Ad Placeholder Image

Kode Retensi Urin ICD 10 dan Penjelasan Lengkapnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 21 Agustus 2026

Kode Retensi Urin ICD 10 Penting Diketahui Untuk Prosedur Medis dan Pelaporan Rekam Medis Pasien

Kode Retensi Urin ICD 10 dan Penjelasan LengkapnyaKode Retensi Urin ICD 10 dan Penjelasan Lengkapnya

DAFTAR ISI


Retensi urin adalah kondisi medis ketika seseorang tidak mampu mengosongkan kandung kemih secara tuntas. Kondisi ini bisa terjadi secara mendadak (akut) maupun berlangsung dalam jangka panjang (kronis).

Dalam sistem klasifikasi medis internasional, kondisi ini memiliki kode diagnosis khusus untuk pencatatan rekam medis. Mari pahami lebih lanjut mengenai kode ICD-10 untuk retensi urin beserta penyebab dan penanganannya.

Mengenal Kode ICD-10 Retensi Urin

Kode ICD-10 (International Classification of Diseases 10th Revision) yang digunakan untuk mendiagnosis retensi urin adalah R33. Kode ini masuk ke dalam kategori gejala, tanda, dan temuan klinis abnormal pada sistem kemih yang tidak diklasifikasikan di tempat lain.

Kode R33 memiliki beberapa sub-klasifikasi spesifik untuk menggambarkan kondisi pasien secara lebih detail. Misalnya, R33.0 digunakan untuk retensi urin yang disebabkan oleh efek obat-obatan, R33.8 untuk jenis retensi urin lainnya, dan R33.9 untuk retensi urin yang tidak ditentukan secara spesifik (unspecified). Pencatatan kode ini sangat penting bagi tenaga medis untuk menentukan pengobatan lanjutan dan keperluan administrasi rekam medis.

Penyebab dan Gejala Retensi Urin

Retensi urin dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari penyumbatan saluran kemih hingga gangguan saraf. Beberapa penyebab umumnya meliputi pembesaran prostat jinak (BPH) pada pria, batu ginjal, infeksi saluran kemih (ISK), prolaps organ panggul pada wanita, atau efek samping obat-obatan tertentu seperti antihistamin dan dekongestan.

Gejala retensi urin akut meliputi ketidakmampuan buang air kecil sama sekali meski kandung kemih terasa sangat penuh dan timbul nyeri hebat di perut bagian bawah. Sementara pada retensi urin kronis, gejalanya bisa berupa aliran urine yang lemah, sering buang air kecil tetapi sedikit-sedikit, atau merasa kandung kemih tidak pernah benar-benar kosong.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami kesulitan buang air kecil, nyeri hebat pada perut bawah, atau tidak bisa berkemih sama sekali, segera konsultasi dengan Dokter Spesialis Urologi di Halodoc.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62811-9693-1100, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.  
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Apabila kamu membutuhkan konsultasi medis terkait gangguan buang air kecil, Halodoc menyediakan layanan dokter terpercaya yang siap membantu kapan saja.

Kamu bisa langsung konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Referensi

World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. ICD-10 Version:2019 – R33 Retention of urine.
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Diakses pada 2026. Urinary Retention.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Urinary Retention: Causes, Symptoms, and Treatment.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Retensi Urin.

FAQ

Apakah retensi urin termasuk kondisi darurat medis?

Retensi urin akut merupakan kondisi darurat medis yang memerlukan penanganan segera untuk mengosongkan kandung kemih. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memicu infeksi berat hingga kerusakan fungsi ginjal.

Apa kode ICD-10 utama untuk retensi urin?

Kode ICD-10 utama untuk retensi urin adalah R33. Kode ini mencakup sub-kategori seperti R33.0 untuk retensi akibat obat dan R33.9 untuk jenis yang tidak dispesifikasikan.

Apakah retensi urin bisa disembuhkan?

Peluang kesembuhan retensi urin sangat tergantung pada penyebab utamanya. Apabila disebabkan oleh infeksi atau efek samping obat sementara, kondisi ini umumnya dapat diatasi dengan pengobatan yang tepat.