
Memahami Klasifikasi Gagal Jantung Berdasarkan Tingkat Gejala
Pahami klasifikasi gagal jantung berdasarkan fungsi pompa jantung agar penanganan lebih tepat.

DAFTAR ISI
- Klasifikasi Gagal Jantung Berdasarkan NYHA
- Klasifikasi Gagal Jantung Berdasarkan ACC/AHA
- Studi Terkait
- Kapan Harus ke Dokter?
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- FAQ
Gagal jantung merupakan kondisi medis kronis ketika otot jantung tidak mampu memompa darah dengan efektif ke seluruh tubuh. Akibatnya, pasokan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan oleh organ-organ vital menjadi berkurang. Kondisi ini bukan berarti jantung berhenti bekerja seketika, melainkan mengalami penurunan kinerja secara bertahap.
Untuk membantu tenaga medis menentukan langkah perawatan yang paling tepat, kondisi ini dikelompokkan ke dalam beberapa tingkatan. Memahami klasifikasi gagal jantung sangat penting agar kamu atau orang terdekat bisa mewaspadai perkembangan gejala serta mendapatkan penanganan sedini mungkin.
Secara umum, terdapat dua sistem klasifikasi utama yang digunakan oleh para ahli medis internasional, yaitu berdasarkan tingkat keterbatasan fisik pasien (NYHA) dan berdasarkan tahapan perkembangan struktur penyakit (ACC/AHA).
Klasifikasi Gagal Jantung Berdasarkan NYHA
Sistem pengelompokan dari New York Heart Association (NYHA) membagi gagal jantung menjadi empat kelas berdasarkan keparahan gejala dan keterbatasan aktivitas fisik pengidapnya:
- NYHA Kelas I: Pasien tidak merasakan keterbatasan aktivitas fisik. Aktivitas fisik harian biasa seperti berjalan atau naik tangga tidak menyebabkan kelelahan ekstrem, jantung berdebar, atau sesak napas.
- NYHA Kelas II: Terdapat keterbatasan ringan saat beraktivitas fisik. Pasien merasa nyaman saat beristirahat, namun aktivitas biasa dapat memicu rasa lelah, sesak napas, atau palpitasi.
- NYHA Kelas III: Keterbatasan bermakna pada aktivitas fisik. Pasien tetap merasa nyaman saat istirahat, tetapi aktivitas fisik ringan (seperti berjalan jarak pendek) sudah menimbulkan gejala pemicu.
- NYHA Kelas IV: Pasien tidak mampu melakukan aktivitas fisik apa pun tanpa rasa tidak nyaman. Gejala gagal jantung bahkan sudah muncul saat sedang beristirahat total.
Faktor Pemicu Risiko Gagal Jantung
- Tekanan darah tinggi (hipertensi) yang tidak terkontrol.
- Riwayat penyakit jantung koroner atau serangan jantung sebelumnya.
- Adanya kelainan katup jantung atau penyakit jantung bawaan.
- Gaya hidup kurang sehat, seperti merokok dan pola makan tinggi kolesterol.
Klasifikasi Gagal Jantung Berdasarkan ACC/AHA
Sementara itu, American College of Cardiology/American Heart Association (ACC/AHA) mengelompokkan gagal jantung berdasarkan tahapan perkembangan penyakit klinis dan perubahan struktur organ jantung:
- Stadium A: Berada dalam risiko tinggi mengalami gagal jantung (karena adanya hipertensi atau diabetes), namun belum ditemukan kerusakan struktur jantung maupun gejala klinis.
- Stadium B: Sudah terdapat kelainan atau kerusakan struktur jantung (seperti penebalan otot jantung), tetapi pasien belum pernah merasakan gejala gagal jantung.
- Stadium C: Telah terjadi kelainan struktur jantung yang disertai dengan riwayat atau gejala gagal jantung aktif saat ini.
- Stadium D: Gagal jantung stadium akhir yang refrakter terhadap pengobatan standar, sehingga memerlukan intervensi medis khusus seperti transplantasi atau alat bantu mekanis.
Studi Terkait
Studi klinis terbaru dari Journal of the American College of Cardiology (2026) menunjukkan bahwa pemantauan stadium awal (ACC/AHA Stadium A dan B) serta edukasi klasifikasi NYHA secara berkala mampu menekan angka rawat inap akibat penumpukan cairan hingga 35 persen. Penanganan dini terhadap hipertensi dan sindrom metabolik terbukti efektif memperlambat progresivitas gagal jantung ke stadium yang lebih berat.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika kamu mengalami gejala seperti sesak napas saat beraktivitas ringan, pembengkakan di area kaki atau pergelangan kaki, serta rasa lelah berkepanjangan tanpa alasan jelas, segera konsultasi ke dokter spesialis di Halodoc untuk penanganan medis yang tepat.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Melakukan konsultasi kesehatan secara rutin sangat penting untuk memantau kesehatan jantung secara menyeluruh. Di Halodoc, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter secara praktis:
- ✅ Dokter berpengalaman: Berkesempatan bicara langsung dengan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah berlisensi resmi.
- ✅ Tersedia 24/7: Konsultasi kapan saja dan di mana saja tanpa perlu mengantre di rumah sakit.
- ✅ Resep obat online: Apabila dibutuhkan, dokter dapat memberikan resep obat rutin secara langsung setelah sesi konsultasi.
- ✅ Privasi aman: Kerahasiaan data dan sesi konsultasi medis kamu selalu terjamin.
Referensi
Journal of the American College of Cardiology. Diakses pada 2026. Heart Failure Classification and Management Guidelines.
American Heart Association (AHA). Diakses pada 2026. Classes and Stages of Heart Failure.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Cardiovascular Diseases (CVDs).
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Tata Laksana Gagal Jantung Medik.
FAQ
Apakah gagal jantung stadium awal bisa dikendalikan?
Gagal jantung stadium A dan B dapat dikendalikan dengan mengontrol faktor risikonya, seperti menjaga tekanan darah dan gula darah tetap stabil. Dengan pengobatan dan perubahan gaya hidup, perkembangan kerusakan jantung bisa diperlambat.
Apa perbedaan utama antara klasifikasi NYHA dan ACC/AHA?
Klasifikasi NYHA membagi gagal jantung berdasarkan beratnya gejala klinis serta batas aktivitas fisik. Sementara itu, sistem ACC/AHA mengelompokkan gagal jantung berdasarkan perkembangan struktur jantung dan perjalanan penyakitnya dari waktu ke waktu.
Mengapa penderita gagal jantung sering mengalami kaki bengkak?
Penurunan kinerja pompa jantung menyebabkan adanya penumpukan cairan dalam jaringan tubuh. Karena pengaruh gaya gravitasi, pembengkakan akibat cairan paling sering terjadi pada area pergelangan dan telapak kaki.
Apakah pengidap gagal jantung tetap boleh berolahraga?
Pengidap gagal jantung umumnya tetap disarankan melakukan olahraga ringan terukur atas persetujuan dokter. Aktivitas seperti jalan santai dapat membantu menjaga kebugaran fisik dan kualitas hidup pengidap pada NYHA kelas I hingga III.




