• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mana yang Lebih Penting, Ranking atau Skill Anak?

Mana yang Lebih Penting, Ranking atau Skill Anak?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Orangtua mana yang tidak senang bila anaknya mendapatkan ranking di sekolah. Namun, sebaiknya orangtua tidak menjadikan ranking sebagai satu-satunya tujuan ketika mendorong anak belajar, pastikan juga kemampuan atau skill anak juga semakin meningkat. Yuk, simak penjelasannya lebih lanjut di bawah ini.

Anak mendapatkan ranking di sekolah memang suatu kebanggaan bagi orangtua. Dari sisi anak, ranking juga dapat menjadi ganjaran membahagiakan yang dapat memotivasi anak untuk belajar lebih giat lagi. Namun, perlu dipertimbangkan kembali apakah motivasi orangtua mendorong anak belajar selama ini hanya semata-mata untuk mendapatkan ranking tinggi di sekolah, atau sebagai wujud mencintai anak agar anak mendapatkan yang terbaik.

Tuntutan Ranking dari Orangtua Dapat Membebani Anak

Tanpa disadari, banyak orangtua yang sudah menjadikan ranking anak sebagai obsesi untuk memuaskan harga dirinya. Agar anak bisa mendapatkan ranking, tidak sedikit orangtua yang mendesak atau memaksa anaknya untuk belajar secara berlebihan. 

Tidak cukup belajar di sekolah pagi sampai siang hari, anak-anak juga diberi berbagai les tambahan untuk meningkatkan skill dan prestasinya di sekolah, mulai dari les bahasa Inggris, les bahasa Mandarin, les musik, dan masih banyak lagi. Akibatnya, anak-anak akan kehilangan waktu bermain di usia kanak-kanak untuk mengejar ambisi orangtua, yaitu untuk berprestasi di sekolah, mendapatkan ranking di kelas, dan menjadi yang terbaik.

Tuntutan memperoleh ranking malah dapat menjadi beban bagi anak yang bisa membuatnya stres. Bukannya belajar untuk mendapatkan pengetahuan yang bisa diingatnya dalam jangka waktu lama dan ia aplikasikan dalam kehidupan nantinya, anak yang berada di bawah tuntutan orangtua cenderung belajar demi mendapatkan ranking semata. Hal ini juga bisa berdampak pada kesehatan mentalnya.

Baca juga: Hal yang Harus Dipertimbangkan Orangtua sebelum Anak Ikut Kursus

Ranking Tidak Selalu Menjadi Indikasi Kecerdasan Anak

Ranking tidak bisa dijadikan ukuran untuk menilai kecerdasan anak, karena setiap anak istimewa. Itulah satu hal penting yang perlu disadari oleh orangtua. Seorang anak bisa saja pandai berhitung, tetapi belum tentu unggul dalam bidang olahraga. Sedangkan anak yang lain mungkin mahir dalam ilmu kimia, tetapi belum tentu bisa bernyanyi dengan baik.

Nyatanya, model kecerdasan dapat dibagi menjadi sembilan bentuk. Yang pertama adalah kecerdasan logika dan matematika yang meliputi kemampuan berhitung dan memecahkan persoalan matematika. Tipe kecerdasan kedua merujuk pada kemampuan linguistik, yaitu kemampuan seseorang untuk memahami dan menghasilkan bahasa baik lisan dan tulisan. 

Jenis kecerdasan lainnya adalah kecerdasan spasial, di mana individu dengan kecerdasan ini dapat memiliki kemampuan berpikir tiga dimensi, yaitu daya khayal ruang bidang, penalaran spasial, manipulasi gambar, keterampilan grafis, dan seni. Tipe kecerdasan keempat adalah kecerdasan musik yang meliputi kemampuan seseorang membedakan nada dan ritme.

Jenis kecerdasan kelima menyangkut kinestetik di mana anak dengan kecerdasan ini biasanya lebih aktif bergerak, unggul dalam bidang olahraga dan tari. Jenis kecerdasan keenam adalah kecerdasan naturalis yang membuat anak peka dan menyayangi alam serta isinya. Jenis kecerdasan ketujuh dimiliki oleh seseorang yang pandai berinteraksi atau disebut juga sebagai kecerdasan interpersonal.

Kecerdasan intrapersonal adalah jenis kecerdasan kedelapan di mana seseorang dengan tipe ini cenderung menyendiri dan berpikir. Jenis yang terakhir adalah kecerdasan eksistensial yang memiliki kepekaan terhadap asal-usul manusia, arti hidup dan mati, serta proses semesta.

Baca juga: 6 Tips untuk Mendukung Kecerdasan Anak

Dengan adanya berbagai bentuk kecerdasan tersebut, tidak adil rasanya bila menentukan kecerdasan seorang anak hanya dari rankingnya saja.

Jadi kesimpulannya, ranking bukanlah hal terpenting, melainkan menemukan jenis kecerdasan yang dimiliki anak dan menggali skill-nya berdasarkan jenis kecerdasan tersebut adalah hal yang lebih penting yang mestinya dilakukan orangtua.

Baca juga: Orangtua Terlalu Perfeksionis, Apa Dampaknya pada Anak?

Bila ibu ingin berdiskusi tentang pola asuh atau cara mendidik anak, gunakan saja aplikasi Halodoc. Ibu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat, untuk minta saran kesehatan kapan dan di mana saja tanpa harus ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Miniland Educational. Diakses pada 2020. Different Types of Intelligence, And How They Benefit Children.