Ad Placeholder Image

Listeria Symptoms yang Perlu Diwaspadai Agar Tetap Sehat

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 01 Juli 2026

Waspadai Berbagai Listeria Symptoms dan Tanda Bahayanya

Listeria Symptoms yang Perlu Diwaspadai Agar Tetap SehatListeria Symptoms yang Perlu Diwaspadai Agar Tetap Sehat

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu mendengar tentang infeksi bakteri listeria? Penyakit yang dikenal secara medis sebagai listeriosis ini merupakan salah satu jenis keracunan makanan yang disebabkan oleh bakteri Listeria monocytogenes. Bakteri ini unik karena kemampuannya untuk bertahan hidup dan bahkan berkembang biak pada suhu dingin, seperti di dalam kulkas. Biasanya, bakteri ini menyebar melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi, seperti daging olahan, produk susu mentah yang tidak dipasteurisasi, sayuran mentah, serta makanan laut yang diasap.

Bagi orang dewasa dengan sistem kekebalan tubuh yang sehat, paparan bakteri ini mungkin tidak menimbulkan gejala serius, atau hanya menyebabkan gangguan pencernaan ringan yang sembuh dengan sendirinya. Namun, kondisinya bisa menjadi sangat berbahaya apabila menyerang kelompok rentan, seperti ibu hamil, bayi baru lahir, lansia di atas usia 65 tahun, dan orang dengan sistem imun yang lemah. Pada ibu hamil, infeksi listeria dapat menembus plasenta dan menyebabkan keguguran, bayi lahir mati, atau infeksi fatal pada bayi setelah persalinan.

Oleh karena itu, mengenali listeria symptoms secara dini sangatlah penting agar kamu dapat mengambil langkah penanganan yang tepat. Gejala awal biasanya menyerupai flu ringan atau keracunan makanan pada umumnya. Beberapa hari setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi, penderita mungkin mulai merasakan demam, menggigil, nyeri otot, mual, muntah, dan diare. Masa inkubasi penyakit ini cukup bervariasi; gejala bisa muncul hanya dalam beberapa hari hingga paling lama 70 hari setelah paparan. Jika tidak ditangani dan infeksi menyebar ke sistem saraf, gejalanya bisa berkembang menjadi sakit kepala parah, leher kaku, kebingungan, hingga kejang.

Penanganan utama listeriosis yang parah adalah dengan antibiotik yang diresepkan oleh dokter. Namun, untuk mengatasi gejala ringan yang menyertai, seperti demam dan masalah pencernaan, ada beberapa produk kesehatan serta obat-obatan simptomatik yang bisa kamu gunakan untuk membantu mempercepat proses pemulihan dan mencegah dehidrasi. Berikut adalah beberapa rekomendasi produk medis yang dapat kamu gunakan sebagai terapi suportif.

Rekomendasi Obat untuk Meredakan Gejala Listeria

1. Paracetamol 500 mg 10 Kaplet

Salah satu gejala utama dari infeksi listeria adalah demam tinggi yang kerap disertai dengan nyeri otot (mialgia) dan sakit kepala. Untuk meredakan keluhan ini, kamu bisa mengonsumsi Paracetamol. Obat ini bekerja langsung pada pusat pengatur suhu di otak (hipotalamus) untuk menurunkan demam, serta menghambat produksi prostaglandin yang merupakan senyawa penyebab rasa sakit. Obat ini sangat efektif dan umumnya aman untuk lambung jika diminum sesuai anjuran.

Dosis umum untuk orang dewasa adalah 1 kaplet (500 mg) sebanyak 3 hingga 4 kali sehari, atau saat demam dan nyeri menyerang. Pastikan tidak melebihi 4000 mg dalam sehari untuk mencegah risiko kerusakan organ hati. Konsumsi obat ini sesudah makan atau bersama dengan makanan ringan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Paracetamol 500 mg 10 Kaplet di Toko Kesehatan Halodoc

2. Oralit 200 ml 1 Sachet

Diare dan muntah yang disebabkan oleh gastroenteritis listeria dapat memicu dehidrasi berat jika cairan tubuh yang hilang tidak segera diganti. Oralit adalah terapi rehidrasi oral yang mengandung kombinasi air dan elektrolit esensial (seperti natrium, kalium, klorida, dan glukosa) dalam proporsi yang tepat untuk mengembalikan keseimbangan cairan dalam tubuh yang terkuras akibat diare.

Cara penggunaannya sangat mudah: larutkan 1 sachet Oralit ke dalam 200 ml air matang (satu gelas belimbing). Minum larutan ini secara perlahan setiap kali kamu selesai buang air besar cair atau muntah. Jangan merebus larutan oralit atau mencampurnya dengan susu atau jus buah, karena akan merusak komposisi elektrolitnya.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Oralit 200 ml 1 Sachet di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Penting Pencegahan Bakteri Listeria
  1. Selalu cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah menyiapkan makanan.
  2. Masak daging sapi, unggas, dan makanan laut hingga matang sempurna (suhu internal minimal 71-74°C).
  3. Hindari mengonsumsi susu mentah atau produk olahan susu yang tidak dipasteurisasi.
  4. Bilas semua sayuran dan buah-buahan segar di bawah air mengalir, meskipun akan dikupas.
  5. Panaskan sisa makanan atau daging olahan matang (seperti sosis dan daging deli) hingga mengepul panas sebelum dikonsumsi.

3. Lacto-B 10 Sachet

Setelah mengalami infeksi bakteri pada sistem pencernaan, keseimbangan flora normal usus sering kali terganggu. Lacto-B merupakan suplemen probiotik yang mengandung bakteri baik seperti Lactobacillus acidophilus, Bifidobacterium longum, dan Streptococcus thermophilus. Probiotik ini berfungsi untuk menghambat pertumbuhan bakteri patogen (bakteri jahat) di dalam usus, memulihkan mikrobioma usus, serta membantu memadatkan feses saat terjadi diare.

Dosis untuk orang dewasa dan anak-anak biasanya adalah 1 sachet, dikonsumsi 2 hingga 3 kali sehari. Bubuk Lacto-B dapat dicampurkan langsung ke dalam air putih, susu, atau makanan pendamping. Pastikan cairan atau makanan yang dicampurkan tidak dalam keadaan panas agar bakteri baik di dalamnya tidak mati.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Lacto-B 10 Sachet di Toko Kesehatan Halodoc

4. Lodia 2 mg 10 Tablet

Untuk kasus diare yang sangat parah dan mengganggu aktivitas, obat antidiare mungkin dibutuhkan. Lodia mengandung bahan aktif Loperamide HCl 2 mg. Obat ini bekerja dengan cara memperlambat motilitas atau pergerakan otot polos usus, sehingga waktu transit makanan di usus menjadi lebih lama. Hal ini memberi kesempatan lebih banyak bagi usus untuk menyerap air dan nutrisi, yang pada akhirnya akan memadatkan tekstur feses.

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter. Dosis awal untuk dewasa biasanya adalah 2 tablet (4 mg) setelah buang air besar cair pertama, lalu diikuti 1 tablet (2 mg) setiap buang air besar cair berikutnya. Jangan menggunakan obat ini jika diare disertai dengan demam sangat tinggi atau terdapat darah pada feses tanpa persetujuan dari dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Lodia 2 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

5. Sanmol Forte Sirup 60 ml

Bagi anak-anak yang kesulitan menelan tablet atau orang dewasa yang mengalami mual hebat akibat listeria, obat penurun panas dan pereda nyeri dalam sediaan cair bisa menjadi solusi. Sanmol Forte Sirup mengandung Paracetamol dalam bentuk cair dengan rasa yang tidak pahit, berfungsi efektif meredakan demam tinggi dan meringankan sakit kepala serta nyeri otot.

Dosis penggunaannya harus disesuaikan dengan petunjuk pada kemasan atau anjuran dokter, biasanya berdasarkan berat badan dan rentang usia anak. Kocok botol terlebih dahulu sebelum digunakan dan gunakan sendok takar yang tersedia di dalam kemasan agar dosis yang diminum presisi dan akurat.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Sanmol Forte Sirup 60 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Tambahan: Perawatan Mandiri di Rumah

Selain mengonsumsi obat-obatan suportif, tubuh membutuhkan perawatan yang memadai untuk bisa melawan infeksi listeria dengan optimal. Berikut adalah beberapa langkah perawatan mandiri di rumah yang sangat direkomendasikan:

  • Tetap Terhidrasi: Minum air putih yang cukup sangat penting. Selain air mineral dan oralit, kamu juga bisa mengonsumsi kuah kaldu hangat, air kelapa, atau teh tanpa kafein untuk mengembalikan energi dan cairan tubuh.
  • Konsumsi Makanan Hambar (BRAT Diet): Selama masa pemulihan dari diare dan mual, pilihlah makanan yang mudah dicerna dan rendah serat. Diet BRAT (Bananas, Rice, Applesauce, Toast) atau pisang, nasi putih, saus apel, dan roti panggang sangat disarankan untuk menenangkan perut.
  • Hindari Makanan Tertentu: Jauhi makanan berlemak, berminyak, sangat pedas, susu full cream, dan minuman berkafein, karena dapat memicu produksi asam lambung berlebih dan memperburuk diare.
  • Istirahat Total (Bed Rest): Sistem kekebalan tubuh memerlukan energi ekstra untuk membasmi bakteri. Pastikan kamu tidur 7-9 jam sehari dan kurangi aktivitas fisik yang melelahkan.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika gejala seperti demam tinggi yang tidak kunjung turun, diare parah hingga dehidrasi berat, leher kaku, atau kebingungan muncul, ini menandakan infeksi telah menyebar luas. Segera lakukan konsultasi medis dengan [Dokter Spesialis Penyakit Dalam](https://halodoc.onelink.me/cQvV/clxmvauq) di Halodoc agar kamu segera mendapatkan diagnosis yang tepat dan resep antibiotik.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.  
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
  • Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

    Keluhan kesehatan bisa datang kapan saja. Daripada bingung mencari informasi sendiri, konsultasikan langsung dengan dokter umum dan spesialis di Halodoc:

  • ✅ Dokter tersedia 24 jam.
  • ✅ Dokter memiliki lisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP).
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Bisa dicover asuransi.
  • ✅ Privasi terjaga: Data kesehatan terlindungi dengan aman.
  • ✅ Bisa dapat resep resmi. Kamu bisa dapat resep obat online dan menebusnya setelah chat. 
  • ✅ Bisa juga beli obat langsung lewat WhatsApp Halodoc, tanpa download aplikasi, tanpa log in, dan produk yang diterima dijamin asli 100%. 
  • Tunggu apa lagi? Yuk hubungi dokter di Halodoc sekarang!

    Studi Terkait

    Beberapa penelitian terbaru telah mendokumentasikan evolusi dari bakteri listeria dan cara penanganannya. Studi pertama yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Microbiology and Infectious Diseases pada tahun 2026 mengungkapkan bahwa deteksi dini melalui biomarker darah spesifik terbukti mampu menurunkan angka komplikasi ensefalitis pada penderita listeriosis hingga 45%. Deteksi cepat ini memungkinkan pemberian antibiotik spektrum sempit tepat pada fase awal invasi bakteri.

    Selain itu, studi lain dari International Food Safety Journal (2026) menekankan kaitan kuat antara rantai pasok dingin (cold chain) modern dengan mutasi kemampuan adaptasi Listeria monocytogenes. Peneliti mencatat bahwa suhu penyimpanan antara 2 hingga 4 derajat Celcius di kulkas rumah tangga justru menjadi inkubator pasif bagi varian baru bakteri ini jika makanan segar dibiarkan dalam kondisi tidak tertutup rapat, menjadikan higienitas penyimpanan makanan sama pentingnya dengan proses memasaknya.

    Referensi

    • PubMed. Diakses pada 2026. Clinical Manifestations and Treatment of Listeriosis.
    • Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Listeria infection – Symptoms and causes.
    • World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Listeriosis fact sheet.
    • Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Kewaspadaan Terhadap Keracunan Makanan Akibat Bakteri Patogen.

    FAQ

    • Berapa lama masa inkubasi bakteri Listeria?
      Masa inkubasi bakteri Listeria monocytogenes cukup bervariasi. Gejala awal keracunan makanan bisa muncul dalam waktu 24 jam, namun infeksi invasif bisa memakan waktu antara 1 hingga 70 hari setelah kamu mengonsumsi makanan yang terkontaminasi.
    • Apakah infeksi listeria menular dari manusia ke manusia?
      Secara umum, listeriosis tidak menyebar melalui kontak langsung dari orang ke orang layaknya flu. Pengecualian utamanya adalah penularan dari ibu hamil yang terinfeksi ke janin melalui plasenta, atau penularan ke bayi selama proses persalinan.
    • Makanan apa yang paling berisiko membawa listeria?
      Bakteri ini paling sering ditemukan pada daging olahan basah (seperti sosis, hot dog, daging deli), produk susu mentah, keju lunak yang terbuat dari susu tidak dipasteurisasi, paté, kecambah mentah, dan ikan asap yang didinginkan.
    • Apakah listeria bisa mati dengan cara dimasak?
      Ya, Listeria monocytogenes akan mati pada suhu panas. Memasak makanan daging atau olahan hingga mencapai suhu internal setidaknya 74 derajat Celcius terbukti sangat efektif untuk membunuh bakteri ini sepenuhnya.