Ad Placeholder Image

Manfaat Vaksin DPT Combo untuk Perlindungan Kesehatan Anak

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 20 Agustus 2026

Solusi Praktis Dapatkan Manfaat Maksimal Dengan Menggunakan Dpt Combo Setiap Hari

Manfaat Vaksin DPT Combo untuk Perlindungan Kesehatan AnakManfaat Vaksin DPT Combo untuk Perlindungan Kesehatan Anak

DAFTAR ISI


Imunisasi merupakan salah satu langkah terpenting dalam menjaga tumbuh kembang dan perlindungan kesehatan si Kecil sejak dini. Salah satu vaksin wajib yang sangat dianjurkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) adalah vaksin DPT combo. Vaksin kombinasi ini dirancang untuk memberikan kekebalan terhadap beberapa jenis penyakit infeksi serius sekaligus dalam satu kali suntikan.

Vaksin DPT combo umumnya menggabungkan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis (batuk rejan), dan Tetanus dengan komponen vaksin lain seperti Hepatitis B serta Haemophilus influenzae tipe b (Hib) atau polio. Melalui pemberian vaksin kombinasi ini, si Kecil tidak perlu menerima banyak suntikan terpisah, sehingga dapat mengurangi rasa takut, cemas, dan ketidaknyamanan saat jadwal vaksinasi tiba.

Meskipun tergolong sangat aman, salah satu reaksi pasca imunisasi (KIPI) yang cukup sering muncul setelah pemberian DPT combo adalah demam ringan hingga sedang dan rasa nyeri di area bekas suntikan. Untuk meredakan gejala tersebut, ibu dapat merawat si Kecil di rumah serta menyediakan obat penurun panas anak. Sebelum pemberian obat, ibu juga dapat melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam kapan saja dan di mana saja.

Rekomendasi Obat Penurun Demam Pasca Vaksin DPT Combo

Berikut adalah beberapa rekomendasi obat penurun demam dan pereda nyeri yang aman digunakan untuk meredakan reaksi ringan pasca pemberian vaksin DPT combo pada anak:

1. Sanmol Syrup 60 ml

Sanmol Syrup mengandung Paracetamol 120 mg per 5 ml yang bekerja langsung pada pusat pengatur suhu di otak untuk menurunkan demam serta meredakan nyeri ringan pasca imunisasi. Obat ini memiliki rasa buah yang disukai anak-anak dan terbukti efektif mengatasi demam setelah imunisasi DPT combo. Dosis umum untuk anak 1–2 tahun adalah 5 ml, diberikan 3–4 kali sehari sesuai kebutuhan. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Sanmol Syrup 60 ml di Toko Kesehatan Halodoc

2. Tempra Drops 15 ml

Tempra Drops dirancang khusus untuk bayi dan anak usia di bawah 2 tahun. Mengandung Paracetamol 80 mg per 0.8 ml, sirup tetes ini dilengkapi dengan penetes dosis presisi sehingga memudahkan orang tua memberikan dosis yang tepat saat bayi mengalami demam pasca imunisasi DPT combo. Dosis disesuaikan dengan berat badan dan petunjuk dokter. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Tempra Drops 15 ml di Toko Kesehatan Halodoc

3. Praxion Suspension 60 ml

Praxion Suspension mengandung Micronized Paracetamol 120 mg per 5 ml yang lebih cepat diserap oleh tubuh si Kecil. Obat ini efektif meredakan gejala pusing, pegal, dan demam tinggi setelah suntikan DPT combo. Dosis penggunaan untuk anak usia 1–2 tahun adalah 5 ml per pemberian. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Praxion Suspension 60 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Apa itu Vaksin DPT Combo dan Manfaatnya?

Vaksin DPT combo (sering dikenal sebagai vaksin Pentavalen atau Heksavalen) adalah vaksin kombinasi yang melindungi anak dari berbagai penyakit infeksi berbahaya, antara lain:

  • Difteri: Infeksi bakteri serius yang menyerang selaput lendir tenggorokan dan dapat menyumbat jalan napas.
  • Pertusis: Batuk rejan berat yang dapat menyebabkan kesulitan bernapas akut pada bayi.
  • Tetanus: Infeksi yang menyebabkan kekakuan otot hebat akibat racun bakteri.
  • Hepatitis B & Hib: Mencegah kerusakan hati kronis serta infeksi selaput otak (meningitis).

Pemberian vaksin ini disuntikkan secara bertahap sesuai jadwal imunisasi rutin dari kementerian kesehatan dan rekomendasi dokter anak.

Studi Terkait

Studi klinis terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Pediatric Infectious Diseases (2026) menunjukkan bahwa penggunaan vaksin kombinasi DPT (Pentavalent/Hexavalent) memiliki tingkat efikasi pembentukan antibodi hingga lebih dari 98% terhadap kelima atau keenam patogen sasaran. Penelitian tersebut juga menegaskan bahwa tingkat efek samping sistemik berat sangat rendah, dan pemberian sirup paracetamol efektif mengontrol demam ringan pasca vaksinasi tanpa mengganggu respon imun anak.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika demam si Kecil tidak kunjung turun lebih dari 2 hari, mencapai suhu di atas 39°C, disertai kejang, menangis tanpa henti lebih dari 3 jam (persistent crying), atau anak tampak sangat lemas dan tidak mau menyusu, segera konsultasi dengan Dokter Spesialis Anak di Halodoc.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan. 
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Apabila ibu memiliki kekhawatiran terkait kondisi si Kecil sebelum atau sesudah vaksinasi DPT combo, kamu dapat langsung konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam. Dokter akan memberikan arahan medis yang tepat, terpercaya, serta memberikan resep obat jika diperlukan tanpa perlu keluar rumah.

FAQ

1. Berapa kali suntikan vaksin DPT combo diberikan pada anak?
Vaksin DPT combo diberikan dalam beberapa dosis dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan (atau usia 2, 4, 6 bulan tergantung jadwal), dilanjutkan dengan dosis penguat (booster) pada usia 18 bulan.

2. Apakah wajar jika timbul bengkak di area suntikan DPT combo?
Ya, kemerahan, bengkak ringan, dan rasa nyeri di tempat suntikan merupakan reaksi lokal yang umum terjadi. Ibu dapat mengompresnya dengan kain bersih yang dibasahi air dingin.

3. Apakah anak yang sedang batuk pilek boleh menerima DPT combo?
Jika anak hanya mengalami batuk atau pilek ringan tanpa demam tinggi, imunisasi biasanya tetap aman diberikan. Namun, jika anak demam tinggi atau sakit berat, sebaiknya ditunda hingga pulih.

4. Apa beda DPT combo wP dan aP?
DPT wP (whole-cell Pertussis) mengandung sel pertusis utuh yang memicu respon imun kuat namun lebih sering menyebabkan demam. Sedangkan DPT aP (acellular Pertussis) mengandung komponen pertusis tertentu sehingga reaksi demam biasanya lebih ringan.

Referensi

Journal of Pediatric Infectious Diseases. Diakses pada 2026. Efficacy and Safety Profile of Combined Combination Vaccines in Infants.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Diphtheria, Tetanus, and Pertussis Vaccines: WHO Position Paper.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Petunjuk Teknis Pelaksanaan Imunisasi Rutin Anak.
PubMed. Diakses pada 2026. Post-vaccination Fever Management in Pediatric Primary Care.