Advertisement

Makanan Penyebab Trombosit Turun yang Perlu Dihindari

3 menit
Ditinjau oleh  dr. Fauzan Azhari SpPD   09 April 2025

Salah satu faktor yang dapat memengaruhi jumlah trombosit dalam darah adalah makanan.

Makanan Penyebab Trombosit Turun yang Perlu DihindariMakanan Penyebab Trombosit Turun yang Perlu Dihindari

Trombosit adalah salah satu komponen penting dalam darah yang berperan dalam proses pembekuan.

Ketika tubuh mengalami luka atau perdarahan, trombosit akan bekerja dengan cepat untuk membentuk sumbatan dan menghentikan pendarahan.

Namun, dalam beberapa kondisi, kadar trombosit bisa menurun dan menyebabkan gangguan pada proses pembekuan darah. Ini bisa berbahaya jika tidak ditangani dengan tepat.

Salah satu faktor yang dapat memengaruhi jumlah trombosit dalam darah adalah makanan.

Ya, pola makan yang tidak tepat bisa memperburuk kondisi trombosit yang rendah atau trombositopenia.

Maka dari itu, penting untuk tahu apa saja makanan yang bisa menyebabkan trombosit turun agar bisa dihindari.

Makanan Penyebab Trombosit Rendah

Berikut beberapa makanan penyebab trombosit rendah yang perlu kamu hindari:

1. Makanan dan Minuman Mengandung Alkohol

Alkohol memang diketahui bisa mengganggu berbagai fungsi tubuh, termasuk produksi trombosit.

Konsumsi alkohol berlebihan dapat menekan fungsi sumsum tulang, tempat di mana trombosit diproduksi.

Selain itu, alkohol juga bisa merusak hati, yang secara tidak langsung berdampak pada keseimbangan sel darah.

Jika kamu memiliki kadar trombosit yang rendah atau sedang dalam pemulihan dari penyakit seperti demam berdarah, sebaiknya hindari konsumsi alkohol sepenuhnya.

Vaksin DBD, Langkah Tepat untuk Cegah Wabah Demam Berdarah.

2. Makanan Olahan dan Tinggi Gula

Makanan olahan seperti sosis, nugget, makanan kaleng, atau camilan dalam kemasan sering kali mengandung bahan tambahan seperti pengawet, pewarna, dan pemanis buatan. 

Kandungan ini dapat memicu peradangan dalam tubuh dan memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Dalam beberapa kasus, peradangan juga bisa menekan produksi trombosit.

Gantilah makanan olahan dengan makanan segar seperti buah, sayuran, dan sumber protein alami.

3. Minuman Bersoda dan Berkafein

Minuman berkafein seperti kopi, teh hitam, atau minuman energi dapat menyebabkan dehidrasi jika dikonsumsi berlebihan.

Kondisi dehidrasi bisa membuat darah menjadi lebih kental dan mengganggu sirkulasi, termasuk distribusi trombosit.

Sementara itu, minuman bersoda sering mengandung gula tambahan tinggi dan zat kimia lain yang bisa mengganggu metabolisme tubuh.

Lebih baik perbanyak konsumsi air putih dan jus alami yang kaya akan vitamin serta antioksidan.

Selain itu, Ini Gejala DBD pada Anak yang Perlu Diwaspadai.

4. Makanan Tinggi Lemak Trans

Lemak trans umumnya ditemukan dalam makanan cepat saji seperti kentang goreng, ayam goreng tepung, margarin, dan produk bakery seperti donat atau kue kering.

Lemak trans dapat memicu peradangan dan meningkatkan risiko gangguan autoimun yang bisa menyerang sel darah, termasuk trombosit.

Gunakan minyak sehat seperti minyak zaitun atau minyak kelapa saat memasak, dan perbanyak konsumsi lemak baik dari alpukat, ikan, atau kacang-kacangan.

5. Makanan Mengandung Kina

Kina adalah zat yang biasanya ditemukan dalam minuman tonik (tonic water) atau digunakan sebagai obat malaria.

Meski terlihat sepele, konsumsi kina bisa menyebabkan penurunan drastis jumlah trombosit pada sebagian orang yang sensitif terhadap zat ini.

Baca label komposisi pada produk minuman atau obat. Hindari bahan yang mengandung kina jika kamu memiliki riwayat trombosit rendah.

6. Produk Susu dalam Jumlah Berlebih

Produk susu seperti susu sapi, keju, dan yogurt sebenarnya mengandung banyak nutrisi. 

Namun, pada beberapa orang, protein dalam susu bisa memicu reaksi imun yang menyebabkan tubuh menyerang trombosit. Kondisi ini dikenal sebagai hipersensitivitas makanan.

Jika kamu mengalami penurunan trombosit setelah mengonsumsi produk susu, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan alergi atau intoleransi.

Kapan Harus Waspada?

Jika kamu mengalami gejala seperti mudah memar, gusi berdarah, mimisan tanpa sebab, atau perdarahan yang sulit berhenti, segera konsultasikan ke dokter di Halodoc.

Ini bisa menjadi tanda bahwa jumlah trombosit kamu sedang rendah.

Nantinya, kamu bisa tanyakan pada dokter spesialis penyakit dalam mengenai cara menaikkan trombosit.

Selain itu, jika kamu sedang sakit dan sedang menjalani pengobatan tertentu, pastikan untuk bertanya kepada dokter mengenai efek sampingnya terhadap jumlah trombosit.

Menjaga kadar trombosit tetap normal adalah bagian penting dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Dengan menghindari makanan dan minuman tertentu, kamu bisa membantu tubuh mempertahankan fungsi darah yang optimal.

Kalau kamu merasa mengalami gejala yang mengarah ke trombosit rendah, atau ingin tahu lebih jauh soal pola makan yang tepat, jangan ragu konsultasikan langsung dengan dokter spesialis melalui aplikasi Halodoc.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Thrombocytopenia. 
Healthline. Diakses pada 2025. Thrombocytopenia. 
Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. Low Platelet Count (Thrombocytopenia). 
Journal of Clinical Medicine. Diakses pada 2025. The Latest Clinical Advances in Thrombocytopenia