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc, lho. Tunggu apa lagi? Yuk download aplikasinya sekarang!