Ad Placeholder Image

Kode ICD 10 Polihidramnion dan Penjelasan Lengkapnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 19 Agustus 2026

Mengenal Kode ICD 10 Polihidramnion untuk Kehamilan Sehat dan Penanganan Medis yang Tepat

Kode ICD 10 Polihidramnion dan Penjelasan LengkapnyaKode ICD 10 Polihidramnion dan Penjelasan Lengkapnya

DAFTAR ISI


Selama masa kehamilan, air ketuban memiliki peran krusial dalam melindungi janin dari benturan fisik, menjaga suhu rahim tetap stabil, serta mendukung perkembangan organ tubuh bayi seperti paru-paru dan sistem pencernaan. Namun, penumpukan cairan ketuban yang berlebihan dapat memicu kondisi medis yang dikenal sebagai polihidramnion.

Kondisi ini umumnya terdeteksi saat ibu hamil menjalani pemeriksaan ultrasonografi (USG) rutin bersama dokter spesialis kandungan. Penumpukan cairan yang berlebihan dapat membuat ukuran perut ibu membesar lebih cepat dibandingkan usia kehamilan normal dan menimbulkan rasa ketidaknyamanan yang signifikan.

Dalam dunia medis, setiap penyakit dan kondisi kesehatan dicatat menggunakan sistem kodifikasi internasional untuk memudahkan penanganan serta rekam medis. Mari pahami lebih dalam mengenai kode ICD 10 polihidramnion, penyebab, serta penanganannya yang tepat.

Pengertian dan Kode ICD 10 Polihidramnion

Berdasarkan sistem International Classification of Diseases, Tenth Revision (ICD-10), kode ICD 10 polihidramnion dikategorikan di bawah kode utama O40. Kode ini berada dalam kelompok gangguan pada rongga amnion dan selaput ketuban (disorders of amniotic cavity and membranes).

Secara lebih spesifik, kode O40 terbagi menjadi beberapa subkode berdasarkan usia usia kehamilan saat kondisi ini terdiagnosis, antara lain O40.1 (trimester pertama), O40.2 (trimester kedua), O40.3 (trimester ketiga), dan O40.9 (trimester tidak ditentukan). Penggunaan kode ini membantu tenaga medis mencatat keparahan dan merencanakan strategi pemantauan janin secara komprehensif.

Penanganan Medis Polihidramnion

Polihidramnion merupakan kondisi medis kehamilan yang tidak ditangani dengan obat-obatan bebas. Penanganannya membutuhkan evaluasi menyeluruh oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi (Sp.OG) untuk mencari tahu penyebab utamanya, seperti diabetes gestasional yang tidak terdeteksi atau kelainan refleks menelan pada janin.

Jika polihidramnion tergolong ringan, dokter biasanya hanya akan melakukan pemantauan ketat melalui pemeriksaan USG berkala. Namun, pada kasus yang berat dan menimbulkan gejala sesak napas atau nyeri perut hebat, tindakan medis seperti pengobatan khusus sesuai indikasi dokter atau prosedur pengurangan cairan ketuban (amniosintesis) mungkin diperlukan untuk mencegah komplikasi persalinan prematur.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami gejala perut membesar secara tidak wajar, sesak napas, nyeri dada, atau pembengkakan berlebih pada kaki saat hamil, segera konsultasi dengan Dokter Kebidanan Dan Kandungan di Halodoc.

Studi Terkait

Penelitian medis terbaru mengenai manajemen kehamilan risiko tinggi menekankan pentingnya pengukuran indeks cairan ketuban (*Amniotic Fluid Index* / AFI) secara berkala. Studi menunjukkan bahwa deteksi dini terhadap kondisi dengan kode ICD 10 O40 dan penanganan tepat pada penyebab utamanya terbukti menurunkan risiko ketuban pecah dini serta prolaps tali pusat secara bermakna.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Melalui Halodoc, kamu bisa melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja. Dokter spesialis kebidanan dan kandungan siap memberikan saran medis yang akurat, membantu mengevaluasi hasil pemeriksaan USG, dan memberikan rujukan perawatan ke rumah sakit jika diperlukan.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan. 
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Referensi

World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. ICD-10 Version: 2019 – Pregnancy, childbirth and the puerperium (O00-O99).
PubMed Central. Diakses pada 2026. Polyhydramnios: Etiology, Diagnosis, and Management in Pregnancy.
WebMD. Diakses pada 2026. High Amniotic Fluid (Polyhydramnios) During Pregnancy.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pedoman Pelayanan Antenatal Terpadu dan Tata Laksana Komplikasi Kehamilan.

FAQ

Apa kode ICD 10 untuk polihidramnion?

Kode ICD 10 untuk kondisi polihidramnion adalah O40. Kode ini digunakan dalam dokumentasi rekam medis kebidanan untuk mencatat kelebihan volume cairan ketuban selama masa kehamilan.

Apa yang menyebabkan polihidramnion pada ibu hamil?

Penyebab polihidramnion meliputi kadar gula darah tinggi yang tidak terkontrol (diabetes gestasional), kehamilan kembar, hingga kelainan perkembangan organ tubuh janin. Pada beberapa kasus, penyebabnya juga tidak dapat diketahui secara pasti.

Apakah polihidramnion bisa memicu persalinan prematur?

Ya, akumulasi cairan ketuban yang terlalu banyak dapat melebarkan rahim secara berlebihan. Kondisi ini meningkatkan risiko timbulnya kontraksi dini, ketuban pecah sebelum waktunya, dan persalinan prematur.

Bagaimana penanganan polihidramnion oleh dokter?

Penanganan disesuaikan dengan tingkat keparahan dan penyebabnya. Dokter dapat meresepkan pengobatan untuk mengontrol gula darah, menyarankan pemantauan ketat melalui USG, atau melakukan tindakan amniosintesis jika dinilai berisiko tinggi.