• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Anemia Aplastik

Anemia Aplastik

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Anemia Aplastik

Anemia aplastik adalah suatu kondisi yang terjadi ketika tubuh berhenti memproduksi cukup sel darah baru. Kondisi ini membuat tubuh lelah dan lebih rentan terhadap infeksi dan pendarahan yang tidak terkontrol. Anemia aplastik adalah kondisi langka dan serius, dapat berkembang pada usia berapa pun. 

Kondisi ini dapat terjadi secara tiba-tiba, atau bisa datang perlahan dan memburuk seiring waktu. Gejalanya bisa ringan atau berat. Perawatan yang diperlukan termasuk obat-obatan, transfusi darah atau transplantasi sel induk, atau juga dikenal sebagai transplantasi sumsum tulang. 

Pengertian Anemia Aplastik

Anemia aplastik adalah salah satu jenis kelainan darah yang disebabkan oleh kegagalan sumsum tulang untuk menghasilkan sel darah. Pada kondisi ini, sumsum tulang tidak dapat memproduksi salah satu atau seluruh sel darah, termasuk sel darah merah, sel darah putih, dan platelet. 

Penyebab Anemia Aplastik

Terdapat dua jenis anemia aplastik, yaitu anemia aplastik yang didapat (Acquired aplastic anemia) dan anemia aplastik yang diturunkan (inherited aplastic anemia). Anemia aplastik yang diturunkan biasanya disebabkan oleh kerusakan gen. Beberapa penyakit keturunan yang dapat menimbulkan anemia aplastik, antara lain:

  • Anemia Fanconi.
  • Sindrom Shwachman-Diamond.
  • Diskeratosis kongenital.
  • Anemia Diamond-Blackfan.

Kelainan ini biasanya diidap oleh anak-anak atau pada usia muda. 

Sedangkan anemia aplastik yang didapat biasanya terjadi pada orang dewasa. Penyakit ini merupakan tipe anemia aplastik terbanyak dan biasanya terkait dengan kelainan yang mengganggu sistem imun (penyakit autoimun), seperti:

  • Infeksi virus.
  • Penggunaan obat-obatan (misalnya, kloramfenikol).
  • Zat kimia berbahaya (misalnya, pestisida).
  • Kehamilan.
  • Radiasi ataupun kemoterapi. 

Pada beberapa kasus, anemia aplastik tidak dapat dijelaskan penyebabnya (idiopatik).

Faktor Risiko Anemia Aplastik

Faktor risiko terjadinya anemia aplastik, antara lain:

  • Ras Asia.
  • Usia 20-25 tahun.
  • Memiliki kelainan sistem imun.
  • Mengidap kanker.
  • Menjalani terapi radiasi atau kemoterapi.
  • Terpapar lama pada zat kimia berbahaya.

Gejala Anemia Aplastik

Setiap jenis sel darah memiliki fungsi khusus di dalam tubuh. Sel darah merah berfungsi utama untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh, sedangkan sel darah putih bertugas untuk melawan infeksi dan platelet untuk mencegah perdarahan. Keluhan yang timbul pada pengidap aplastik dapat berbeda-beda pada setiap pengidapnya tergantung pada jenis sel darah apa yang mengalami defisiensi.

Pada kondisi defisiensi sel darah merah, keluhan dapat berupa:

  • Mudah mengantuk.
  • Lemas.
  • Merasa lemah.
  • Pucat.
  • Pusing atau nyeri kepala.
  • Sesak napas.
  • Nyeri dada.
  • Jantung berdebar-debar.

Pengidap anemia aplastik dapat mengalami gejala berikut (saat dalam keadaan defisit sel darah putih):

  • Demam.
  • Mudah sakit atau mengalami infeksi berulang.

Jika jumlah platelet rendah, maka tubuh akan mengalami:

  • Mudah memar.
  • Pendarahan, seperti mimisan atau pendarahan gusi.

Diagnosis

Untuk menegakkan diagnosis anemia aplastik, dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan dan melakukan pemeriksaan fisik. Di samping itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang untuk mengonfirmasi diagnosis. Pemeriksaan penunjang yang dianjurkan biasanya meliputi:

  • Pemeriksaan Laboratorium

Pemeriksaan meliputi pemeriksaan darah lengkap dan retikulosit untuk memeriksa kadar hemoglobin, hematokrit, sel darah merah, sel darah putih, dan platelet.

  • Pemeriksaan Sumsum Tulang

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui apakah sumsum tulang dapat menghasilkan sel darah yang cukup. Pemeriksaan sumsum tulang meliputi aspirasi dan biopsi. Aspirasi dilakukan dengan pengambilan sampel cairan sumsum tulang dengan menggunakan jarum khusus, kemudian dilakukan pemeriksaan di bawah mikroskop. 

Sedangkan saat biopsi dilakukan, sedikit jaringan sumsum tulang akan diambil dengan jarum khusus yang diperiksa di bawah mikroskop. Pada anemia aplastik, jumlah sel darah pada sumsum tulang belakang lebih rendah dari normal. 

Pengobatan

Terapi pada anemia aplastik bergantung pada beratnya penyakit. Pada keadaan yang ringan, belum diperlukan pengobatan. Pada keadaan yang lebih berat, pengobatan untuk mempertahankan jumlah sel darah ataupun memperbaiki fungsi sumsum tulang dapat diberikan. Jenis pengobatan yang dapat diberikan, antara lain:

  1. Obat-Obatan

Dokter akan memberikan terapi untuk mencegah dan mengobati infeksi, menstimulasi sumsum tulang, ataupun menekan sistem imun untuk mencegah penyakit semakin berat. Jenis obat yang diberikan untuk mengobati infeksi, biasanya tergantung jenis infeksi yang dialami. 

  1. Transfusi Darah

Transfusi darah bertujuan untuk mempertahankan jumlah sel darah yang cukup untuk mempertahankan tubuh agar tetap sehat. Pemberian transfusi dilakukan melalui selang intravena ke pembuluh darah.

  1. Transplantasi Sumsum Tulang

Penggantian sumsum tulang belakang dari pendonor yang sehat dapat berpotensi menyembuhkan anemia aplastik.

Komplikasi

Biasanya, anemia aplastik akan sembuh dengan sendirinya setelah dilakukan pengobatan, salah satunya dengan transfusi darah. Namun, untuk mencegah komplikasi, cara tersebut tidak boleh dilakukan secara terus-menerus. Pasalnya, tubuh dikhawatirkan akan mengembangkan antibodi dalam darah yang ditransfusi, sehingga pengobatan yang dilakukan menjadi tidak efektif.

Pencegahan

Berbagai cara untuk dapat mengurangi risiko terjadinya anemia aplastik, antara lain:

  • Menjaga kebersihan, misalnya dengan rajin mencuci tangan.
  • Mengonsumsi obat-obatan sesuai dengan aturan pakai dan untuk antibiotik harus diresepkan dan sesuai anjuran dokter.
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
  • Olahraga secara teratur.
  • Menghindari stres.
  • Istirahat yang cukup.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami keluhan yang mengarah pada anemia aplastik, segera tanyakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk memastikan diagnosis dan mendapatkan penanganan yang tepat. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga.

 

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2021. Aplastic Anemia
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Aplastic Anemia