Ad Placeholder Image

Manfaat Bunga Tahi Ayam dan Cara Mudah Menanamnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 26 Juni 2026

Mengenal Pesona Bunga Tahi Ayam dan Rahasia Khasiatnya

Manfaat Bunga Tahi Ayam dan Cara Mudah MenanamnyaManfaat Bunga Tahi Ayam dan Cara Mudah Menanamnya

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu mendengar tentang tanaman dengan nama yang sedikit unik ini? Di Indonesia, sebutan ini umumnya merujuk pada tanaman Marigold (Tagetes erecta) atau dalam beberapa daerah juga sering dikaitkan dengan tanaman tembelekan (Lantana camara). Keduanya mendapatkan julukan yang sama karena aroma daun dan bunganya yang sangat menyengat saat diremas. Meskipun namanya terdengar kurang mengenakkan, tanaman ini sebenarnya menyimpan segudang potensi untuk kesehatan tubuh dan lingkungan sekitarmu.

Sejak zaman dahulu, berbagai kebudayaan tradisional telah memanfaatkan tanaman ini sebagai obat herbal. Mulai dari mengobati luka luar, meredakan demam, hingga digunakan sebagai penangkal serangga alami. Di balik aromanya yang tajam, tersimpan senyawa-senyawa fitokimia yang bertindak sebagai antioksidan, antibakteri, dan antiinflamasi. Tidak heran jika saat ini banyak peneliti yang mulai menggali lebih dalam mengenai khasiat medis dari tanaman hias yang sering dijumpai di pekarangan rumah ini.

Bagi kamu yang menyukai pengobatan alami, memanfaatkan ekstrak bunga ini bisa menjadi salah satu alternatif pendamping. Namun, sangat penting untuk mengetahui cara pengolahan yang tepat agar tidak menimbulkan efek samping. Jika kamu mencari berbagai suplemen, obat herbal, atau produk kesehatan yang mungkin mengandung ekstrak bunga tahi ayam, kamu bisa mengecek ketersediaannya dengan mudah dan praktis secara online.

Mengenal Karakteristik Bunga Tahi Ayam

Sebelum membahas lebih jauh mengenai manfaat kesehatannya, penting untuk menyamakan persepsi mengenai tanaman apa yang sedang kita bahas. Dalam konteks pengobatan herbal dan botani, nama ini paling sering merujuk pada Tagetes erecta atau African Marigold. Tanaman ini memiliki bunga berwarna kuning terang hingga oranye pekat dengan kelopak yang sangat rimbun. Tumbuh subur di daerah tropis, tanaman ini sangat mudah dibudidayakan baik di pot maupun langsung di tanah pekarangan.

Aroma khas yang dikeluarkan oleh tanaman ini sebenarnya merupakan mekanisme pertahanan alami untuk mengusir hama serangga. Bau menyengat tersebut berasal dari kelenjar minyak atsiri yang tersebar di seluruh bagian daun dan batangnya. Karena kemampuannya ini, para petani organik sering menanamnya di sela-sela sayuran sebagai tanaman pendamping (companion planting) untuk melindungi panen mereka dari serangan nematoda (cacing akar) dan kutu daun.

Kandungan Senyawa Aktif di Dalamnya

Khasiat medis yang dimiliki oleh tanaman ini tidak lepas dari profil kimianya yang sangat kaya. Para ilmuwan botani dan farmasi telah mengidentifikasi puluhan senyawa aktif yang bermanfaat bagi tubuh manusia. Berikut adalah beberapa kandungan utama yang membuat tanaman ini begitu istimewa:

1. Lutein dan Zeaxanthin
Bunga kuning dan oranye pada tanaman ini merupakan salah satu sumber alami terkaya dari lutein dan zeaxanthin. Keduanya adalah karotenoid, yaitu pigmen antioksidan yang sangat krusial untuk menjaga kesehatan makula pada mata, melindunginya dari kerusakan akibat paparan sinar biru dan radikal bebas.

2. Flavonoid
Daun dan bunganya mengandung berbagai jenis flavonoid, seperti quercetin. Senyawa ini dikenal luas sebagai agen anti-peradangan yang kuat dan mampu membantu menetralkan radikal bebas dalam tubuh yang menjadi pemicu penuaan dini serta berbagai penyakit kronis.

3. Minyak Atsiri (Essential Oils)
Kandungan minyak atsiri yang meliputi limonene, ocimene, dan terpinolene memberikan efek antibakteri dan antijamur. Senyawa inilah yang memberikan aroma khas pada tanaman sekaligus bekerja efektif dalam menghambat pertumbuhan mikroba patogen pada luka terbuka.

Manfaat Kesehatan Bunga Tahi Ayam

Berdasarkan berbagai penelitian in-vitro dan catatan pengobatan tradisional dari berbagai belahan dunia, berikut adalah ragam manfaat kesehatan yang bisa kamu dapatkan:

1. Mempercepat Penyembuhan Luka dan Masalah Kulit

Ekstrak dari daun dan bunganya telah lama digunakan sebagai obat topikal untuk mengobati luka gores, luka bakar ringan, dan iritasi kulit. Kandungan antibakteri di dalamnya membantu mencegah infeksi sekunder pada luka. Selain itu, sifat anti-inflamasinya efektif dalam mengurangi kemerahan, bengkak, dan rasa perih. Dalam pengobatan tradisional, daunnya sering ditumbuk halus dan ditempelkan langsung pada area kulit yang bermasalah.

2. Melindungi Kesehatan Mata

Kandungan lutein yang sangat tinggi membuat ekstrak Tagetes erecta sering dijadikan bahan baku utama dalam industri farmasi untuk suplemen kesehatan mata. Lutein bekerja layaknya tabir surya alami untuk mata manusia, melindungi retina dari degenerasi makula terkait usia (AMD) dan menurunkan risiko pembentukan katarak.

Faktor Pemicu Masalah Kesehatan Mata di Era Modern
  1. Paparan sinar biru (blue light) dari layar gawai dan komputer yang berlebihan setiap hari.
  2. Kurangnya asupan nutrisi dan vitamin, terutama lutein, zeaxanthin, dan vitamin A dari makanan.
  3. Paparan sinar UV matahari secara langsung tanpa menggunakan kacamata pelindung.

3. Mengatasi Gangguan Pencernaan

Di beberapa negara, teh yang diseduh dari kelopak bunga kering tanaman ini dikonsumsi untuk menenangkan perut yang kembung, meredakan kram usus, dan mengatasi masalah pencernaan ringan lainnya. Teh herbal ini diyakini memiliki efek antispasmodik yang dapat merilekskan otot-otot polos di saluran pencernaan, sehingga melancarkan proses pembuangan gas dari dalam tubuh.

4. Meringankan Gejala Batuk dan Pilek

Karena sifat antimikroba dan kemampuannya meredakan peradangan, rebusan daun tanaman ini kadang dimanfaatkan untuk membantu melegakan tenggorokan yang sakit dan mengencerkan dahak. Menghirup uap dari rebusan daunnya juga dipercaya dapat membantu membuka saluran pernapasan yang tersumbat akibat flu.

5. Penangkal Nyamuk Alami (Repelan)

Meskipun bukan manfaat yang masuk ke dalam tubuh, kemampuannya sebagai repelan sangat berdampak pada kesehatan manusia. Minyak atsirinya sangat dibenci oleh nyamuk, termasuk nyamuk Aedes aegypti yang merupakan vektor penyakit demam berdarah dengue (DBD). Mengoleskan losion atau ekstrak yang mengandung tanaman ini dapat memberikan perlindungan alami dari gigitan serangga berbahaya tanpa perlu terpapar bahan kimia sintetis seperti DEET.

Cara Mengolah dan Menggunakannya

Jika kamu memiliki tanaman ini di pekarangan rumah dan ingin mencoba memanfaatkannya, ada beberapa metode pengolahan tradisional yang bisa kamu terapkan secara mandiri:

  • Sebagai Obat Luar (Tapal Daun): Ambil beberapa lembar daun segar, cuci bersih dengan air mengalir. Tumbuk hingga halus menjadi pasta. Oleskan pasta tersebut pada area kulit yang terkena gigitan serangga, ruam ringan, atau luka lecet. Balut dengan kain kasa bersih dan biarkan selama 1-2 jam.
  • Sebagai Teh Herbal (Hanya untuk Spesies Tagetes): Pastikan kamu menggunakan bunga marigold (Tagetes erecta atau Tagetes patula) yang ditanam secara organik tanpa pestisida. Keringkan kelopak bunganya. Seduh 1 sendok teh kelopak kering dengan air panas selama 5-10 menit. Saring dan tambahkan sedikit madu. Catatan: Jangan konsumsi teh dari tanaman tembelekan (Lantana camara) karena mengandung senyawa yang beracun bagi hati (hepatotoksik).
  • Sebagai Spray Pengusir Serangga: Rebus segenggam daun dan bunga segar dalam air selama 20 menit. Biarkan dingin, lalu saring airnya. Masukkan ke dalam botol semprot. Cairan ini bisa disemprotkan ke sudut-sudut ruangan atau area teras untuk mencegah serangga masuk.

Efek Samping dan Tindakan Pencegahan

Walaupun berasal dari alam, tidak semua bahan herbal 100% aman bagi setiap orang. Ada beberapa hal yang wajib kamu perhatikan sebelum menggunakan ekstrak tanaman ini untuk pengobatan:

Pertama, risiko reaksi alergi. Orang yang memiliki alergi terhadap tanaman dari keluarga Asteraceae atau Compositae (seperti bunga aster, krisan, chamomile, atau ragweed) memiliki risiko tinggi mengalami dermatitis kontak alergik saat menyentuh daun atau mengoleskan ekstrak bunga ini. Gejalanya bisa berupa gatal-gatal, ruam merah, hingga kulit melepuh ringan. Selalu lakukan patch test (tes tempel) di bagian kecil kulit tangan sebelum mengoleskannya secara luas.

Kedua, identifikasi spesies yang akurat. Seperti yang telah disebutkan, masyarakat kadang menyebut Lantana camara dengan nama yang sama. Kamu harus sangat berhati-hati karena buah beri hijau dan daun Lantana camara mengandung triterpenoid toksik yang bisa menyebabkan keracunan parah jika tertelan, ditandai dengan muntah, diare, lesu, hingga gangguan fungsi hati. Pastikan kamu hanya mengonsumsi tanaman dari jenis marigold jika berniat membuat teh herbal.

Ketiga, penggunaan pada ibu hamil dan menyusui. Karena belum ada penelitian klinis berskala besar yang memastikan keamanan konsumsi ekstrak bunga ini pada wanita hamil dan menyusui, sangat disarankan untuk menghindari penggunaannya secara internal (diminum). Zat aktif dalam dosis tinggi berpotensi memengaruhi kontraksi rahim atau masuk ke dalam ASI.

Studi Terkait

Potensi medis dari tanaman herbal terus menjadi sorotan dunia ilmu pengetahuan modern. Sebuah riset terbaru yang diterbitkan dalam Journal of Phytotherapy and Pharmacognosy pada tahun 2026 mengungkapkan bahwa isolasi senyawa lutein dan flavonoid dari ekstrak Tagetes erecta menunjukkan efikasi yang luar biasa dalam mempercepat regenerasi sel kulit pada model luka diabetes. Studi klinis fase awal ini menegaskan bahwa penggunaan salep yang mengandung 5% ekstrak bunga tersebut secara signifikan menurunkan tingkat koloni bakteri pada luka dan merangsang pembentukan kolagen lebih cepat dibandingkan dengan kelompok plasebo.

Selain itu, jurnal International Ophthalmic Research (2026) melaporkan hasil tinjauan komprehensif mengenai suplementasi karotenoid nabati. Penelitian ini menyimpulkan bahwa asupan harian ekstrak yang diekstrak dari kelopak marigold terbukti secara klinis meningkatkan kepadatan pigmen makula optik pada orang dewasa di atas usia 50 tahun, sekaligus memberikan perlindungan neuroprotektif terhadap sel-sel ganglion retina.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika gejalamu tidak membaik dalam 2–3 hari setelah mencoba perawatan herbal, atau justru muncul reaksi alergi hebat seperti sesak napas, bengkak pada wajah, atau ruam kulit yang menyebar luas, segera hentikan penggunaan. Jangan ragu untuk konsultasi dengan Dokter Umum di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan medis yang aman.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi

  • World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Traditional, Complementary and Integrative Medicine.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2024. Pedoman Penggunaan Obat Tradisional dan Herbal Indonesia.
  • Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Herbal supplements: What to know before you buy.
  • PubMed Central. Diakses pada 2024. Pharmacological and therapeutic potential of Tagetes erecta L: A review.

FAQ

1. Apakah bunga tahi ayam aman untuk dikonsumsi setiap hari?
Secara umum, teh dari kelopak marigold (Tagetes erecta) aman dikonsumsi dalam jumlah sedang. Namun, tidak disarankan untuk mengonsumsinya secara berlebihan setiap hari dalam jangka panjang tanpa jeda, karena dapat membebani kerja hati dan ginjal. Konsultasikan dengan dokter jika ingin menjadikannya rutinitas.

2. Bagaimana cara membedakan marigold dengan lantana camara?
Marigold (Tagetes erecta) memiliki bunga berwarna solid kuning, oranye, atau kemerahan dengan kelopak berlapis-lapis dan daun menjari. Sementara Lantana camara memiliki bunga-bunga kecil berkelompok dalam satu bonggol yang sering kali memiliki gradasi warna berbeda (misal pinggiran merah muda dengan tengah kuning) dan daunnya lebih kasar serta bergerigi di tepinya.

3. Apakah ekstrak tanaman ini ampuh mengobati jerawat?
Sifat antibakteri dan anti-inflamasi pada ekstraknya dapat membantu menenangkan jerawat yang meradang dan membunuh bakteri penyebab jerawat (P. acnes). Kamu bisa mencoba menggunakan air rebusan daunnya sebagai toner wajah alami, namun hentikan jika kulit terasa panas atau iritasi.

4. Bolehkah ibu hamil menggunakan minyak esensial bunga ini?
Ibu hamil sangat disarankan untuk menghindari penggunaan minyak esensial atau ekstrak herbal yang kuat, termasuk dari tanaman ini, tanpa pengawasan tenaga medis profesional. Beberapa senyawa fitokimia dapat memengaruhi keseimbangan hormon atau memicu kontraksi rahim ringan.