• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kulit Memucat, Benarkah Gejala dari Anemia Aplastik?

Kulit Memucat, Benarkah Gejala dari Anemia Aplastik?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Di dalam tubuh, terdapat tiga sel darah utama dengan tugasnya masing-masing. Sel darah merah bertugas untuk membawa oksigen dan mengedarkannya ke seluruh tubuh, sel darah putih yang bertugas untuk melawan bakteri dan kuman yang masuk ke tubuh dan menyebabkan infeksi, dan trombosit untuk mencegah perdarahan pada tubuh. 

Anemia terjadi ketika pasokan darah tidak mampu memenuhi kebutuhan darah organ-organ di seluruh tubuh. Banyak jenis anemia yang biasa terjadi, tetapi ada pula kondisi langka yang disebut anemia aplastik. Kelainan darah ini terjadi ketika sumsum tulang tidak mampu lagi memroduksi sel darah baru, baik itu sel darah merah, putih, atau trombosit. Anemia jenis ini membuat kamu lemas, mudah terserang infeksi, perdarahan sulit berhenti, hingga masalah pada jantung.

Baca juga: Anemia Aplastik Vs Anemia Hemolitik, Mana yang Lebih Bahaya?

Mengenali Gejala Anemia Aplastik

Kamu perlu tahu bahwa anemia aplastik bisa terjadi pada siapa saja, dan sering menyerang anak-anak atau dewasa muda antara 20 hingga 25 tahun. Kemunculannya bisa perlahan atau tiba-tiba, sehingga penting untuk mengetahui tanda dan gejala yang terjadi. Berikut di antaranya: 

  • Kulit Memucat

Ya, salah satu tanda anemia yang mudah dikenali adalah kulit yang menjadi lebih pucat. Kondisi ini terjadi karena kurangnya pasokan sel darah merah yang masuk ke jaringan kulit. Area tubuh yang sering mengalami perubahan warna kulit menjadi lebih pucat ini termasuk wajah, bibir, ujung jari tangan dan kaki, kuku, dan bagian dalam kelopak mata. Jika terjadi, anemia yang dialami bisa jadi sudah cukup parah. 

  • Mudah Lelah

Selain kulit memucat, tanda anemia aplastik lain yang umum adalah tubuh menjadi mudah lelah. Gejala ini terjadi karena kurangnya sel darah merah sehat yang mengandung hemoglobin pada tubuh. Seharusnya, hemoglobin ini mengandung oksigen yang disebarkan ke seluruh tubuh agar organ dan jaringan tubuh bekerja dengan optimal. Jika pasokan darah ke organ dan jaringan ini tidak mencukupi, maka mereka tidak mampu melakukan fungsinya dengan baik. 

Baca juga: Bisakah Pengidap Anemia Aplastik Sembuh Total?

  • Sakit Kepala

Kadar hemoglobin yang terlalu rendah dalam darah membuat aliran oksigen tidak mampu mencapai otak. Hal ini membuat rentan mengalami sakit kepala. Sama halnya dengan anemia aplastik, sakit kepala terjadi karena pembengkakan pembuluh darah di kepala karena memaksa jantung untuk terus memasok darah segar. Pembuluh darah yang membengkak ini menekan bagian lain di kepala dan membuat kepala menjadi sakit. 

  • Jantung Berdebar Cepat

Palpitasi terjadi ketika jantung berdetak lebih cepat dibandingkan dengan keadaan normalnya. Biasanya, detak jantung lebih cepat karena jantung bekerja keras untuk memompa darah. Tujuannya agar organ dan jaringan pada tubuh mendapatkan pasokan darah kaya oksigen. Jantung yang berdebar cepat lebih mudah terjadi apabila seseorang mengidap anemia dalam waktu yang lama. 

  • Kulit, Rambut, dan Kuku Menjadi Kering

Pernah mengalami rambut dan kuku yang mudah patah serta kulit cepat kering? Tandanya kamu kekurangan darah. Pasalnya, kesehatan rambut, kulit, dan kuku bergantung pada aliran darah yang kaya oksigen yang masuk ke dalam folikel yang ada di bawah kulit. 

Baca juga: Ini Bedanya Anemia Defisiensi Zat Besi dengan Anemia Aplastik

Jangan anggap remeh jika kamu mengalami anemia aplastik, termaksud saat hamil. Kondisi ini tentu saja membahayakan kesehatan diri sendiri dan janin yang berkembang dalam rahim. Jadi, kalau kamu merasakan gejalanya, segera periksakan kondisi kesehatan di rumah sakit. Buat janji dahulu melalui aplikasi Halodoc, sehingga kamu tidak perlu lagi mengantre. 

Referensi: 
WebMD. Diakses pada 2019. Aplastic Anemia.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Aplastic Anemia.
Medscape. Diakses pada 2019. Aplastic Anemia.