Ad Placeholder Image

Memahami Kode ICD 10 Sequelae TB untuk Pencatatan Medis

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 21 Agustus 2026

Mengenal Kode ICD 10 Sequelae TB untuk Diagnosis Pasca Sembuh yang Tepat

Memahami Kode ICD 10 Sequelae TB untuk Pencatatan MedisMemahami Kode ICD 10 Sequelae TB untuk Pencatatan Medis

DAFTAR ISI


Tuberkulosis (TB) dapat meninggalkan dampak kesehatan jangka panjang meskipun kuman penyebabnya sudah dinyatakan hilang dari tubuh. Kondisi komplikasi atau cacat sisa yang bertahan setelah infeksi aktif TB selesai diobati dikenal sebagai sequelae TB.

Dalam dunia medis, pencatatan statistik dan klasifikasi diagnosis untuk kondisi sisa ini memerlukan pengkodean khusus. Pemahaman mengenai kode ICD-10 untuk sequelae TB sangat penting bagi pengkode medis maupun pasien yang memerlukan rekam medis yang akurat.

Apa itu Kode ICD-10 Sequelae TB?

International Classification of Diseases 10th Revision (ICD-10) adalah sistem standar internasional untuk mengelompokkan berbagai jenis penyakit, gejala, dan diagnosis klinis. Dalam klasifikasi ini, kode ICD-10 untuk sequelae TB secara umum dikelompokkan di bawah kategori B90.

Kode ini digunakan ketika seorang pasien tidak lagi menderita infeksi bakteri TB yang aktif maupun menular, tetapi masih mengalami gangguan fungsi organ atau kerusakan jaringan struktural akibat infeksi di masa lalu. Penggunaan kode sequelae mencegah kesalahpahaman antara infeksi TB aktif dan efek samping jangka panjang yang sifatnya non-infeksius.

Rincian Kode ICD-10 Sequelae TB

Kategori B90 dalam ICD-10 terbagi menjadi beberapa sub-kode spesifik sesuai dengan lokasi jaringan atau organ tubuh yang terdampak oleh sisa infeksi tuberkulosis:

  • B90.0 (Sequelae of central nervous system tuberculosis): Kode untuk efek sisa TB pada sistem saraf pusat, misalnya gangguan neurologis pasca-meningitis TB.
  • B90.1 (Sequelae of genitourinary tuberculosis): Kode untuk sisa kerusakan pada saluran kemih atau organ reproduksi setelah pengobatan TB selesai.
  • B90.2 (Sequelae of tuberculosis of bones and joints): Kode untuk kelainan bentuk atau keterbatasan gerak sendi dan tulang pasca-TB tulang.
  • B90.8 (Sequelae of tuberculosis of other specified organs): Kode untuk efek sisa infeksi TB pada organ spesifik lainnya yang tidak tercakup dalam kategori utama.
  • B90.9 (Sequelae of respiratory and unspecified tuberculosis): Kode yang paling sering digunakan untuk keluhan sisa paru-paru, seperti jaringan parut (fibrosis paru), bronkiektasis, atau penebalan pleura.

Penetapan kode yang akurat sangat berguna agar dokter dapat merencanakan terapi rehabilitasi pernapasan atau penanganan simptomatis tanpa harus memberikan kembali Obat Anti-Tuberkulosis (OAT) yang tidak lagi diperlukan.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu memiliki riwayat pengobatan TB dan masih mengeluhkan gejala seperti sesak napas yang mengganggu, batuk kronis, atau nyeri dada, segera lakukan konsultasi ke dokter Halodoc. Kamu bisa langsung berdiskusi dengan Dokter Paru untuk evaluasi fungsi organ pernapasan dan perawatan suportif yang tepat.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Sangat mudah untuk berkonsultasi mengenai keluhan kesehatan dan riwayat medis bersama dokter tepercaya melalui Halodoc.

  • ✅ Dokter berpengalaman: Konsultasi dengan dokter umum maupun spesialis yang mengantongi STR dan SIP resmi.
  • ✅ Layanan 24 jam: Kamu dapat menghubungi dokter kapan saja tanpa perlu keluar rumah atau mengantre di klinik.
  • ✅ Kerahasiaan terjamin: Privasi data dan catatan konsultasi kamu tersimpan dengan aman.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62811-9693-1100, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Referensi

World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. ICD-10 Version: 2019 – Chapter I: Sequelae of tuberculosis (B90).
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2026. Tuberculosis (TB): Complications and Long-term Effects.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tatalaksana Tuberkulosis.
PubMed Central. Diakses pada 2026. Pulmonary Sequelae of Tuberculosis: Pathophysiology and Clinical Management.

FAQ

Apakah sequelae TB menular kepada orang lain?

Tidak, sequelae TB merupakan sisa kerusakan jaringan atau komplikasi pasca-infeksi dan bukan merupakan infeksi aktif. Oleh sebab itu, kondisi ini tidak dapat menularkan kuman TB kepada orang lain.

Apakah kerusakan paru akibat TB bisa sembuh total?

Kerusakan struktural seperti fibrosis atau jaringan parut pada paru umumnya bersifat permanen. Namun, gejala sesak napas dan penurunan kapasitas paru dapat diperbaiki dengan fisioterapi dada serta latihan pernapasan secara teratur.

Mengapa penulisan kode ICD-10 B90 sangat penting?

Pengkodean B90 penting dalam rekam medis untuk membedakan pasien yang membutuhkan terapi obat anti-tuberkulosis aktif dari pasien yang hanya memerlukan pemantauan atau perawatan suportif atas keluhan sisa.