Ad Placeholder Image

Memahami Nexus Criteria dalam Praktik Medis Secara Tepat

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 06 Agustus 2026

Pahami konsep nexus criteria untuk tingkatkan efisiensi strategi bisnis Anda secara lebih optimal.

Memahami Nexus Criteria dalam Praktik Medis Secara TepatMemahami Nexus Criteria dalam Praktik Medis Secara Tepat

DAFTAR ISI


Cedera pada area leher atau tulang belakang servikal (cervical spine) merupakan salah satu kondisi medis gawat darurat yang memerlukan penanganan sangat hati-hati. Benturan keras akibat kecelakaan lalu lintas, cedera olahraga, atau jatuh dari ketinggian berisiko menyebabkan trauma tulang belakang yang berdampak fatal jika tidak teridentifikasi dengan cepat.

Dalam dunia medis darurat, dokter menggunakan standar panduan klinis untuk menentukan apakah seorang pasien trauma membutuhkan pemindaian radiologi (seperti foto Rontgen atau CT scan) pada lehernya. Salah satu panduan evaluasi yang paling umum dan teruji secara medis adalah NEXUS Criteria (National Emergency X-Radiography Utilization Study).

Tujuan utama dari penerapan kriteria ini adalah untuk mencegah paparan radiasi yang tidak perlu pada pasien, sekaligus memastikan cedera tulang leher yang stabil maupun tidak stabil dapat terdeteksi tanpa ada yang terlewat. Jika kamu atau kerabat mengalami cedera trauma, pemahaman dasar mengenai kriteria ini sangat berguna dalam mengenali tanda bahaya awal.

Apa Itu NEXUS Criteria?

NEXUS Criteria adalah instrumen skrining klinis yang dikembangkan untuk membantu tenaga medis memutuskan perlu atau tidaknya pemeriksaan pencitraan pada servikal. Berdasarkan kriteria ini, seorang pasien trauma dinyatakan berisiko sangat rendah mengalami cedera leher yang signifikan—sehingga tidak memerlukan foto Rontgen leher—apabila memenuhi seluruh 5 kriteria spesifik yang ditetapkan.

5 Komponen Utama NEXUS Criteria

Dokter akan memeriksa kondisi fisik dan tingkat kesadaran pasien trauma secara menyeluruh. Seorang pasien aman dari radiografi leher jika memenuhi kelima syarat berikut:

  • Tidak ada nyeri tekan pada garis tengah tulang leher posterior: Pasien tidak merasakan nyeri saat bagian tengah leher belakang ditekan secara perlahan.
  • Tidak ada defisit neurologis fokal: Tidak ditemukan keluhan kelemahan otot, kelumpuhan, mati rasa, atau kesemutan pada anggota gerak (tangan atau kaki).
  • Tingkat kesadaran normal: Pasien berada dalam kondisi sadar penuh (Glasgow Coma Scale 15) dan mampu merespons pertanyaan serta perintah dengan baik.
  • Tidak ada tanda intoksikasi: Pasien bebas dari pengaruh alkohol, obat-obatan terlarang, atau zat penenang yang dapat mengaburkan respons nyeri.
  • Tidak ada cedera lain yang mengalihkan perhatian (distracting injury): Pasien tidak mengalami luka parah lain yang sangat menyakitkan (seperti patah tulang terbuka pada paha atau patah tulang rusuk) yang bisa mengalihkan perhatian dari rasa sakit di leher.
5 Kondisi Kritis yang Dievaluasi dalam NEXUS Criteria
  1. Nyeri tekan di garis tengah leher belakang.
  2. Adanya gangguan saraf (kelemahan/kesemutan).
  3. Penurunan tingkat kesadaran.
  4. Tanda-tanda intoksikasi zat/alkohol.
  5. Cedera parah lain yang menyamarkan nyeri leher.

Penanganan Awal Cedera Leher

Jika seseorang dicurigai mengalami trauma servikal setelah benturan keras, penanganan awal yang tepat sangat menentukan pencegahan komplikasi kelumpuhan permanen. Hindari memindahkan atau menggerakkan posisi leher dan kepala korban sebelum petugas medis tiba atau sebelum immobilisasi leher (penyangga leher/cervical collar) terpasang dengan benar.

Untuk penanganan pemulihan cedera atau nyeri persendian jangka panjang, kamu bisa melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan saran tindakan yang sesuai.

Studi Terkait

Studi ilmiah dalam bidang kedokteran kegawatdaruratan yang dipublikasikan secara kontinyu hingga pembaruan 2026 menegaskan bahwa NEXUS Criteria memiliki sensitivitas hingga 99% dalam mengidentifikasi cedera servikal yang signifikan secara klinis. Hal ini menjadikan instrumen ini sangat aman untuk mengeliminasi kebutuhan Rontgen pada pasien trauma dengan risiko rendah, mengurangi beban radiasi, serta mengefisiensikan waktu penanganan di Unit Gawat Darurat (UGD).

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu atau orang di sekitarmu mengalami kecelakaan, benturan kepala, atau nyeri leher yang hebat setelah kecelakaan, segera cari pertolongan medis darurat di rumah sakit terdekat. Untuk keluhan nyeri otot, sendi, dan tulang pasca cedera ringan, kamu dapat mengonsultasikannya dengan Dokter Penyakit Dalam atau dokter spesialis tulang di Halodoc.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Melakukan konsultasi kesehatan di Halodoc memberikan banyak kemudahan untuk menjaga kesehatan tulang, sendi, dan tubuh secara menyeluruh:

  • Dokter berpengalaman: Terhubung langsung dengan dokter spesialis ortopedi maupun dokter umum profesional yang terverifikasi.
  • Respon cepat 24 jam: Konsultasi dapat dilakukan kapan saja tanpa perlu menunggu jam buka klinik.
  • Hemat waktu dan biaya: Dapatkan saran medis akurat tanpa perlu keluar rumah dan mengantre.

Referensi

National Institutes of Health – PubMed. Diakses pada 2026. NEXUS Criteria for Cervical Spine Imaging in Trauma Patients.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Guidelines for Trauma Care and Spinal Injury Management.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pedoman Penanganan Kegawatdaruratan Trauma Cervical.
WebMD. Diakses pada 2026. Cervical Spine Injury Evaluation and NEXUS Guidelines.

FAQ

1. Apa fungsi utama dari NEXUS Criteria?
NEXUS Criteria berfungsi sebagai panduan penilaian klinis untuk membantu dokter menentukan apakah pasien yang mengalami trauma leher memerlukan pemeriksaan radiologi (Rontgen/CT scan) atau tidak.

2. Berapa jumlah kriteria yang harus dipenuhi dalam NEXUS Criteria?
Pasien harus memenuhi seluruh 5 kriteria secara lengkap untuk bisa dinyatakan aman tanpa perlu menjalani pencitraan radiologi leher.

3. Apakah NEXUS Criteria aman digunakan untuk anak-anak?
NEXUS Criteria utamanya divalidasi pada populasi dewasa, namun beberapa protokol medis dapat mengadaptasinya dengan kehati-hatian ekstra oleh dokter spesialis anak di UGD.

4. Apa yang terjadi jika salah satu kriteria NEXUS tidak terpenuhi?
Jika ada satu saja kriteria yang tidak terpenuhi (misalnya ada rasa nyeri tekan pada leher belakang), dokter wajib melakukan pemeriksaan pencitraan radiologi untuk memastikan tidak ada patah tulang belakang.