
Malas Bergerak, Hati-Hati Terserang 7 Penyakit Ini
Kebiasaan malas gerak ternyata bisa meningkatkan risiko gangguan penyakit, bahkan bisa berakibat fatal.

DAFTAR ISI
- Rekomendasi Suplemen untuk Mengatasi Tubuh Lemas dan Malas
- Bahaya Gaya Hidup Sedenter (Malas Bergerak)
- Studi Terkait Kesehatan Fisik
- FAQ
Pernahkah kamu merasa sangat sulit untuk sekadar bangkit dari tempat tidur atau beranjak dari sofa? Rasa malas bergerak, atau yang dalam istilah medis sering dikaitkan dengan gaya hidup sedenter, kini menjadi tantangan besar di era digital. Banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam duduk di depan layar komputer atau ponsel tanpa melakukan aktivitas fisik yang berarti. Padahal, tubuh manusia dirancang untuk terus bergerak guna menjaga fungsi organ tetap optimal.
Malas bergerak bukan sekadar masalah disiplin atau kepribadian. Dalam banyak kasus, kondisi ini bisa dipicu oleh kurangnya asupan nutrisi tertentu, gangguan metabolisme, atau kelelahan kronis. Jika dibiarkan, kebiasaan ini dapat memicu berbagai penyakit degeneratif seperti obesitas, diabetes melitus, hingga penyakit jantung. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk mengenali tanda-tanda tubuh yang mulai kekurangan energi dan segera melakukan langkah pencegahan sebelum kondisi kesehatan menurun.
Menangani rasa malas yang disebabkan oleh faktor fisik memerlukan kombinasi antara perubahan pola hidup dan dukungan nutrisi yang tepat. Terkadang, meskipun sudah berniat untuk olahraga, tubuh terasa sangat lemas karena kekurangan vitamin B kompleks atau zat besi yang berperan dalam pembentukan energi. Untuk membantu kamu kembali bugar dan semangat beraktivitas, penggunaan suplemen kesehatan bisa menjadi solusi praktis sebagai pendamping pola makan sehat.
Nah, mau tahu apa saja pilihan produk kesehatan yang bisa membantu meningkatkan stamina dan mengatasi rasa lemas? Berikut ulasannya!
Rekomendasi Suplemen untuk Mengatasi Tubuh Lemas dan Malas yang Ampuh
Berikut adalah beberapa produk vitamin dan suplemen yang bisa kamu pertimbangkan untuk menjaga daya tahan tubuh dan meningkatkan level energi harian kamu agar tidak mudah lemas.
1. Enervon-C 30 Tablet
Enervon-C merupakan suplemen multivitamin yang mengandung kombinasi Vitamin C, Vitamin B1 (Thiamine), Vitamin B2 (Riboflavin), Vitamin B6 (Pyridoxine), Vitamin B12, Niacinamide, dan Calcium Pantothenate. Vitamin B kompleks di dalamnya bekerja secara sinergis untuk membantu metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak menjadi energi yang dibutuhkan tubuh sepanjang hari.
Manfaat utama produk ini adalah untuk membantu menjaga daya tahan tubuh sekaligus membantu proses pemulihan setelah sakit. Kandungan Vitamin C-nya berperan sebagai antioksidan kuat untuk menangkal radikal bebas yang sering membuat tubuh terasa cepat lelah.
Dosis dan aturan pakai:
- Dewasa: 1 tablet sehari.
- Diminum sesudah makan untuk menghindari iritasi lambung.
Obat ini termasuk kategori obat bebas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Enervon-C 30 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
2. Sangobion 10 Kapsul
Rasa malas dan lemas sering kali merupakan tanda anemia atau kekurangan zat besi. Sangobion mengandung Ferrous Gluconate (zat besi), Manganese Sulfate, Copper Sulfate, Vitamin C, Asam Folat, dan Vitamin B12. Produk ini dirancang khusus untuk membantu pembentukan sel darah merah agar oksigen dapat diedarkan dengan maksimal ke seluruh jaringan tubuh.
Manfaatnya adalah mengatasi gejala anemia seperti 5L (Lelah, Letih, Lesu, Lemah, Lalai) yang sering membuat seseorang enggan bergerak. Dengan kadar hemoglobin yang normal, metabolisme energi akan berjalan lebih lancar.
Dosis dan aturan pakai:
- Dewasa: 1 kapsul sehari.
- Sebaiknya dikonsumsi saat atau setelah makan.
Obat ini termasuk kategori obat bebas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Sangobion 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc
Tips Mengatasi Malas Bergerak
- Lakukan stretching ringan setiap 30 menit sekali saat bekerja.
- Gunakan tangga daripada lift untuk meningkatkan detak jantung.
- Pastikan hidrasi tubuh tercukupi dengan minum minimal 8 gelas air putih sehari.
3. CDR Effervescent 10 Tablet
Bagi kamu yang jarang bergerak, kesehatan tulang dan sendi perlu diperhatikan. CDR (Calcium-D-Redoxon) mengandung Kalsium, Vitamin C, Vitamin D, dan Vitamin B6 dalam bentuk tablet larut air (effervescent). Vitamin D membantu penyerapan kalsium yang penting untuk menjaga kepadatan tulang, terutama jika kamu lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan.
Manfaatnya adalah mendukung struktur tubuh yang kuat sehingga kamu lebih siap dan nyaman saat ingin memulai aktivitas fisik atau olahraga setelah sekian lama tidak aktif.
Dosis dan aturan pakai:
- 1 tablet effervescent per hari.
- Larutkan dalam segelas air (200 ml) dan segera minum setelah dilarutkan.
Obat ini termasuk kategori obat bebas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan CDR Effervescent 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
4. Fatigon Spirit 6 Kaplet
Fatigon Spirit mengandung L-Carnitine, BCAA (Branched Chain Amino Acids), dan Vitamin B kompleks. L-Carnitine berperan penting dalam mengangkut asam lemak ke dalam mitokondria sel untuk dibakar menjadi energi, sementara BCAA membantu menjaga performa otot agar tidak cepat lelah.
Suplemen ini sangat cocok bagi kamu yang ingin mengembalikan semangat dan energi saat merasa “drop” akibat aktivitas yang monoton atau kurang istirahat. Manfaatnya dirasakan dengan peningkatan stamina tubuh yang lebih terjaga.
Dosis dan aturan pakai:
- Dewasa: 1 kaplet, diminum 2-3 kali sehari.
- Maksimal 3 kaplet dalam sehari.
Obat ini termasuk kategori obat bebas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Fatigon Spirit 6 Kaplet di Toko Kesehatan Halodoc
Bahaya Gaya Hidup Sedenter (Malas Bergerak) bagi Kesehatan
Malas bergerak bukan sekadar gaya hidup, tapi ancaman nyata bagi kesehatan jangka panjang. Ketika tubuh tidak banyak bergerak, pembakaran kalori melambat, yang menyebabkan penumpukan lemak visceral di sekitar organ vital.
1. Risiko Penyakit Kardiovaskular
Kurangnya aktivitas fisik membuat otot jantung kurang terlatih untuk memompa darah secara efisien. Hal ini meningkatkan risiko hipertensi dan penyakit jantung koroner karena aliran darah menjadi tidak lancar.
2. Gangguan Metabolisme dan Diabetes
Tubuh yang jarang bergerak cenderung memiliki sensitivitas insulin yang rendah. Hal ini menyebabkan kadar gula darah sulit terkontrol, sehingga meningkatkan risiko terkena Diabetes Melitus tipe 2 secara signifikan.
3. Penurunan Kesehatan Mental
Bergerak aktif memicu pelepasan hormon endorfin dan serotonin. Sebaliknya, malas bergerak sering dikaitkan dengan peningkatan risiko stres, kecemasan, hingga depresi karena kurangnya sirkulasi “hormon bahagia” tersebut.
Studi Mengenai Aktivitas Fisik dan Kesehatan
The Lancet menerbitkan studi di tahun 2012 yang menjelaskan bahwa gaya hidup sedenter bertanggung jawab atas sekitar 6% hingga 10% kasus penyakit tidak menular utama secara global, termasuk diabetes dan penyakit jantung.
Penelitian ini menegaskan bahwa aktivitas fisik intensitas sedang yang dilakukan secara rutin dapat memperpanjang harapan hidup secara signifikan. Elabolarasi temuan ini menunjukkan bahwa berjalan kaki minimal 150 menit per minggu sudah cukup untuk mengurangi risiko kematian dini yang disebabkan oleh kurangnya aktivitas fisik.
Jika rasa lemas dan malas bergerak yang kamu alami berlangsung terus-menerus meski sudah cukup istirahat dan mengonsumsi suplemen, sebaiknya segera hubungi tenaga medis. Kondisi ini bisa jadi merupakan gejala dari masalah kesehatan yang lebih serius yang memerlukan diagnosis mendalam.
Kamu bisa mendapatkan obat-obatan dan suplemen di atas dengan praktis dan cepat dengan beli obat online di Halodoc. Produk dijamin asli dan akan diantar langsung ke rumahmu.
Selain itu, untuk mendapatkan diagnosis yang tepat mengenai keluhan kesehatanmu, kamu juga bisa melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam kapan saja dan di mana saja.
Sering Merasa Malas Bergerak dan Kurang Bertenaga? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu sering merasa malas bergerak dan tubuh gampang lemas, tapi bingung apa penyebab pastinya? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!
HILDA ([Halodoc Intelligent Digital Assistant](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
World Health Organization. Diakses pada 2026. Physical Activity.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Sedentary lifestyle: Is sitting too much bad for your health?.
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2026. The dangers of sitting.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Bahaya Kurang Aktivitas Fisik.
FAQ
1. Apakah malas bergerak termasuk gangguan kesehatan?
Secara medis, malas bergerak kronis disebut gaya hidup sedenter yang dapat memicu berbagai gangguan kesehatan serius seperti obesitas dan gangguan jantung.
2. Berapa lama waktu olahraga minimal untuk mengatasi rasa malas?
WHO merekomendasikan setidaknya 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang per minggu, atau sekitar 30 menit setiap hari selama 5 hari.
3. Vitamin apa yang paling bagus untuk stamina?
Vitamin B kompleks (B1, B6, B12) sangat penting untuk metabolisme energi, sementara Vitamin C membantu menjaga daya tahan tubuh secara keseluruhan.
4. Apakah kopi bisa menggantikan fungsi vitamin untuk energi?
Kafein memberikan stimulasi energi sementara, namun vitamin bekerja pada tingkat seluler untuk memperbaiki metabolisme energi yang lebih stabil dan sehat.


