• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Melatih Perkembangan Mata Anak Lewat Permainan

Cara Melatih Perkembangan Mata Anak Lewat Permainan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Sejak hari kelahirannya, anak-anak sebenarnya sudah belajar melihat. Penglihatannya akan berkembang dari dunia yang hitam putih dan kabur menjadi kemampuan visual yang canggih yang dapat membantu Si Kecil menangani tugas visual pada usia sekolah nanti. Nah, mainan, permainan, dan aktivitas dapat membantu merangsang proses perkembangan mata anak.

Baca juga: Ketahui Tahapan Perkembangan Bayi Usia 4-6 bulan

Sejatinya, memberikan pelatihan sosial kepada anak juga sedikit banyak membantu anak memaksimalkan panca indranya, termasuk perkembangan mata. Ingin tahu lebih banyak bagaimana mengembangkan kemampuan mata anak lewat permainan? Berikut ini cara-caranya:

1. Melakukan Kontak Mata

Ketika berbicara dengan seseorang, dorong anak-anak untuk menatap mata rekannya berbicara secara langsung. Ini sedikit banyak juga membantu mata anak untuk fokus, percaya diri, dan lebih komunikatif terhadap lingkungan sekitar.

Tidak hanya saat berbicara dengan orang, orang tua juga bisa meminta anak untuk melakukan kontak mata saat mendengarkan cerita dari orang tua. Biasakan sebelum ia tidur, ibu atau ayah melakukan dongeng malam dan ajak anak untuk melakukan kontak mata saat diminta.

Bila ini dibiasakan bisa membantu koordinasi telinga dan mata di mana anak menatap dan mendengarkan lawan bicaranya, sehingga informasi yang diperoleh bisa sampai secara lengkap.

Baca juga: Sering Ajak Bayi Bicara, Ini Manfaatnya

2. Buku Bergambar

Buku bergambar adalah media yang baik untuk melatih perkembangan mata anak. Jadinya visualisasi anak bisa lebih kaya dengan melihat cerita bergambar. Ada hewan-hewan, ragam bentuk yang jarang dilihatnya yang bila dibiasakan akan membuat anak bisa tahu apa nama dari sesuatu tersebut. Misalnya, segitiga, bujur sangkar, lingkaran, dan lain-lain.

Pembelajaran melalui buku bergambar juga membantu anak meluaskan pemahamannya mengenai warna. Ini akan sangat membantu ketika anak berada di dunia nyata, melihat warna-warna, misalnya daun berwarna hijau, tomat berwarna merah, dan lain-lain.

Baca juga: Manfaat Baca Buku untuk Tumbuh Kembang Anak

3. Melukis Bersama

Tidak hanya melihat dengan mengajak anak melukis bersama, orang tua membantu mengembangkan imajinasi anak yang dimulai dari mata. Biasanya, anak mulai melukis dari apa yang dilihatnya, tetapi kerap apa yang dilukis tidak persis sama seperti apa yang dilihat anak. Di sinilah anak mengembangkan kemampuan imajinasi dan visualisasinya. Sejatinya, aktivitas ini akan merangsang perkembangan mata anak untuk menilai dan memvisualisasikan memori secara lebih baik dan maksimal.

4. Lego

Permainan Lego juga dinilai sebagai bentuk permainan yang positif dalam mengembangkan dan melatih mata anak supaya bisa bekerja lebih maksimal. Dalam permainan Lego, ada bentuk dan warna, kemudian membangun sesuatu dari kepingan Lego yang berbeda tersebut.

Wujud yang dibentuk bisa diperoleh dari yang sudah ada (biasanya Lego menyediakan contoh bangunan untuk ditiru beserta petunjuknya) atau membuat yang belum ada. Bentuk permainan Lego ini dapat membantu anak untuk mengamati, mencerna, serta mewujudkan bentuk sesuai dengan apa yang diinginkannya. Jadi, ada kerja kognitif juga di sana.

5. Ponsel

Orangtua juga bisa menunjukkan gambar-gambar menarik yang ada di ponsel untuk merangsang kemampuan melihat anak, khususnya bayi yang masih kecil. Namun ingat, beri jarak antara ponsel dengan mata bayi sejauh 6-12 inci.

Memberikan stimulasi atau latihan optometrik komprehensif yang dimulai sejak usia 6 bulan sangat penting. Dengan begitu, orangtua dapat mengidentifikasi bila ada tanda-tanda keterampilan penglihatan yang membutuhkan perhatian dan masalah penglihatan pun dapat segera didiagnosis pada tahap awal perkembangan anak sebelum masalah tersebut mengganggu perkembangan total atau kemampuan belajar anak. 

Diskusikan masalah tumbuh-kembang anak dengan dokter pilihan ibu di rumah sakit sesuai domisili melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga lewat Google Play atau App Store.

Referensi:
American Optometric Association. Diakses pada 2020. Toys, Games, and Your Child's Vision.
What To Expect. Diakses pada 2020. Vision Quest: Games for Baby's Eyesight Development.