Ad Placeholder Image

Memahami Kriteria Inklusi dan Eksklusi dalam Penelitian

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 21 September 2026

Panduan Menentukan Kriteria Inklusi dan Eksklusi dalam Penelitian untuk Hasil Riset Lebih Akurat

Memahami Kriteria Inklusi dan Eksklusi dalam PenelitianMemahami Kriteria Inklusi dan Eksklusi dalam Penelitian

DAFTAR ISI


Dalam penelitian kesehatan, pemilihan peserta tidak dilakukan secara sembarangan. Peneliti perlu menetapkan syarat tertentu agar peserta yang terlibat sesuai dengan tujuan penelitian dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.

Syarat tersebut dikenal sebagai kriteria inklusi dan eksklusi. Memahami keduanya membantu pembaca menilai bagaimana suatu penelitian memilih peserta dan menafsirkan hasilnya.

Memahami Kriteria Inklusi dan Eksklusi

Kriteria inklusi adalah karakteristik atau syarat yang wajib dimiliki seseorang agar dapat mengikuti penelitian. Syarat ini dapat mencakup usia, jenis kelamin, diagnosis, kondisi kesehatan, lokasi tempat tinggal, atau kesediaan mengikuti seluruh rangkaian penelitian.

Sementara itu, kriteria eksklusi adalah kondisi yang membuat seseorang tidak dapat mengikuti penelitian meskipun sudah memenuhi kriteria inklusi. Contohnya, peserta memiliki penyakit penyerta tertentu, sedang menggunakan terapi yang dapat memengaruhi hasil penelitian, atau tidak dapat menjalani prosedur yang ditetapkan.

Kedua kriteria tersebut ditentukan sebelum penelitian dimulai. Tujuannya adalah menjaga keamanan peserta, mengurangi faktor pengganggu, dan memastikan data yang terkumpul sesuai dengan pertanyaan penelitian.

Contohnya, penelitian tentang efektivitas terapi pada orang dewasa dapat menetapkan usia 18–65 tahun sebagai kriteria inklusi. Kehamilan atau riwayat alergi terhadap bahan terapi dapat menjadi kriteria eksklusi jika berpotensi meningkatkan risiko atau memengaruhi hasil.

Kapan Harus Berkonsultasi?

Kriteria inklusi dan eksklusi merupakan istilah metodologi penelitian, bukan alat untuk mendiagnosis penyakit atau menentukan terapi secara mandiri. Jika memiliki kondisi kesehatan tertentu dan ingin mengetahui kelayakan mengikuti penelitian, baca informasi resmi penelitian dengan teliti.

Bila masih ragu, konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam dapat membantu memahami kondisi kesehatan secara umum. Dokter juga dapat menjelaskan hal yang perlu diperhatikan sebelum mengikuti pemeriksaan atau penelitian.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.  
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Chat dokter dapat membantu menjawab pertanyaan kesehatan secara praktis tanpa harus datang langsung ke fasilitas kesehatan. Dokter akan memberikan informasi berdasarkan keluhan dan riwayat kesehatan yang disampaikan.

  • ✅ Konsultasi dengan dokter secara praktis dari mana saja.
  • ✅ Membantu memahami langkah pemeriksaan atau perawatan yang sesuai.
  • ✅ Menjaga privasi selama konsultasi.

Referensi

PubMed. Diakses pada 2026. Inclusion and Exclusion Criteria in Clinical Research.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Uji Klinik Obat.
WebMD. Diakses pada 2026. Clinical Trials: What You Need to Know.
World Health Organization. Diakses pada 2026. Clinical Trials.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Penelitian Kesehatan.

FAQ

Apa itu kriteria inklusi?

Kriteria inklusi adalah syarat yang harus dipenuhi seseorang agar dapat menjadi peserta penelitian. Syarat ini disusun berdasarkan tujuan dan rancangan penelitian.

Apa itu kriteria eksklusi?

Kriteria eksklusi adalah kondisi yang membuat seseorang tidak dapat mengikuti penelitian. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan keamanan peserta atau kemungkinan terganggunya hasil penelitian.

Apakah kriteria inklusi dan eksklusi sama?

Keduanya berbeda, tetapi saling berkaitan. Kriteria inklusi menentukan siapa yang dapat masuk ke penelitian, sedangkan kriteria eksklusi menentukan siapa yang perlu dikeluarkan dari penelitian.

Mengapa kriteria ini penting?

Kriteria inklusi dan eksklusi membantu peneliti memperoleh peserta yang sesuai dengan tujuan penelitian. Penerapan yang jelas juga dapat meningkatkan keamanan peserta dan kualitas data.