• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kurma Baik untuk Menu Berbuka Puasa, Ini Bukti Ilmiahnya

Kurma Baik untuk Menu Berbuka Puasa, Ini Bukti Ilmiahnya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Sering mendengar kalimat “berbuka dengan yang manis” ketika berpuasa? Tidak salah, karena mengonsumsi makanan atau minuman manis sebagai menu berbuka disarankan untuk mengganti gula darah yang hilang selama tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman saat berpuasa. 

Namun, bukan berarti kamu bisa leluasa mengonsumsi makanan dan minuman manis sesuka hati tanpa kenal porsi alias berlebihan. Hal ini justru membuat kamu rentan mengalami berbagai masalah kesehatan, seperti diabetes dan obesitas. Sama pula halnya jika kamu terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak. 

Berbuka dengan Kurma, Rasakan Banyak Manfaatnya

Pasti kamu sering mendapatkan buah kurma sebagai sajian berbuka ringan, sekadar untuk membatalkan puasa, tetapi tetap mengenyangkan. Ya, pada setiap biji buah kurma mengandung sekitar 60-70 persen gula dan mengandung serat yang tinggi, sehingga ideal sebagai makanan penambah energi. 

Baca juga: Menjelang Puasa, Ini 4 Manfaat Kurma Bagi Kesehatan yang Wajib Diketahui

Sekarang, kurma menjadi salah satu buah yang sangat populer di seluruh dunia dan digunakan sebagai pemanis alami dalam smoothies, jus, hingga produk makanan panggang seperti kue dan muffin. Lalu, apa yang membuat buah ini sangat pas sebagai makanan pembuka puasa?

Data dari USDA Food Data Central memaparkan, kurma mengandung serat, gula, juga beragam vitamin dan mineral, termasuk kalsium, zat besi, fosfor, potasium, magnesium, hingga zinc. Sementara vitamin yang terkandung dalam buah kurma adalah thiamin, riboflavin, vitamin B6, asam folat, niacin, vitamin K, dan vitamin A. 

Kurma memang mengandung gula alami seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa. Kehadiran energi tinggi di dalamnya dapat dikaitkan dengan kadar gula yang tinggi ini. Banyak orang mengonsumsi kurma sebagai camilan sehat setiap kali merasa lesu untuk mengembalikan energi dengan cepat. 

Baca juga: Makan Banyak saat Sahur Bikin Kuat Puasa, Mitos atau Fakta?

Dikutip dari International Journal of Food Sciences and Nutrition, kurma yang kaya nutrisi bisa dikonsumsi untuk membantu mendapatkan kembali energi yang hilang. Kurma sebagai menu buka puasa baik dikonsumsi bersama dengan air mineral hangat karena membantu menghindari makan berlebihan. 

Studi lain yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition Review mengungkapkan kurma memiliki kandungan serat yang larut dan tidak larut, serta banyak asam amino yang bermanfaat yang dapat merangsang pencernaan makanan dan memastikan saluran pencernaan bekerja dengan optimal. Serat juga dapat membantu meringankan berbagai gangguan pencernaan, seperti wasir, divertikulitis, dan GERD.

Bagi pengidap gangguan jantung, mengonsumsi kurma juga mendatangkan banyak manfaat. Dilansir dari penelitian dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry yang menyimpulkan, mengonsumsi kurma efektif untuk mengurangi kadar trigliserida dan stres oksidatif yang merupakan faktor risiko penyakit jantung dan atherogenesis atau penumpukan plak lemak pada bagian arteri. 

Baca juga: 5 Tips Puasa Sehat bagi Pengidap Maag

Buah kering ini sangat tinggi kandungan antioksidannya, sehingga membantu menurunkan risiko stroke. Tidak hanya itu, kurma memiliki kandungan phytochemical yang tinggi yang berperan aktif dalam memerangi gejala penyakit jantung. 

Memang, puasa erat dengan anggapan miring adanya berbagai masalah kesehatan yang bisa berpotensi kambuh, seperti maag. Kamu tidak perlu khawatir, karena kapan saja kamu merasakan gejalanya, kamu langsung bisa chat dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Jadi, kamu akan segera mendapatkan penanganan. Puasa pun lancar tanpa hambatan.

Referensi:
Journal of Agricultural and Food Chemistry. Diakses pada 2020. Effects of Data Consumption by  Healthy Subjects on Serum Glucose and Lipids Levels on Serum Oxidative Status
Journal of Nutrition Review. Diakses pada 2020. Health Benefits of Dietary Fiber. Journal of Nutrition Review
International Journal of Food Sciences and Nutrition. Diakses pada 2020. The Fruit of the Date Palm: It’s Possible Use as the best Food for the Future?