• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Konsumsi Sushi Bisa Sebabkan Keracunan Merkuri, Benarkah?

Konsumsi Sushi Bisa Sebabkan Keracunan Merkuri, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Dikenal dengan sebutan air raksa, merkuri adalah jenis logam berat yang berbahaya karena sifatnya yang beracun. Bukan tanpa alasan, merkuri tidak bisa dimusnahkan, dan racunnya bisa mengakibatkan terjadinya ketidaknormalan pada fungsi tubuh. Oleh karena itu, kamu perlu waspada terhadap paparan logam satu ini, apalagi jika paparannya terjadi dalam jumlah yang berlebihan. 

Merkuri bisa menyebabkan terjadinya berbagai masalah, meski bergantung pada seberapa banyak jumlah paparannya, bagaimana kontaminasi terjadi, dan berapa lama paparan berlangsung. Kontaminasi merkuri bisa melalui hirupan atau inhalasi, mulut, dan kontak langsung dengan kulit. Apabila paparannya terjadi dalam jumlah yang banyak dan durasi yang terbilang panjang, kondisi ini dikenal dengan sebutan keracunan merkuri

Benarkah Konsumsi Sushi Bisa Sebabkan Keracunan Merkuri?

Apakah kamu gemar mengonsumsi sushi? Jika iya, hati-hati, karena konsumsi sushi bisa membuat kamu terkena keracunan merkuri, apalagi jika kamu mengonsumsinya secara berlebihan. Jangan heran, karena sushi sebagian besar terbuat dari bahan baku ikan segar yang tidak mengalami proses pengolahan atau pemasakan, meskipun kini sushi bisa kamu temui dalam bentuk bahan ikan yang matang. 

Baca juga: Ditarik Kemenkes, Ini Bahaya Termometer Bermerkuri

Ya, sebagian besar makanan hasil laut rentan terkena paparan merkuri, termasuk kerang, ikan tuna, tenggiri, hiu, ikan marlin, dan berbagai jenis ikan lainnya. Ukuran ikan yang terbilang lebih besar cenderung lebih banyak kandungan metil merkuri dibandingkan dengan ikan yang memiliki ukuran tubuh lebih kecil. Bukan tanpa alasan, ini karena ikan besar memiliki waktu lebih lama untuk menumpuk merkuri di dalam tubuhnya. 

Jadi, apabila kamu memang penggemar berat sushi, hindari mengonsumsi sushi secara berlebihan. Kamu bisa mengonsumsi sushi dari bahan dasar ikan yang sudah matang atau sudah melalui proses pemasakan, sehingga paparan merkuri berlebihan di dalam tubuh bisa dikurangi. Tidak lupa, kamu perlu tahu apa saja sebenarnya gejala dari keracunan merkuri, sehingga kamu bisa segera mendapatkan pengobatan jika mengalaminya. 

Baca juga: Keracunan Merkuri dalam Jangka Panjang Ganggu Fungsi Otak

Benda Lain yang Menyebabkan Keracunan Merkuri

Selain makanan hasil laut, kamu bisa mengalami keracunan merkuri dari benda-benda berikut ini:

  • Produk kecantikan, ada beberapa produk kecantikan kulit yang mengandung merkuri, terutama produk untuk memutihkan kulit. Jadi, pastikan kamu memilih produk yang benar dan lihat dahulu bahan-bahan kosmetik sebelum membelinya. 

  • Obat-obatan, kandungan merkuri sering dijumpai pada obat jenis antibiotik, juga pada lensa kontak, obat telinga dan obat tetes mata. Meski begitu, jumlahnya kecil dan hanya berperan sebagai bahan pengawet. 

  • Benda elektronik, seperti lampu neon, baterai, perkakas kendaraan bermotor, layar komputer dan televisi, hingga barang antik. 

  • Udara, merkuri banyak terdapat dari asap hasil pembangkit tenaga listrik dengan bahan batu bara, dan menjadi sumber merkuri paling besar di udara. 

Baca juga: Bahaya Ikan yang Keracunan Merkuri Jika Dikonsumsi

Jadi, apabila kamu mengalami gejala keracunan merkuri seperti masalah penglihatan, bicara, mendengar, kesulitan berjalan, sakit kepala, tremor, kesemutan, sampai hilang ingatan, segera berobat ke dokter. Kamu membutuhkan penanganan segera, jadi buat janji langsung dengan dokter di rumah sakit terdekat melalui aplikasi Halodoc. Sehat tidak lagi sulit, ya!

Referensi: 
Scientific American. Diakses pada 2019. Mercury Poisoning.
Draxe. Diakses pada 2019. mercury Poisoning Symptoms & How to Avoid or Recover from Them.
Emedicine Medscape. Diakses pada 2019. Mercury Toxicity Treatment & Management.