Daftar Kode ICD 10 Retinopati Lengkap untuk Diagnosis Medis Akurat dan Efektif di Fasilitas Kesehatan

DAFTAR ISI
- Apa Itu Kode ICD 10 Retinopati?
- Daftar Kode ICD 10 Retinopati
- Gejala dan Penyebab Retinopati
- Studi Terkait
- Kapan Harus ke Dokter?
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- FAQ
Retinopati adalah istilah medis yang digunakan untuk menggambarkan kerusakan atau gangguan pada pembuluh darah di retina mata. Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat menyebabkan penurunan ketajaman penglihatan hingga kebutaan permanen. Dalam dunia medis, penulisan rekam medis dan klaim asuransi memerlukan kode diagnosis baku berbasis Sistem Klasifikasi Penyakit Internasional revisi ke-10 atau ICD 10 retinopati.
Kode ICD 10 digunakan oleh dokter spesialis mata dan tenaga administratif medis untuk mencatat klasifikasi penyakit secara akurat. Penentuan kode ICD 10 sangat bergantung pada penyebab utama retinopati, apakah dipicu oleh komplikasi diabetes melitus, tekanan darah tinggi, maupun kondisi medis bawaan lainnya.
Memahami kode ICD 10 retinopati membantu pasien maupun fasilitas kesehatan dalam memproses pembiayaan medis, termasuk administrasi BPJS Kesehatan. Karena penanganan retinopati membutuhkan diagnosis spesifik dan terapi klinis khusus, kondisi ini tidak bisa diatasi dengan obat bebas tanpa pengawasan medis profesional.
Apa Itu Kode ICD 10 Retinopati?
Kode ICD 10 (International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems 10th Revision) adalah sistem pengodean standar internasional yang diterbitkan oleh WHO. Untuk kondisi retinopati, kode ini mengelompokkan gangguan retina berdasarkan etiologi atau pemicunya, seperti vaskulopati sistemik atau kelainan perkembangan retina.
Penggunaan kode yang tepat memastikan dokter dapat memberikan rencana perawatan yang terstandarisasi, seperti terapi laser retina, suntikan anti-VEGF, atau prosedur bedah vitrektomi jika diperlukan.
Daftar Kode ICD 10 Retinopati
Berikut adalah beberapa kode ICD 10 retinopati yang paling sering digunakan dalam praktik klinis sehari-hari:
- H35.0 (Background retinopathy and retinal vascular changes): Digunakan untuk retinopati latar belakang atau perubahan pembuluh darah retina, termasuk retinopati hipertensi.
- E11.319 (Type 2 diabetes mellitus with unspecified diabetic retinopathy): Digunakan untuk retinopati diabetik pada penderita diabetes tipe 2 yang belum dispesifikasikan tingkat keparahannya.
- E10.319 (Type 1 diabetes mellitus with unspecified diabetic retinopathy): Digunakan untuk kasus retinopati diabetik pada penderita diabetes tipe 1.
- H35.1 (Retinopathy of prematurity / ROP): Digunakan khusus untuk retinopati pada bayi prematur akibat perkembangan pembuluh darah retina yang belum sempurna.
- H35.71 (Central serous chorioretinopathy): Digunakan untuk korioidoretinopati serosa sentral, yaitu penumpukan cairan di bawah retina.
- H35.52 (Pigmentary retinal dystrophy): Digunakan untuk kasus kelainan bawaan seperti retinitis pigmentosa.
Gejala dan Penyebab Retinopati
Retinopati sering kali berkembang tanpa gejala awal yang jelas. Namun, seiring berjalannya waktu dan berkembangnya kerusakan pembuluh darah, beberapa gejala berikut dapat muncul:
- Penglihatan kabur atau berbayang secara perlahan maupun mendadak.
- Tampak bintik-bintik hitam melayang pada bidang penglihatan (floaters).
- Kesulitan melihat dalam kondisi pencahayaan redup atau malam hari.
- Distorsi penglihatan, di mana garis lurus tampak gelombang.
Penyebab paling umum dari kondisi ini adalah kadar gula darah tinggi yang tidak terkontrol pada penderita diabetes (retinopati diabetik) serta hipertensi kronis yang merusak dinding pembuluh darah mata.
Studi Terkait
Berdasarkan riset klinis yang dipublikasikan dalam American Journal of Ophthalmology (2026), deteksi dini retinopati diabetik melalui pemeriksaan skrining berkala dan pencatatan kode ICD 10 yang akurat terbukti menurunkan risiko kebutaan permanen hingga 80 persen pada pasien berisiko tinggi. Studi ini juga menekankan pentingnya kontrol ketat gula darah dan tekanan darah bersamaan dengan terapi medis spesifik pada mata.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika kamu mengalami penurunan kualitas penglihatan, melihat bintik hitam melayang, atau memiliki riwayat penyakit diabetes dan hipertensi, segera lakukan pemeriksaan mata berkala. Konsultasikan kondisi mata kamu dengan Dokter Spesialis Mata di Halodoc untuk penanganan yang tepat.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Konsultasi masalah kesehatan kini lebih mudah dengan konsultasi dokter online di Halodoc. Nikmati berbagai kemudahan berikut:
- Dokter berpengalaman: Dokter spesialis dan dokter umum berlisensi resmi (STR dan SIP).
- Resep obat online: Dapatkan resep obat jika dokter menilai kamu memutuhkannya.
- Layanan 24/7: Konsultasi kapan saja dan di mana saja.
- Privasi aman: Kerahasiaan medis kamu terjamin dengan aman.
Referensi
American Academy of Ophthalmology. Diakses pada 2026. International Classification of Diabetic Retinopathy and Diabetic Macular Edema.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. ICD-10 Version: 2019 – Diseases of the Eye and Adnexa (H00-H59).
PubMed Central / American Journal of Ophthalmology. Diakses pada 2026. Clinical Efficacy and Screening Accuracy for Diabetic Retinopathy Classification.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Retinopati Diabetika.
FAQ
1. Berapa kode ICD 10 untuk retinopati diabetik?
Kode ICD 10 untuk retinopati diabetik umumnya menggunakan rentang E11.3 (untuk penderita diabetes tipe 2) atau E10.3 (untuk diabetes tipe 1), sesuai tingkat keparahan yang terdiagnosis oleh dokter.
2. Berapa kode ICD 10 untuk retinopati hipertensi?
Retinopati hipertensi biasanya dikodekan dalam ICD 10 menggunakan klasifikasi H35.0 (Background retinopathy and retinal vascular changes).
3. Apakah retinopati bisa disembuhkan secara total?
Kerusakan retina akibat retinopati tidak selalu bisa dipulihkan sepenuhnya, tetapi perkembangannya dapat dihentikan dengan kontrol gula darah, tekanan darah, serta terapi spesifik dari dokter spesialis mata.
4. Mengapa penulisan kode ICD 10 sangat penting?
Kode ICD 10 penting untuk standarisasi rekam medis pasien, acuan tindakan medis antar-fasilitas kesehatan, serta syarat kelengkapan administrasi klaim asuransi kesehatan.





