Ad Placeholder Image

Memahami Algoritma Kejang Demam pada Anak secara Tepat

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 07 Agustus 2026

Panduan praktis algoritma kejang demam untuk penanganan cepat dan tepat bagi orang tua di rumah.

Memahami Algoritma Kejang Demam pada Anak secara TepatMemahami Algoritma Kejang Demam pada Anak secara Tepat

DAFTAR ISI


Kejang demam atau biasa dikenal dengan istilah stuip/step adalah bangkitan kejang yang terjadi akibat lonjakan suhu tubuh mendadak (umumnya di atas 38°C). Kondisi ini paling sering dialami oleh bayi dan balita berusia 6 bulan hingga 5 tahun. Peningkatan suhu tubuh ini biasanya dipicu oleh infeksi saluran pernapasan, telinga, atau infeksi virus lainnya.

Melihat si Kecil mengalami kejang tentu bisa menjadi pengalaman yang sangat menakutkan bagi orang tua. Namun, sikap panik justru dapat menghambat tindakan pertolongan mendasar. Mengetahui langkah yang terstruktur dan terencana sangat penting untuk menjaga keamanan anak serta mencegah bahaya tersedak atau cedera fisik saat kejang terjadi.

Penerapan algoritma kejang demam memberikan alur tindakan yang jelas, mulai dari pertolongan pertama di rumah, evaluasi durasi kejang, hingga keputusan kapan harus membawa anak ke fasilitas kesehatan darurat. Dengan memahami algoritma ini, kamu bisa memberikan penanganan awal yang tenang, tepat, dan aman bagi buah hati.

Algoritma Penanganan Kejang Demam pada Anak

Algoritma kejang demam terbagi menjadi beberapa tahapan penting berdasarkan durasi dan respons tubuh anak. Berikut adalah langkah-langkah tata laksana yang perlu kamu ikuti secara berurutan:

  1. Tahap 1: Pertolongan Pertama di Rumah (0–5 Menit Pertama)
    • Tetap Tenang: Jangan panik agar kamu bisa berpikir jernih saat memberikan bantuan.
    • Amankan Posisi Anak: Baringkan anak di tempat yang rata, empuk, dan aman dari benda berpotensi berbahaya.
    • Posisikan Miring: Miringkan tubuh atau kepala si Kecil untuk memastikan saluran napas tetap terbuka dan mencegah cairan ludah atau muntahan masuk ke paru-paru.
    • Longgarkan Pakaian: Buka atau longgarkan pakaian yang ketat, terutama di area leher dan dada.
    • Dilarang Memasukkan Benda ke Mulut: Jangan pernah memasukkan sendok, kain, atau jari ke dalam mulut anak karena dapat berisiko merusak gigi, menutupi jalan napas, atau memicu luka.
    • Catat Durasi Kejang: Amati jam dan hitung berapa lama kejang berlangsung.
  2. Tahap 2: Evaluasi Durasi dan Evaluasi Kejang (>5 Menit)
    • Jika kejang berhenti dalam kurun waktu kurang dari 5 menit, pantau terus kesadaran dan suhu tubuh si Kecil.
    • Jika kejang terus berlanjut melebihi 5 menit, kondisi ini dikategorikan sebagai keadaan darurat medis. Berikan obat pereda kejang rektal (melalui anus) hanya jika obat tersebut telah diresepkan sebelumnya oleh dokter anak. Segera bawa anak ke IGD terdekat.
  3. Tahap 3: Perawatan Pasca-Kejang
    • Setelah kejang berhenti, anak biasanya akan tampak lemas atau mengantuk. Biarkan anak beristirahat dalam posisi miring yang nyaman.
    • Jika anak sudah sadar penuh dan dapat menelan, berikan obat penurun panas (seperti paracetamol) untuk menurunkan suhu tubuhnya.
    • Lakukan kompres hangat pada area lipatan ketiak atau selangkangan untuk membantu menurunkan demam secara bertahap.

Studi Terkait

Berdasarkan studi klinis kepatuhan tata laksana pediatri yang dipublikasikan pada jurnal kesehatan internasional tahun 2026, penerapan algoritma kejang demam yang tepat pada menit-menit pertama terbukti secara signifikan menurunkan risiko cedera sekunder akibat trauma dan sumbatan jalan napas. Penelitian ini juga menekankan bahwa pemberian edukasi algoritma penanganan kejang kepada orang tua dapat mengurangi tingkat kecemasan keluarga secara drastis serta mencegah penggunaan tindakan berbahaya yang tidak disarankan secara medis.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika anak mengalami kejang untuk pertama kalinya, berlangsung lebih dari 5 menit, atau disertai gejala seperti kaku kuduk, muntah menyembur, serta penurunan kesadaran setelah kejang selesai, segera konsultasi dengan Dokter Spesialis Anak di Halodoc untuk mendapatkan penanganan medis yang cepat dan akurat.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Konsultasi medis online di Halodoc memberikan kenyamanan dan respon cepat saat kamu membutuhkan saran dokter tepercaya.

  • ✅ Dokter berpengalaman: Terhubung dengan dokter spesialis atau dokter umum berlisensi resmi.
  • ✅ Respon cepat 24 jam: Layanan konsultasi siap membantu kamu kapan saja dan di mana saja.
  • ✅ Privasi terjamin: Sesi chat dilakukan secara aman dan rahasia.

Referensi

World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Febrile Seizures in Pediatric Patients: Management Guidelines.
PubMed / National Institutes of Health. Diakses pada 2026. Clinical Practice Guideline for the Management of Febrile Seizures.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Tata Laksana Kejang Demam pada Anak di Fasilitas Kesehatan.
WebMD. Diakses pada 2026. Febrile Seizures: Causes, First Aid, and Treatment.

FAQ

Apakah kejang demam berbahaya bagi otak anak?

Sebagian besar kejang demam sederhana yang berlangsung singkat (kurang dari 5 menit) tidak menyebabkan kerusakan otak atau gangguan kecerdasan pada anak. Namun, kejang yang berlangsung sangat lama atau berulang dalam waktu singkat memerlukan pemeriksaan medis ketat oleh dokter.

Berapa suhu tubuh yang dapat memicu kejang demam?

Kejang demam umumnya dipicu oleh kenaikan suhu tubuh secara mendadak hingga mencapai 38°C atau lebih. Sensitivitas ambang suhu tiap anak berbeda-beda tergantung pada kondisi fisik dan faktor genetik keluarga.

Bolehkah memberikan minum atau makanan saat anak sedang kejang?

Sangat tidak diperbolehkan memberikan makanan, minuman, atau obat secara oral saat anak sedang kejang. Hal ini berisiko tinggi menyebabkan tersedak yang dapat menyumbat saluran pernapasan anak.

Apakah kejang demam bisa berulang di masa depan?

Ya, anak yang pernah mengalami kejang demam memiliki kemungkinan untuk mengalaminya kembali saat timbul demam tinggi di kemudian hari. Risiko pengulangan ini umumnya berkurang seiring bertambahnya usia anak di atas 5 tahun.