Daftar Kode Drop Foot ICD 10 Lengkap untuk Diagnosis Medis yang Akurat dan Cepat

DAFTAR ISI
- Kode ICD-10 Drop Foot dan Penjelasannya
- Penyebab dan Gejala Drop Foot
- Metode Penanganan Drop Foot
- Kapan Harus ke Dokter?
- Studi Terkait
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- FAQ
Drop foot atau foot drop adalah kondisi medis ketika seseorang mengalami kesulitan atau ketidakmampuan untuk mengangkat bagian depan kakinya. Kondisi ini membuat ujung jari kaki cenderung terseret di lantai saat berjalan, sehingga penderita harus mengangkat lutut atau paha lebih tinggi agar kaki tidak tersandung.
Drop foot bukanlah sebuah penyakit yang berdiri sendiri, melainkan tanda dari adanya masalah kesehatan neurologis, struktural, atau kelainan otot yang mendasarinya. Dalam praktik klinis dan administrasi sistem kesehatan, penentuan diagnosis medis ini diklasifikasikan menggunakan sistem kode ICD-10.
Pencatatan kode ICD-10 yang tepat sangat krusial untuk rekam medis, pelaporan epidemiologi, serta pengajuan klaim asuransi kesehatan. Jika kamu atau kerabat mengalami kelemahan pada area pergelangan kaki, sebaiknya segera jadwalkan konsultasi dokter guna mendapatkan diagnosis dini.
Kode ICD-10 Drop Foot dan Penjelasannya
Dalam sistem International Classification of Diseases 10th Revision (ICD-10), kondisi drop foot dikategorikan ke dalam gangguan sistem muskuloskeletal dan jaringan ikat. Kode utama ICD-10 untuk kondisi ini adalah M21.37 (Foot drop, unspecified foot).
Untuk spesifikasi lokasi kaki yang terdampak, klasifikasi kode terbagi menjadi:
- M21.371: Foot drop, right foot (Kaki kanan).
- M21.372: Foot drop, left foot (Kaki kiri).
- M21.379: Foot drop, unspecified foot (Sisi tidak ditentukan).
Selain kode M21.3, jika drop foot disebabkan oleh kerusakan spesifik pada saraf peroneal (saraf yang mengontrol otot pengangkat kaki), dokter juga dapat menyertakan kode G57.3 (Lesion of lateral popliteal nerve / peroneal nerve lesion).
Penyebab dan Gejala Drop Foot
Drop foot umumnya terjadi akibat terganggunya jalur saraf yang mengirim sinyal dari otak ke otot-otot pergelangan kaki. Beberapa penyebab utamanya meliputi:
- Cedera Saraf Peroneal: Terjepitnya saraf peroneal di bawah lutut akibat trauma, posisi duduk bersila terlalu lama, atau penggunaan gips leg panjang.
- Gangguan Tulang Belakang: Syaraf terjepit (hernia nukleus pulposus/HNP) pada area pinggang L4-L5.
- Kondisi Neurologis: Stroke, multiple sclerosis, atau amyotrophic lateral sclerosis (ALS).
- Distrofi Otot: Kelainan genetik yang menyebabkan pelemahan otot secara progresif.
Gejala utama yang paling terlihat adalah gaya berjalan yang berubah (steppage gait), sering tersandung, rasa kebas atau mati rasa di punggung kaki, serta penurunan massa otot (atrofi) pada betis.
Metode Penanganan Drop Foot
Drop foot adalah kondisi struktural dan neurologis yang memerlukan diagnosis serta terapi fisik rehabilitatif, bukan penanganan utama berbasis obat-obatan. Beberapa langkah penanganan yang umum direkomendasikan dokter meliputi:
- Penggunaan alat bantu (Orthotics): Memakai Ankle-Foot Orthosis (AFO) berupa bebat atau penyangga khusus untuk menahan posisi kaki tetap lurus saat melangkah.
- Fisioterapi: Latihan penguatan otot betis dan pergelangan kaki serta peregangan tendo Achilles untuk menjaga fleksibilitas sendi.
- Stimulasi Saraf Listrik: Terapi penggunaan arus listrik kecil untuk merangsang kerja saraf peroneal yang lemah.
- Tindakan Pembedahan: Dilakukan jika terdapat kompresi saraf berat akibat HNP atau cedera fisik yang memerlukan perbaikan struktur anatomis.
Kapan Harus Ke Dokter?
Jika kamu atau orang terdekat secara tiba-tiba mengalami kesulitan mengangkat pergelangan kaki, jari kaki sering terseret saat berjalan, atau merasa kebas pada tungkai bawah, segera lakukan pemeriksaan medis. Kamu dapat berkonsultasi langsung dengan Dokter Spesialis Saraf di Halodoc untuk mendapatkan evaluasi saraf dan saran rehabilitasi medis yang tepat.
Studi Terkait
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of NeuroEngineering and Rehabilitation (2026) mengungkapkan bahwa penggunaan penyangga Ankle-Foot Orthosis (AFO) yang dikombinasikan dengan fisioterapi berbasis stimulasi saraf listrik secara konsisten dapat meningkatkan kestabilan berjalan dan memulihkan fungsi motorik hingga 35-40% pada pasien cedera saraf peroneal parsial.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Apabila kamu membutuhkan saran mengenai keluhan saraf, otot, atau konsultasi rehabilitasi medis awal, layanan chat dokter di Halodoc siap membantu:
- ✅ Dokter Berpengalaman: Dapatkan diagnosis dan saran medis dari dokter spesialis berlisensi resmi.
- ✅ Respon Cepat: Terhubung dengan dokter pilihan dalam waktu singkat tanpa perlu antre di rumah sakit.
- ✅ Akses 24 Jam: Layanan dapat diakses kapan saja dan dari mana saja secara fleksibel.
- ✅ Kerahasiaan Terjamin: Privasi riwayat kesehatan dan percakapan konsultasi kamu terjamin aman.
FAQ
1. Berapakah kode ICD-10 untuk drop foot?
Kode ICD-10 untuk drop foot secara umum adalah M21.37. Untuk spesifikasi kaki kanan menggunakan M21.371, dan untuk kaki kiri menggunakan M21.372.
2. Apakah drop foot dapat disembuhkan secara total?
Peluang kesembuhan sangat bergantung pada penyebab dasarnya. Jika disebabkan oleh kompresi saraf ringan, fisioterapi dan pemulihan dapat mengembalikan fungsi otot secara optimal.
3. Saraf apa yang paling rentan menyebabkan kondisi drop foot?
Saraf peroneal (peroneal nerve) adalah saraf utama yang mengontrol pergerakan otot pengangkat telapak kaki dan paling sering mengalami gangguan pada kasus drop foot.
4. Apakah penderita drop foot harus selalu menjalani operasi?
Tidak selalu. Sebagian besar kasus dapat ditangani dengan pendekatan non-bedah seperti fisioterapi, penggunaan alat penyangga AFO, dan stimulasi saraf.





