Ad Placeholder Image

Kode ICD 10 Pleuritis TB dan Penjelasan Lengkapnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 07 Agustus 2026

Kenali Kode ICD 10 Pleuritis TB untuk Diagnosis Medis yang Akurat dan Cepat

Kode ICD 10 Pleuritis TB dan Penjelasan LengkapnyaKode ICD 10 Pleuritis TB dan Penjelasan Lengkapnya

DAFTAR ISI


Pleuritis TB atau pleuritis tuberkulosis adalah peradangan pada lapisan pembungkus paru-paru (pleura) yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Kondisi ini merupakan salah satu bentuk tuberkulosis ekstra paru yang paling sering memicu penumpukan cairan abnormal di rongga dada, atau dikenal sebagai efusi pleura.

Dalam dunia medis, setiap penyakit diklasifikasikan secara internasional menggunakan sistem pengodean ICD-10 (International Classification of Diseases 10th Revision). Pengodean ini penting untuk pencatatan rekam medis, pelaporan epidemiologi, hingga pengurusan klaim asuransi kesehatan.

Memahami kode ICD-10 pleuritis TB beserta gejala dan penanganannya dapat membantu kamu mengenali bahaya penyakit ini lebih awal serta mempermudah proses administrasi medis saat menjalani perawatan.

Apa Itu Kode ICD-10 Pleuritis TB?

Dalam klasifikasi ICD-10, pleuritis tuberkulosis dikategorikan di bawah kelompok infeksi tuberkulosis. Kode spesifik yang digunakan tergantung pada hasil pemeriksaan laboratorium dan konfirmasi diagnostiknya:

  • A15.6 (Tuberculous pleurisy, confirmed bacteriologically and histologically): Kode ini digunakan apabila pleuritis TB telah terkonfirmasi secara pasti melalui pemeriksaan bakteriologi (seperti kultur dahak atau cairan pleura) maupun analisis jaringan (histopatologi).
  • A16.5 (Tuberculous pleurisy, without mention of bacteriological or histological confirmation): Kode ini dipakai jika diagnosis pleuritis TB ditegakkan berdasarkan gambaran klinis dan pemeriksaan penunjang (seperti Rontgen dada atau tes mantel), namun tanpa konfirmasi bakteriologis atau histologis langsung.

Gejala dan Penyebab Pleuritis TB

Pleuritis TB terjadi ketika bakteri tuberkulosis menyebar ke rongga pleura, memicu respons imun yang menyebabkan peradangan dan penumpukan cairan. Beberapa gejala utama yang sering dirasakan penderita meliputi:

  • Nyeri dada pleuritik: Rasa nyeri tajam di dada yang semakin memburuk saat menarik napas dalam, batuk, atau bersin.
  • Sesak napas: Terjadi akibat penumpukan cairan pleura yang menekan jaringan paru-paru sehingga paru tidak dapat mengembang sempurna.
  • Batuk kering atau berdahak: Dapat berlangsung selama beberapa minggu.
  • Gejala sistemik TB: Demam menetap (terutama malam hari), berkeringat malam tanpa aktivitas, penurunan berat badan secara drastis, dan tubuh terasa sangat lelah.

Diagnosis dan Pengobatan Pleuritis TB

Untuk mengonfirmasi diagnosis pleuritis TB, dokter biasanya akan melakukan serangkaian pemeriksaan, antara lain Rontgen dada atau CT scan thoraks, torasentesis (pengambilan sampel cairan pleura untuk dianalisis), serta uji mikrobiologi seperti GeneXpert. Jika diperlukan, biopsi pleura juga dapat dilakukan.

Pengobatan pleuritis TB berfokus pada pemberantasan bakteri infeksius menggunakan kombinasi Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Pengobatan berlangsung minimal selama 6 bulan yang terbagi menjadi fase intensif dan fase lanjutan. Pada kasus dengan penumpukan cairan yang signifikan, dokter juga akan melakukan tindakan pengeluaran cairan pleura untuk meredakan sesak napas.

Studi Terkait

Berdasarkan riset medis terbaru, efusi pleura akibat tuberkulosis menyumbang persentase besar dari kasus peradangan pleura di negara-negara berkembang. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kombinasi uji molekuler cepat (seperti GeneXpert) pada sampel cairan pleura dan jaringan dapat meningkatkan akurasi penetapan kode ICD-10 A15.6 secara signifikan, sehingga mempercepat pemulaian terapi OAT yang tepat sasaran.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami nyeri dada tajam saat bernapas, sesak napas, demam yang tak kunjung sembuh, atau batuk lama, segera lakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk mendapatkan evaluasi medis secara menyeluruh.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Melalui Halodoc, kamu bisa konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja. Dokter spesialis dapat membantu mengidentifikasi gejala, memberikan arahan pemeriksaan penunjang, hingga meresepkan obat yang sesuai dengan kondisi kesehatanmu.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Referensi

World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. ICD-10 Version: 2019 – Certain Infectious and Parasitic Diseases (A15-A16).
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tatalaksana Tuberkulosis.
PubMed Central (PMC). Diakses pada 2026. Tuberculous Pleurisy: Clinical Review and Diagnostic Approaches.
WebMD. Diakses pada 2026. Pleurisy and Pleural Effusion: Causes, Symptoms, and Treatments.

FAQ

Apa perbedaan kode ICD-10 A15.6 dan A16.5?
Kode A15.6 digunakan jika pleuritis TB telah terbukti secara konfirmasi laboratorium (bakteriologi/histologi). Sementara kode A16.5 digunakan untuk penegakan diagnosis pleuritis TB berdasarkan gejala klinis tanpa konfirmasi spesimen laboratorium.

Apakah pleuritis TB bisa sembuh total?
Ya, pleuritis TB dapat sembuh total jika penderita menjalani pengobatan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) secara teratur dan tuntas sesuai dosis serta durasi yang direkomendasikan dokter.

Apakah pleuritis TB menular?
Pleuritis TB itu sendiri berada di rongga pleura sehingga kurang berisiko menular langsung. Namun, jika penderita juga memiliki tuberkulosis paru aktif (TB paru), bakteri dapat menular melalui percikan air liur saat batuk atau bersin.

Berapa lama pengobatan pleuritis TB harus dilakukan?
Pengobatan pleuritis TB umumnya membutuhkan waktu minimal 6 bulan. Durasi ini bisa lebih panjang tergantung pada respon tubuh pasien dan petunjuk dokter spesialis paru.