• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Konjungtivitis Rentan Terjadi saat Musim Hujan, Ini Penjelasannya

Konjungtivitis Rentan Terjadi saat Musim Hujan, Ini Penjelasannya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Konjungtivitis bisa terjadi karena beberapa faktor, ternyata cuaca dingin menjadi salah satunya. Memasuki musim penghujan, ditambah cuaca yang dingin membuat seseorang menjadi lebih rentan terserang penyakit mata yang satu ini. Secara umum, konjungtivitis merupakan kondisi mata merah yang terjadi karena peradangan pada konjungtiva, yaitu selaput yang melapisi permukaan bola mata dan kelopak bagian dalam mata. 

Selain menyebabkan mata merah, kondisi ini juga sering disertai dengan rasa gatal dan mata berair. Apa kaitannya dengan musim hujan? Ternyata, virus dan bakteri yang menjadi penyebab kondisi ini cenderung lebih aktif dan menyebar pada musim hujan. Selain itu, konjungtivitis juga sering ditularkan oleh orang yang mengalami flu atau pilek. Nah, kedua gangguan kesehatan ini nyatanya cukup sering terjadi selama musim hujan.

Baca juga: 3 Faktor Risiko yang Meningkatkan Seseorang Terkena Konjungtivitis

Konjungtivitis dan Cara Mencegahnya 

Konjungtivitis adalah mata merah yang terjadi karena ada peradangan pada konjungtiva, yaitu selaput yang melapisi mata. Konjungtiva mengandung pembuluh darah. Nah, pembuluh darah ini akan melebar saat terjadi konjungtivitis sehingga memicu gejala mata merah. Kondisi ini bisa menyerang siapa saja, baik anak-anak, bayi, serta orang dewasa. 

Secara umum, mata merah atau konjungtivitis bisa disebabkan oleh infeksi virus atau alergi. Selain itu, reaksi alergi atau iritasi juga bisa menjadi pemicu mata merah. Cuaca yang dingin, misalnya pada musim hujan bisa meningkatkan risiko penularan virus dan bakteri penyebab penyakit ini. Pada musim hujan, penyakit flu dan pilek juga lebih sering terjadi dan hal itu bisa meningkatkan penularan virus atau bakteri penyebab konjungtivitis. 

Pada kebanyakan kasus, konjungtivitis mungkin disebabkan oleh infeksi virus, yaitu kelompok virus Adenovirus. Virus ini merupakan jenis virus yang sama dengan penyebab batuk dan pilek. Konjungtivitis juga bisa disebabkan oleh virus herpes, baik virus Herpes Simplex, yang merupakan virus penyebab herpes mulut dan herpes kelamin, maupun virus Varicella-Zoster, yaitu virus penyebab cacar air. 

Konjungtivitis juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri. Peradangan ini bisa timbul akibat infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae, yaitu bakteri penyebab penyakit gonore. Selain itu, ada jenis bakteri lain yang bisa menjadi penyebab munculnya konjungtivitis. Mata merah tidak hanya disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri, tapi bisa juga terjadi sebagai reaksi alergi atau iritasi pada mata. 

Baca juga: Ketahui Penanganan Konjungtivitis Penyebab Mata Merah

Lantas, bisakah konjungtivitis dicegah? Terutama saat musim hujan? Jawabannya bisa. 

Salah satu cara mencegah penyakit mata ini adalah dengan menjaga kebersihan, terutama kebersihan tangan. Sebab, infeksi bisa saja terjadi saat tangan yang terkontaminasi virus atau bakteri menyentuh mata. Tangan bisa menyentuh benda yang sudah terkontaminasi virus atau bakteri penyebab konjungtivitis. Saat tangan yang sama menyentuh mata, terjadi perpindahan virus kemudian muncul risiko infeksi. Alhasil, mata merah atau konjungtivitis bisa terjadi. 

Maka dari itu, penting untuk selalu menjaga kebersihan tangan dan hindari menyentuh mata dengan tangan yang kotor. Hal ini bisa dilakukan sebagai cara mencegah konjungtivitis. Virus penyebab penyakit ini juga bisa dengan mudah menular melalui kontak langsung dengan pengidapnya. Bakteri penyebab konjungtivitis juga bisa menular melalui percikan air ludah atau cairan kelamin yang mengenai mata. 

Baca juga: Macam-Macam Penyebab Konjungtivitis yang Perlu Diwaspadai

Mengalami gejala mata merah mirip konjungtivitis? Coba pastikan dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Sampaikan keluhan yang dialami melalui Video/Voice Call atau Chat untuk mendapatkan rekomendasi pengobatan dari ahlinya. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. What Causes Conjunctivitis?
Maxi Vision. Diakses pada 2020. Allergic conjunctivitis – How to protect your eyes?
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Why is Pink Eye More Common In Winter?