• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Medical Check Up: Tujuan, Jenis, dan Prosedur
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Medical Check Up: Tujuan, Jenis, dan Prosedur

Medical Check Up: Tujuan, Jenis, dan Prosedur

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 13 Desember 2021
Medical Check Up: Tujuan, Jenis, dan ProsedurMedical Check Up: Tujuan, Jenis, dan Prosedur

“Medical check up adalah rangkaian pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui status kesehatan secara menyeluruh. Pemeriksaan ini dianjurkan untuk dilakukan setidaknya satu kali dalam setahun, guna mengantisipasi masalah kesehatan yang dapat berkembang.”

Mengetahui status kesehatan dan kemungkinan penyakit yang bisa dialami sangat penting. Ini bisa diketahui dengan menjalani medical check up secara rutin. Seperti apa jenis pemeriksaannya dapat dipilih sesuai kebutuhan?

Bagi lansia, dan orang yang memiliki indikasi atau faktor risiko penyakit tertentu, medical check up sangat penting. Namun, orang yang sehat juga tetap perlu menjalaninya. Jenis pemeriksaan yang dilakukan biasanya disesuaikan dengan kebutuhan. 

Tujuan Medical Check Up

Medical check up dapat membantu menentukan status kesehatan secara keseluruhan. Ini juga dapat memberi kesempatan untuk berbicara dengan dokter tentang keluhan atau gejala yang sedang dialami.

Adapun tujuan dari medical check up adalah:

  • Memeriksa kemungkinan penyakit, sehingga dapat diobati/dirawat lebih awal.
  • Mengidentifikasi masalah apa pun yang mungkin menjadi masalah medis di masa depan.
  • Memperbarui imunisasi yang diperlukan.
  • Melacak setiap perubahan dalam kesehatan fisik.
  • Menentukan apakah tes lebih lanjut dibutuhkan.
  • Sebagai pemeriksaan awal sebelum operasi atau prosedur pengobatan medis lain.

Medical check up juga merupakan cara yang baik untuk memeriksa kolesterol, tekanan darah, dan kadar gula darah. Kadar ketiganya sering kali tinggi tanpa disadari, atau muncul gejala. Dengan pemeriksaan kesehatan secara rutin, kamu dapat mengobati kondisi ini sebelum menjadi parah.

Jenis Medical Check Up

Seperti disebutkan tadi, jenis pemeriksaan dalam medical check up biasanya dilakukan sesuai dengan kebutuhan. Sebelum berbagai pemeriksaan dilakukan, petugas medis biasanya memulai dengan mengukur tinggi dan berat badan.

Setelah itu, beberapa pemeriksaan lain yang juga termasuk dalam medical check up adalah:

  1. Pemeriksaan Fungsi Jantung (Ekokardiografi/EKG)

Ekokardiografi (EKG) merupakan salah satu pemeriksaan yang biasa dilakukan saat medical check up. Tujuannya adalah untuk memeriksa kondisi, struktur, dan fungsi jantung. 

  1. Pemeriksaan Radiologi

Dilakukan dengan sinar X, pemeriksaan radiologi bertujuan untuk memeriksa adanya penyakit lewat foto atau gambar. Beberapa penyakit yang bisa diketahui melalui pemeriksaan ini adalah kanker, tumor, penyakit jantung, stroke, kelainan paru, serta gangguan tulang dan sendi.

  1. Pemeriksaan Laboratorium

Ada beberapa jenis tes yang bisa dilakukan dalam pemeriksaan laboratorium, yaitu:

  • Pemeriksaan hematologi. Untuk mengetahui kualitas dan kuantitas dari sel darah merah, sel putih, trombosit, dan hal-hal lain seputar darah.
  • Pemeriksaan urine. Untuk memeriksa warna, pH, protein/albumin, gula, bilirubin, dan darah.
  • Pemeriksaan feses. Dilakukan dengan memeriksa warna dan konsistensi feses atau tinja.
  1. Cek Kolesterol

Cek kolesterol juga termasuk salah satu pemeriksaan penting dalam medical check up. Sebab, kolesterol tinggi dapat memicu berbagai masalah serius, seperti penyakit jantung dan stroke. Kadar kolesterol dikatakan normal di bawah 200 mg/dL. 

  1. Tes Kadar Gula Darah

Tes kadar gula darah biasanya dilakukan setelah berpuasa minimal 8 jam sebelumnya. Kadar gula darah normal adalah 70-100 mg/dL. Jika kadarnya 100-125 mg/dL, dapat dikatakan bahwa kamu berada pada kondisi pradiabetes. Sementara itu, jika kadar gula darah lebih dari 126 mg/dL, kamu dinyatakan mengalami diabetes.

  1. Pemeriksaan Fungsi Hati

Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengecek kadar enzim dan protein dari sampel darah yang diambil. Ini penting untuk mendeteksi dan memantau perkembangan penyakit liver, menilai efektivitas dan memantau efek samping pengobatan, serta memeriksa seberapa parah kerusakan hati

  1. Pemeriksaan Fungsi Ginjal

Berikut ini beberapa jenis tes untuk memeriksa fungsi ginjal:

  • Ureum atau blood urea nitrogen (BUN). Untuk menentukan kadar urea nitrogen dalam darah. Ini adalah sisa zat metabolisme protein.
  • Tes urine. Untuk mendeteksi adanya protein atau darah dalam urine. 
  • Laju filtrasi glomerulus. Untuk melihat kemampuan ginjal dalam menyaring zat sisa metabolisme dalam tubuh.
  • Kreatinin darah. Untuk menentukan kadar kreatinin dalam darah. Kreatinin adalah zat sisa hasil pemecahan otot yang akan dibuang melalui ginjal.

Persiapan sebelum Medical Check Up

Setelah membuat janji untuk melakukan medical check up, ada beberapa hal yang perlu dilakukan sebagai persiapan, yaitu: 

  • Daftar obat yang sedang dikonsumsi, termasuk obat bebas dan suplemen herbal apa pun.
  • Daftar gejala atau rasa sakit yang dialami.
  • Hasil dari tes terbaru atau yang relevan.
  • Daftar riwayat medis dan bedah.
  • Nama dan informasi kontak untuk dokter lain yang mungkin ditemui baru-baru ini.
  • Catatan pertanyaan yang ingin ditanyakan pada dokter.

Dokter atau petugas medis biasanya akan menginformasikan sebelumnya jika perlu berpuasa. Misalnya jika akan menjalani tes kadar gula darah, biasanya puasa minimal 8 jam diperlukan. Jika merasa tidak yakin, tanyakan pada petugas medis, rumah sakit, atau laboratorium tempat medical check up.

Pastikan juga untuk mengenakan pakaian yang nyaman dan mudah dibuka untuk menjalani pemeriksaan nanti. Hindari penggunaan perhiasan, riasan, atau aksesori lain yang berlebihan, agar tidak mengganggu hasil pemeriksaan.

Prosedur Medical Check Up

Saat menjalani prosedur medical check up, seperti inilah rangkaian pemeriksaan yang biasa dilakukan:

  • Tanya jawab: Dokter akan menanyakan seputar gejala, gaya hidup yang dimiliki, status vaksinasi, dan riwayat medis pasien serta keluarga.
  • Pemeriksaan tanda-tanda vital: Meliputi pemeriksaan tekanan darah, denyut jantung, frekuensi pernapasan, dan suhu tubuh.
  • Pemeriksaan jantung: Dengan stetoskop, dokter biasanya akan memeriksa suara jantung, untuk mendeteksi masalah pada organ ini.
  • Pemeriksaan paru-paru. Dokter akan memeriksa ada atau tidaknya bunyi napas abnormal, dengan stetoskop. Suara napas yang tidak normal ini bisa jadi masalah jantung atau paru-paru.
  • Pemeriksaan kepala dan leher: Dokter akan meminta untuk membuka mulut, agar bisa memeriksa kondisi tenggorokan dan amandel. Selain itu, telinga, hidung, mata, kelenjar limpa, dan tiroid juga akan diperiksa.
  • Pemeriksaan perut: Dengan menekan perut, dokter akan memeriksa ukuran hati dan ada tidaknya cairan dalam perut.
  • Pemeriksaan saraf: Dilakukan dengan memeriksa kekuatan otot, refleks, keseimbangan, dan status mental.
  • Pemeriksaan laboratorium: Beberapa jenis tes yang biasa dilakukan adalah tes hitung darah lengkap, tes urine, dan tes kolesterol.
  • Pemeriksaan khusus pada pria: Dokter akan memeriksa kondisi penis, testis, prostat, serta mendeteksi ada tidaknya hernia. Untuk mengecek kondisi prostat, biasanya dilakukan pemeriksaan colok dubur.
  • Pemeriksaan khusus pada wanita: Meliputi pemeriksaan pada payudara dan panggul. 

Hal yang Perlu Dilakukan setelah Medical Check Up

Setelah menjalani medical check up, aktivitas seperti biasa boleh dilakukan. Hasil pemeriksaan biasanya akan diinformasikan lebih lanjut oleh dokter atau petugas medis yang melayani. 

Tergantung pada hasilnya, pemeriksaan lebih lanjut bisa jadi dibutuhkan. Namun, jika hasil dinilai cukup baik, dokter biasanya akan menganjurkan pemeriksaan kesehatan rutin dan menjalani gaya hidup sehat. Itulah informasi penting mengenai medical check up yang perlu diketahui. Selain untuk mengetahui status kesehatan, medical check up juga sering kali dibutuhkan sebagai syarat melamar pekerjaan atau mendaftar asuransi. Meski merasa sehat, sangat penting untuk menjalani medical check up secara rutin.