Ditarik Kemenkes, Ini Bahaya Termometer Bermerkuri

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
ditarik-kemenkes-ini-bahaya-termometer-bermerkuri-halodoc

Halodoc, Jakarta – Tahukah kamu, beberapa alat kesehatan ternyata mengandung merkuri, lho. Padahal, merkuri merupakan bahan kimia beracun yang bisa berbahaya bagi kesehatan. Akhirnya, Kementerian Kesehatan atau Kemenkes pun memutuskan untuk menarik beberapa alat kesehatan yang mengandung merkuri. Salah satunya adalah termometer ketiak yang sering digunakan untuk mengukur suhu tubuh saat demam. Karena itu, kamu sebaiknya berhati-hati bila ingin menggunakan termometer ketiak. Simak bahayanya termometer ketiak yang mengandung merkuri di sini.

Merkuri atau yang disebut juga air raksa (Hg) adalah sejenis logam yang sebenarnya banyak ditemukan di alam, seperti pada batu-batuan, bijih tambang, tanah, dan air, serta produk sehari-hari, misalnya makanan dan produk pencerah wajah. Namun, merkuri bisa menimbulkan dampak yang berbahaya bagi tubuh bila kamu terpapar merkuri dalam jumlah yang banyak. Kondisi ini disebut juga keracunan merkuri.

Merkuri juga sudah banyak digunakan dalam bidang kedokteran, termasuk pada beberapa alat kesehatan. Salah satu alat kesehatan yang mengandung merkuri dan kerap dijumpai di masyarakat adalah termometer air raksa yang cara penggunaannya adalah dengan ditempelkan di ketiak. Jenis merkuri cair atau air raksa yang terdapat pada tabung termometer ketiak bisa berbahaya bila menjadi uap dan terhirup oleh manusia. 

Baik termometer klinis maupun termometer laboratorium yang mengandung merkuri sudah dilarang penggunaannya oleh pemerintah. Namun sayangnya, masih banyak rumah tangga yang menggunakan alat kesehatan bermerkuri ini lantaran kurangnya pengetahuan akan informasi ini. Karena itu, pemerintah mengharapkan agar masyarakat bisa lebih waspada terhadap alat kesehatan yang mengandung merkuri ini dan juga bahayanya untuk kesehatan.

Baca juga: Hati-hati Bahaya Merkuri Pada Ikan

Bahaya Merkuri Bagi Kesehatan Tubuh

Paparan merkuri yang tinggi pada tubuh bisa menyebabkan kerusakan pada saluran pencernaan, sistem saraf, dan ginjal. Bahan beracun tersebut juga bisa mengganggu berbagai organ tubuh, seperti otak, jantung, paru-paru, dan sistem kekebalan tubuh. Merkuri cair yang terdapat di dalam tabung termometer ketiak bisa menyebabkan keracunan bila tabung tersebut pecah dan uap terhirup. 

Merkuri tidak hanya berbahaya bagi orang dewasa saja, bayi dan anak-anak juga adalah kelompok yang tidak luput dari risiko paparan merkuri dan bahayanya. Merkuri bisa menyebabkan dampak yang lebih serius bila terjadi pada bayi dan anak-anak. Bahkan bila ibu hamil terpapar merkuri, hal ini akan mengakibatkan kelumpuhan otak, gangguan ginjal, cerebral palsy, cacat mental, serta kebutaan.

Baca juga: 6 Bahaya Kandungan Merkuri dalam Kosmetik

Waspadai Gejala Keracunan Merkuri

Tingkat keparahan gejala yang timbul akibat terpapar merkuri bervariasi, ada yang ringan atau bahkan tidak timbul gejala sama sekali, tetapi bisa juga serius. Hal tersebut tergantung dari jenis merkuri yang masuk ke dalam tubuh, cara masuknya, banyaknya merkuri yang masuk, lama paparan, usia seseorang, sampai kondisi kesehatan secara keseluruhan. Namun, kamu sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter bila mengalami gejala keracunan merkuri berikut:

  • Sakit kepala;

  • Tremor;

  • Kesemutan, terutama di daerah tangan, kaki, dan mulut;

  • Gangguan penglihatan, bicara, dan mendengar;

  • Lemah otot;

  • Sulit berjalan;

  • Nyeri dada; dan

  • Hilang ingatan.

Cara Mencegah Keracunan Merkuri

Cara terbaik untuk mencegah keracunan merkuri adalah dengan menghindari hal-hal yang menjadi penyebab keracunan. Dalam kasus ini, hentikan penggunaan termometer ketiak yang mengandung merkuri atau berhati-hatilah dalam memegang tabung termometer.  Bila sampai pecah, berikut ini hal-hal yang bisa kamu lakukan untuk mencegah paparan merkuri:

  • Buka pintu dan jendela, biarkan terbuka selama 15 menit;

  • Pergi ke luar ruangan dan pastikan anak-anak dan hewan peliharaan tidak dekat-dekat dengan tumpahan merkuri;

  • Gunakan sarung tangan sebelum membersihkan tumpahan dan pecahan;

  • Ambil pecahan kaca termometer dengan hati-hati, lalu masukkan ke kantong plastik; dan

  • Pel area tumpahan dengan lap basah, lalu satukan lap basah tersebut dengan pecahan di kantong plastik.

Baca juga: Ini Cara yang Tepat Mengukur Suhu Badan Saat Demam

Jadi, tetap berhati-hati dalam menggunakan alat kesehatan ya. Bila ingin membeli alat kesehatan seperti termometer, pakai aplikasi Halodoc saja. Enggak usah repot-repot keluar rumah, tinggal order melalui aplikasi dan obat pesanan kamu akan diantarkan dalam waktu satu jam. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.