Ad Placeholder Image

Memahami Definisi Diare Menurut WHO secara Lengkap

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 18 Agustus 2026

Pahami definisi diare menurut WHO serta gejala penting yang perlu diwaspadai sejak dini.

Memahami Definisi Diare Menurut WHO secara LengkapMemahami Definisi Diare Menurut WHO secara Lengkap

DAFTAR ISI


Diare merupakan salah satu masalah kesehatan pencernaan yang paling sering dialami oleh masyarakat di seluruh dunia. Kendati terkesan umum, kondisi ini tidak boleh disepelekan karena dapat memicu komplikasi fatal seperti dehidrasi berat jika tidak ditangani secara cepat dan tepat.

Untuk menyamakan standar medis secara global, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan batasan dan kriteria klinis khusus mengenai apa yang dimaksud dengan diare. Memahami definisi diare menurut WHO sangat penting agar kamu dapat mengenali gejalanya sejak awal dan memberikan pertolongan pertama yang sesuai.

Secara umum, gangguan sistem pencernaan ini erat kaitannya dengan kualitas kebersihan makanan dan air yang dikonsumsi harian. Dengan mematuhi panduan medis dari lembaga kesehatan dunia, angka kesakitan akibat infeksi usus dapat ditekan secara signifikan.

Definisi Diare Menurut WHO

Menurut World Health Organization (WHO), diare didefinisikan sebagai buang air besar (BAB) dengan konsistensi lembek atau cair sebanyak 3 kali atau lebih dalam kurun waktu 24 jam. WHO juga menekankan bahwa konsistensi feses (lebih cair dari biasanya) jauh lebih penting daripada sekadar frekuensi buang air besar.

Perlu dipahami bahwa perubahan frekuensi BAB dengan bentuk feses yang padat atau normal tidak dikategorikan sebagai diare. Selain itu, pada bayi yang masih mendapatkan ASI eksklusif, buang air besar bertekstur lembek atau “lembut” secara rutin merupakan hal yang wajar dan bukan termasuk kondisi medis diare.

Klasifikasi Jenis Diare Menurut WHO

WHO membagi kondisi diare menjadi tiga kategori klinis utama berdasarkan durasi dan karakternya, yaitu:

  • Diare air akut (acute watery diarrhea): Kondisi yang berlangsung selama beberapa jam hingga beberapa hari. Risiko terbesar dari kondisi ini adalah dehidrasi berat dan penurunan berat badan secara drastis (contohnya pada infeksi kolera).
  • Diare berdarah akut (acute bloody diarrhea atau disentri): Diare yang ditandai dengan ditemukannya bercak darah segar pada feses cair. Kondisi ini menunjukkan adanya kerusakan mukosa usus dan bahaya infeksi sistemik.
  • Diare persisten (persistent diarrhea): Diare yang berlangsung secara berkelanjutan selama 14 hari atau lebih. Kondisi ini rentan menyebabkan masalah malnutrisi berat dan komplikasi gastrointestinal jangka panjang.

Penyebab dan Risiko Komplikasi Diare

Sebagian besar kasus diare disebabkan oleh infeksi saluran pencernaan yang dipicu oleh bakteri (seperti Escherichia coli, Salmonella), virus (seperti Rotavirus), atau parasit. Infeksi ini umumnya menyebar melalui konsumsi makanan atau air minum yang terkontaminasi (fecal-oral route) serta higiene yang buruk.

Bahaya paling utama dari diare adalah kehilangan cairan dan elektrolit tubuh (natrium, klorida, kalium, dan bikarbonat) melalui feses, muntah, dan keringat. Jika cairan tubuh yang hilang tidak segera digantikan, penderita akan mengalami dehidrasi ringan, sedang, hingga dehidrasi berat yang mengancam jiwa.

Langkah Penanganan Awal Sesuai Standar WHO

Berdasarkan panduan resmi WHO, terdapat beberapa langkah kunci dalam mengelola diare untuk mencegah dehidrasi:

  • Terapi Rehidrasi Oral (Oralit): Mendorong pemberian larutan garam rehidrasi oral (Oralit) segera setelah diare dimulai untuk menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang.
  • Suplementasi Zinc: Pemberian suplemen zinc selama 10–14 hari terbukti menurunkan durasi dan keparahan diare serta mencegah kekambuhan.
  • Pemberian Nutrisi Berkelanjutan: Tetap berikan makanan bergizi dan ASI (pada bayi) selama diare berlangsung untuk mempercepat pemulihan fungsi usus.

Studi Terkait

Sebuah penelitian komprehensif yang dipublikasikan dalam Global Health Journal (2026) menunjukkan bahwa penerapkan protokol penanganan diare berbasis kriteria WHO—terutama kombinasi pemberian oralit osmolaritas rendah dan suplementasi zinc—berhasil menurunkan tingkat rawat inap akibat dehidrasi akut hingga 45% pada pasien anak dan dewasa di negara berkembang.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami BAB cair lebih dari 3 kali sehari yang tidak kunjung membaik, disertai rasa haus berlebihan, mata cekung, demam tinggi, atau tinja berdarah, segera konsultasikan kondisi kesehatanmu dengan Dokter Penyakit Dalam di Halodoc untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Konsultasi dengan dokter di Halodoc merupakan solusi praktis dan terpercaya untuk menjaga kesehatan kamu dan keluarga. Kamu bisa konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

Ada beberapa keunggulan chat dokter di Halodoc, antara lain:

  • ✅ Dokter berlisensi: Semua dokter di Halodoc memiliki STR (Surat Tanda Registrasi) dan SIP (Surat Izin Praktik) aktif, serta berpengalaman.
  • ✅ Respon cepat: Kamu bisa terhubung dengan dokter dalam hitungan detik.
  • ✅ Privasi terjamin: Sesi konsultasi berlangsung aman dan rahasia medis kamu terjaga.
  • ✅ Layanan lengkap: Mulai dari diagnosis awal, rekomendasi obat, hingga surat izin sakit digital.
  • ✅ Hemat waktu dan biaya: Tidak perlu antre di rumah sakit atau klinik.

FAQ

1. Apa definisi diare menurut WHO?

Menurut WHO, diare adalah buang air besar dengan konsistensi feses cair atau lembek sebanyak 3 kali atau lebih dalam kurun waktu 24 jam. Penekanan utama ada pada Perubahan konsistensi tinja menjadi lebih cair dibandingkan biasanya.

2. Berapa kali BAB dalam sehari yang dikategorikan sebagai diare?

Seseorang dikategorikan mengalami diare jika mengalami buang air besar bertekstur lembek atau cair minimal 3 kali dalam sehari. Namun, bentuk tinja yang sangat cair tetap menjadi indikator utama meskipun frekuensinya belum mencapai 3 kali.

3. Apa perbedaan diare akut dan diare persisten?

Diare akut berlangsung singkat selama beberapa jam atau beberapa hari (kurang dari 14 hari). Sementara itu, diare persisten adalah kondisi diare yang berlangsung secara terus-menerus selama 14 hari atau lebih.

4. Bagaimana cara mencegah dehidrasi saat diare sesuai panduan WHO?

WHO merekomendasikan pemberian larutan garam rehidrasi oral (oralit) segera setelah gejala diare muncul. Selain itu, asupan cairan tubuh harus terus dijaga bersamaan dengan pemberian makanan bergizi dan suplemen zinc.

Referensi

World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Diarrhoeal Disease Fact Sheets.
PubMed / National Center for Biotechnology Information. Diakses pada 2026. Diarrhea Guidelines and Management Protocols.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Tatalaksana Diare pada Dewasa dan Anak.
WebMD. Diakses pada 2026. Diarrhea Causes, Symptoms, and Treatments.