• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kolesterol Tinggi, Haruskah Berhenti Makan Seafood?

Kolesterol Tinggi, Haruskah Berhenti Makan Seafood?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Seafood adalah salah satu makanan yang banyak digemari orang banyak karena rasa yang nikmat dan juga disebut-sebut kaya akan nutrisi baik. Makanan-makanan seperti udang dan kepiting sangat memanjakan lidah ketika dimakan dan memiliki kandungan kolesterol yang tinggi. Namun, haruskah orang yang memiliki kolesterol tinggi tidak mengonsumsi makanan tersebut?

Faktanya, kolesterol tidak sepenuhnya jahat, bahkan sangat dibutuhkan oleh tubuh. Namun, asupan kolesterol benar-benar harus dibatasi per harinya agar tidak bertumpuk di tubuh yang mampu menyebabkan penumpukan di pembuluh darah. Lalu, haruskah pengidap kolesterol tinggi berhenti mengonsumsi seafood? Berikut bahasan lengkapnya!

Baca juga: 3 Seafood yang bisa Atasi Kolesterol Tinggi

Pengidap Kolesterol Tinggi Konsumsi Seafood, Ketahui Ini

Kadar kolesterol yang terlalu tinggi pada tubuh mampu menyebabkan banyak gangguan kesehatan, beberapa di antaranya membahayakan. Seseorang yang mengalami hal ini mampu terserang aterosklerosis, yaitu penumpukan kadar kolesterol pada pembuluh darah. Hal tersebut mampu mengganggu aliran darah sehingga menimbulkan sumbatan. Jika terjadi di organ penting, kematian mungkin saja terjadi.

Lalu, apakah seseorang yang mengidap kolesterol tinggi harus berhenti mengonsumsi seafood? Padahal, seafood mengandung banyak nutrisi yang menyehatkan tubuh. Banyak orang yang bingung terkait apa yang harus dilakukan, terutama jika dirinya tinggal di daerah lepas pantai dengan makanan yang tersedia kemungkinan besar dari laut.

Ternyata, setelah dilakukan beberapa penelitian terkait kandungan kolesterol pada seafood, zat yang berada di dalamnya tidak menimbulkan hal yang buruk. Walaupun harus dilakukan pembatasan pada konsumsinya, sebagian besar asam lemak tak jenuh pada seafood terbilang baik untuk kesehatan jantung yang mencegah terjadinya serangan jantung.

Memang sangat penting untuk membatasi konsumsi seafood jika kandungan kolesterol pada tubuhmu terbilang tinggi. Batas konsumsi yang disarankan adalah sebesar 300 miligram. Selain itu, kadar kolesterol yang terdapat di dalam seafood termasuk jenis yang baik. Dengan mengonsumsi dalam jumlah yang cukup, risiko-risiko dari penyakit yang berbahaya dapat dicegah karena mampu menurunkan kadar LDL dalam darah.

Jika kamu mempunyai pertanyaan terkait seafood yang dapat menyebabkan kolesterol lebih tinggi pada tubuh, dokter dari Halodoc dapat memberikan solusi jitu untuk hal tersebut. Caranya mudah sekali, kamu cukup download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan!

Baca juga: 5 Aturan Makan Seafood Biar Enggak Kolesterol

Cara Mencegah Seafood Menyebabkan Gangguan Berbahaya

Manfaat kesehatan yang tersebar luas terkait dengan pengurangan risiko dari gangguan pada jantung membuat banyak orang yang lebih memilih konsumsi ikan setiap harinya. Namun, konsumsi ikan ternyata juga dapat menimbulkan risiko tertentu karena paparan merkuri yang terkandung di dalam tubuhnya karena masalah lingkungan.

Seseorang yang terpapar merkuri dapat mengalami gangguan pada sistem sarafnya yang terbilang sangat sensitif. Perkembangan sistem saraf pada janin dan bayi juga dapat terpengaruh jika sang ibu terlalu banyak mengonsumsi ikan yang mengandung merkuri. Kerusakan sistem saraf yang terjadi dapat sangat berbahaya terutama jika melewati batas konsumsi per hari.

Selain itu, hal lain yang harus diperhatikan dalam mengonsumsi seafood adalah cara memasaknya. Konsumsi makanan tersebut dengan cara digoreng akan memberikan lebih banyak kadar lemak trans pada tubuh. Alhasil, peningkatan kadar kolesterol jahat terjadi. Cara pengolahan yang paling baik adalah dengan panggang, rebus, hingga kukus.

Baca juga: Awas! Kolesterol Tinggi Picu Berbagai Penyakit

Maka dari itu, penting untuk memperhatikan konsumsi seafood agar kadar kolesterol di dalam tubuh tidak terlalu tinggi. Dengan melakukan pembatasan konsumsinya per hari, diharapkan kesehatan tubuh tetap terjaga. Sehingga, hanya manfaatnya yang terasa dibandingkan dampak buruk yang menyerang.

Referensi:
NCBI. Diakses pada 2020. Seafood Consumption and Components for Health.
Indian Times. Diakses pada 2020. Is seafood bad for your cholesterol?