Ad Placeholder Image

Memahami Kode Diagnosis Failure to Thrive ICD 10 Secara Tepat

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 18 Agustus 2026

Memahami Kode Diagnosis Failure to Thrive ICD 10 untuk Penanganan Tumbuh Kembang Anak yang Optimal

Memahami Kode Diagnosis Failure to Thrive ICD 10 Secara TepatMemahami Kode Diagnosis Failure to Thrive ICD 10 Secara Tepat

DAFTAR ISI


Melihat tumbuh kembang anak berjalan optimal tentu menjadi harapan setiap orang tua. Namun, ada kalanya grafik berat badan Si Kecil berhenti naik atau bahkan menurun secara konsisten. Kondisi ini dalam dunia medis dikenal dengan istilah failure to thrive (FTT) atau gagal tumbuh.

Failure to thrive bukanlah suatu penyakit tunggal, melainkan sinyal klinis yang menunjukkan bahwa seorang bayi atau anak tidak mendapatkan, menyerap, atau memanfaatkan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhannya. Untuk mendokumentasikan kondisi ini secara medis dan sistematis, fasilitas kesehatan menggunakan sistem pengkodean internasional.

Pemahaman mengenai klasifikasi failure to thrive icd 10 sangat penting bagi tenaga medis maupun orang tua agar evaluasi dan tata laksana nutrisi dapat dilakukan secepat mungkin demi mencegah dampak jangka panjang.

Apa itu Kode ICD 10 Failure to Thrive?

Sistem ICD-10 (International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems 10th Revision) mengategorikan failure to thrive ke dalam beberapa kode spesifik berdasarkan usia dan faktor penyebabnya:

  • R62.51 (Failure to thrive in child): Kode ini paling sering digunakan untuk anak-anak atau bayi yang mengalami kegagalan kenaikan berat badan dan tinggi badan sesuai grafik pertumbuhan standar usianya.
  • R62.50 (Unspecified lack of expected normal physiological development in child): Digunakan jika ketertinggalan pertumbuhan belum teridentifikasi secara mendetail.
  • R62.7 (Adult failure to thrive): Digunakan untuk kasus gagal tumbuh atau penurunan kondisi fisik secara signifikan pada pasien dewasa atau lansia.

Penggunaan kode ICD-10 yang tepat membantu dokter memetakan riwayat medis pasien, menentukan rencana intervensi nutrisi, serta mempermudah rujukan ke spesialis anak atau nutrisionis.

Penyebab dan Faktor Risiko

Secara umum, penyebab failure to thrive dibagi menjadi dua kelompok utama:

  • Penyebab Organik: Berasal dari kondisi medis atau penyakit bawaan yang dialami anak, seperti gangguan pencernaan (penyakit celiac, refleks asam lambung berat), kelainan jantung bawaan, alergi protein susu sapi, hingga gangguan metabolik.
  • Penyebab Non-Organik: Terkait dengan faktor eksternal, seperti asupan kalori yang tidak memadai, teknik pemberian ASI atau susu formula yang kurang tepat, hingga masalah psikososial dalam keluarga.

Penanganan dan Tata Laksana

Failure to thrive adalah diagnosis medis yang memerlukan evaluasi penyebab mendasar dan tata laksana nutrisi, bukan intervensi obat tunggal. Penanganan kondisi ini berfokus pada pemenuhan kebutuhan kalori dan penanganan penyakit penyerta jika ada.

Dokter spesialis anak biasanya akan merancang program rehabilitasi nutrisi, yang meliputi penyesuaian porsi makan, pemberian makanan padat energi, hingga perbaikan pola asuh saat makan (feeding rules). Penggunaan obat-obatan hanya diberikan jika ada indikasi medis tertentu, seperti mengatasi infeksi bawaan atau refluks lambung berat.

Studi Terkait

Sebuah riset yang dipublikasikan dalam Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition (2026) menunjukkan bahwa deteksi dini kasus failure to thrive berbasis dokumentasi medis yang presisi dapat mempercepat pencapaian target kurva pertumbuhan anak hingga 40% lebih baik dibandingkan intervensi yang terlambat. Penelitian tersebut menekankan pentingnya kolaborasi antara dokter anak dan ahli gizi dalam minggu-minggu awal identifikasi gejalanya.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika grafik berat badan Si Kecil tidak naik selama dua bulan berturut-turut atau tampak mengalami penurunan tumbuh kembang, kamu bisa konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk evaluasi awal.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Konsultasi medis online di Halodoc memberikan kemudahan bagi orang tua untuk mendiskusikan kondisi tumbuh kembang anak tanpa harus keluar rumah.

  • ✅ Dokter berpengalaman: Dokter spesialis anak di Halodoc memiliki STR dan SIP resmi serta siap membantu mengevaluasi grafik pertumbuhan anak secara akurat.
  • ✅ Respon cepat: Layanan konsultasi dapat diakses 24 jam kapan saja saat kamu membutuhkan arahan medis.
  • ✅ Rekomendasi tepat: Dokter akan memberikan saran nutrisi dan rujukan tindak lanjut yang paling sesuai dengan kondisi Si Kecil.

Referensi

World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Child Growth Standards and Malnutrition Indicators.
PubMed Central (NIH). Diakses pada 2026. Management and Diagnostic Coding of Pediatric Failure to Thrive.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pedoman Pencegahan dan Tata Laksana Gagal Tumbuh pada Balita.
WebMD. Diakses pada 2026. Failure to Thrive in Infants and Children: Causes and Diagnosis.

FAQ

1. Apa kode ICD 10 paling umum untuk failure to thrive pada anak?

Kode ICD 10 yang paling umum digunakan untuk kasus gagal tumbuh pada anak adalah R62.51 (Failure to thrive in child). Kode ini dipakai oleh dokter untuk mendokumentasikan keterlambatan perkembangan fisik anak.

2. Apakah failure to thrive sama dengan stunting?

Failure to thrive menitikberatkan pada kenaikan berat badan yang tidak memadai atau merosot, sedangkan stunting berfokus pada tinggi badan anak yang kurang sesuai usianya akibat kurang gizi kronis. Namun, failure to thrive yang tidak ditangani dengan baik dapat berlanjut menjadi stunting.

3. Bisakah failure to thrive disembuhkan hanya dengan obat atau suplemen?

Tidak, kondisi ini tidak bisa disembuhkan hanya dengan obat. Penanganannya membutuhkan evaluasi medis menyeluruh untuk menemukan penyebab dasarnya serta perbaikan pola nutrisi dan asupan kalori secara bertahap.

4. Kapan dokter menetapkan diagnosis failure to thrive pada anak?

Dokter menetapkan diagnosis ini saat grafik berat badan anak berada di bawah persentil ke-3 atau ke-5 pada kurva pertumbuhan, atau ketika kenaikan berat badannya memotong dua garis persentil utamanya secara berurutan.