Ad Placeholder Image

Memahami Anatomi Fisiologi Diabetes Melitus Secara Lengkap

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 20 Agustus 2026

Memahami anatomi fisiologi diabetes melitus untuk menjaga kesehatan tubuh dan stabilitas gula darah.

Memahami Anatomi Fisiologi Diabetes Melitus Secara LengkapMemahami Anatomi Fisiologi Diabetes Melitus Secara Lengkap

DAFTAR ISI


Diabetes melitus merupakan gangguan metabolik kronis yang ditandai dengan kadar gula darah (glukosa) yang tinggi secara terus-menerus (hiperglikemia). Kondisi ini terjadi akibat gangguan dalam produksi insulin, kerja insulin, atau gabungan dari keduanya.

Memahami anatomi dan fisiologi diabetes melitus sangat penting untuk mengetahui bagaimana tubuh mengolah energi dari makanan. Tanpa fungsi organ dan hormon yang seimbang, glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel tubuh dan akan menumpuk di aliran darah.

Proses homeostasis glukosa ini secara utama dikendalikan oleh pankreas dan beberapa organ target seperti hati, otot rangka, serta jaringan lemak. Gangguan pada struktur atau fungsi jaringan ini menjadi akar dari berkembangnya diabetes melitus.

Anatomi dan Fisiologi Pankreas dalam Mengatur Gula Darah

Pankreas adalah organ berbentuk memanjang yang terletak di bagian belakang lambung (retroperitoneal). Organ ini memiliki dua fungsi utama, yaitu fungsi eksokrin (menghasilkan enzim pencernaan) dan fungsi endokrin (menghasilkan hormon ke dalam aliran darah).

Fungsi endokrin pankreas dijalankan oleh sekelompok sel khusus yang dinamakan Pulau Langerhans. Di dalam pulau ini terdapat beberapa jenis sel kunci:

  • Sel Beta: Menyusun sebagian besar Pulau Langerhans dan bertanggung jawab memproduksi serta menyekresikan hormon insulin.
  • Sel Alfa: Memproduksi hormon glukagon yang berfungsi meningkatkan kadar gula darah saat tubuh membuhtuhkan pasokan energi tambahan.
  • Sel Delta: Menghasilkan somatostatin yang mengatur serta menghambat sekresi insulin dan glukagon secara seimbang.

Mekanisme Kerja Insulin dan Glukosa dalam Tubuh

Saat kamu mengonsumsi makanan, sistem pencernaan memecah karbohidrat menjadi glukosa sederhana. Glukosa ini masuk ke dalam aliran darah dan memicu sel beta pankreas untuk melepaskan insulin.

Insulin bekerja menyerupai “kunci” yang membuka pintu reseptor pada sel-sel tubuh (terutama sel otot dan lemak). Setelah pintu terbuka, glukosa dapat masuk ke dalam sel untuk diubah menjadi ATP (energi) atau disimpan di dalam hati sebagai glikogen.

Sebaliknya, ketika kadar gula darah menurun (misalnya saat berpuasa), sel alfa memproduksi glukagon. Glukagon merangsang hati untuk memecah simpanan glikogen kembali menjadi glukosa (glikogenolisis) sehingga kadar gula darah tetap stabil.

Patofisiologi Diabetes Melitus Tipe 1 dan Tipe 2

Gangguan pada sistem fisiologis ini memicu terjadinya dua jenis diabetes melitus utama:

1. Diabetes Melitus Tipe 1

Terjadi akibat reaksi autoimun di mana sistem kekebalan tubuh keliru merusak sel beta pankreas. Akibatnya, pankreas tidak dapat memproduksi insulin sama sekali (defisiensi insulin absolut).

2. Diabetes Melitus Tipe 2

Disebabkan oleh kombinasi antara resistensi insulin dan penurunan fungsi sel beta secara bertahap. Pada kondisi ini, sel-sel tubuh menjadi tidak sensitif terhadap insulin, sehingga pankreas bekerja ekstra keras memproduksi lebih banyak insulin hingga akhirnya mengalami kelelahan seluler.

Studi Terkait

Penelitian terkini yang dipublikasikan dalam jurnal Diabetes Care (2026) menunjukkan bahwa disfungsi mitokondria pada sel beta pankreas memegang peranan penting dalam percepatan resistensi insulin. Studi ini menegaskan bahwa intervensi dini pada tingkat fisiologi seluler dapat membantu memperlambat progresivitas diabetes melitus Tipe 2 secara signifikan.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami gejala seperti sering merasa haus, sering buang air kecil di malam hari, atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, segera konsultasikan ke Dokter Penyakit Dalam di Halodoc untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Jika kamu memiliki pertanyaan seputar riwayat kesehatan atau gejala diabetes, kamu bisa konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan. 
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Referensi

World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Diabetes Overview and Pathophysiology.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Pengendalian Diabetes Melitus.
PubMed Central. Diakses pada 2026. Islet β-cell physiology and insulin secretion mechanisms.
Diabetes Care Journal. Diakses pada 2026. Cellular pathways and mitochondrial function in insulin resistance.

FAQ

1. Di manakah hormon insulin diproduksi dalam tubuh?
Hormon insulin diproduksi di dalam pankreas, tepatnya oleh sel beta yang berada di kelompok sel bernama Pulau Langerhans. Hormon ini kemudian dilepaskan langsung ke dalam aliran darah saat kadar gula naik.

2. Apa perbedaan fisiologis antara diabetes tipe 1 dan tipe 2?
Pada diabetes tipe 1, terjadi kerusakan total pada sel beta sehingga tubuh tidak dapat memproduksi insulin. Sementara pada tipe 2, sel tubuh mengalami resistensi insulin dan pankreas secara perlahan mengalami penurunan kemampuan memproduksi insulin.

3. Mengapa glukosa tidak bisa masuk ke dalam sel tanpa insulin?
Insulin bertindak sebagai penempel pada reseptor spesifik di permukaan sel. Penempelan ini memicu pengangkutan protein GLUT-4 ke membran sel yang membuka jalan bagi glukosa untuk masuk ke dalam sel.

4. Organ apa saja yang paling terpengaruh oleh kerja insulin?
Organ dan jaringan utama yang merespons insulin adalah hati, otot rangka, dan jaringan lemak (adiposa). Ketiga jaringan ini bertanggung jawab untuk menyimpan dan memproses glukosa tubuh.