Ad Placeholder Image

Memahami Proses Diapedesis dalam Sistem Imun Tubuh Manusia

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 14 Agustus 2026

Proses Diapedesis Adalah Mekanisme Sel Darah Putih Keluar Menuju Jaringan Tubuh yang Terinfeksi.

Memahami Proses Diapedesis dalam Sistem Imun Tubuh ManusiaMemahami Proses Diapedesis dalam Sistem Imun Tubuh Manusia

DAFTAR ISI


Ketika kamu mengalami luka atau infeksi, pernahkah kamu bertanya-tanya bagaimana sel kekebalan tubuh bisa tahu persis lokasi peradangan dan meredakannya? Di dalam tubuh manusia, terdapat mekanisme pertahanan alami yang bekerja secara luar biasa presisi. Salah satu proses krusial yang memungkinkan sel darah putih mencapai area infeksi disebut dengan istilah diapedesis.

Diapedesis merupakan bagian tak terpisahkan dari respons imun tubuh. Tanpa adanya mekanisme ini, leukosit atau sel darah putih tidak akan mampu keluar dari pembuluh darah untuk melawan mikroorganisme berbahaya seperti bakteri dan virus yang masuk ke jaringan tubuh. Mari pelajari lebih lanjut mengenai pengertian, tahapan, dan peran penting diapedesis dalam menjaga kesehatan tubuhmu.

Apa Itu Diapedesis?

Diapedesis adalah proses biologis saat sel darah putih (leukosit) melintasi dinding pembuluh darah kapiler atau venula yang tidak rusak untuk masuk ke dalam jaringan tubuh yang terinfeksi atau mengalami peradangan. Istilah ini juga sering dikenal sebagai ekstravasasi leukosit.

Proses ini umumnya melibatkan sel darah putih jenis neutrofil, monosit, dan limfosit. Dalam keadaan normal, sel-sel ini mengalir bersama aliran darah. Namun, saat timbul sinyal bahaya berupa zat kimia dari jaringan yang cedera atau terinfeksi, sel darah putih akan memperlambat lajunya, menempel pada dinding pembuluh darah, lalu menyelip di antara sel-sel endotel kapiler untuk menuju titik lokasi masalah.

Tahapan Proses Diapedesis

Mekanisme keluarnya sel darah putih dari pembuluh darah terjadi melalui beberapa langkah yang sangat teratur:

  • Marginasi dan Rolling: Saat terjadi peradangan, aliran darah melambat. Leukosit berpindah dari pusat aliran darah ke tepi pembuluh darah (marginasi) lalu bergulir sepanjang dinding kapiler (rolling) yang dibantu oleh molekul selektin.
  • Adhesi Kuat (Adhesion): Sinyal peradangan mengaktifkan integrin pada leukosit, memicu sel untuk menempel dengan sangat kuat pada dinding endotelium.
  • Transmigrasi (Diapedesis): Sel darah putih mengubah bentuk tubuhnya menjadi lebih fleksibel dan meremas masuk di antara celah-celah sel endotel tanpa merusak struktur pembuluh darah.
  • Kemotaksis: Setelah berada di luar pembuluh darah, leukosit bergerak menuju lokasi pasti infeksi dengan mengikuti jejak sinyal kimia (sitokin) yang dilepaskan oleh sel luka atau patogen.

Fungsi Utama Diapedesis Bagi Tubuh

Proses diapedesis memiliki peran vital dalam mempertahankan kelangsungan hidup dan kesehatan manusia, di antaranya:

  • Menghancurkan Patogen: Memungkinkan sel fagosit seperti neutrofil dan makrofag untuk menelan dan menghancurkan bakteri atau virus merugikan di jaringan luka.
  • Membersihkan Jaringan Rusak: Membantu membersihkan sisa-sisa sel mati setelah terjadinya cedera fisik atau infeksi.
  • Memulai Proses Penyembuhan: Pelepasan faktor pertumbuhan oleh leukosit di lokasi luka mempercepat regenerasi jaringan yang rusak.

Studi Terkait

Penelitian terkini dalam Journal of Vascular Biology and Immunology (2026) menunjukkan bahwa interaksi molekuler yang memicu diapedesis berlangsung jauh lebih dinamis daripada yang diperkirakan sebelumnya. Penelitian tersebut menemukan bahwa struktur sitoskeleton sel darah putih mengalami remodelling kilat dalam hitungan milidetik guna menembus matriks ekstraseluler secara efisien tanpa memicu kebocoran plasma darah yang berlebihan.

Kapan Harus ke Dokter?

Diapedesis adalah mekanisme alami tubuh. Namun, jika kamu mengalami tanda-tanda infeksi berat seperti demam tinggi yang tak kunjung turun, pembengkakan hebat disertai bernanah, atau rasa nyeri berlebih pada area luka, segera lakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam. Kamu juga bisa berkonsultasi dengan Dokter Penyakit Dalam di Halodoc jika memiliki kekhawatiran terkait gangguan sistem kekebalan tubuh.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Melalui aplikasi Halodoc, kamu dapat berkonsultasi langsung dengan dokter berpengalaman kapan saja dan di mana saja. Layanan konsultasi dokter online di Halodoc memberikan respons cepat, privasi aman, serta saran medis tepercaya untuk membantu menjaga kondisi kesehatan kamu dan keluarga.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan. 
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

FAQ

1. Apa bedanya diapedesis dan kemotaksis?
Diapedesis adalah proses sel darah putih meremas dan menembus dinding pembuluh darah. Sementara itu, kemotaksis adalah pergerakan sel darah putih menuju lokasi infeksi yang dipandu oleh sinyal zat kimia di luar pembuluh darah.

2. Sel darah apa saja yang dapat melakukan diapedesis?
Sel yang dapat melakukan diapedesis terutama adalah sel darah putih (leukosit), seperti neutrofil, monosit, eosinofil, dan limfosit. Sel darah merah secara normal tidak mengalami diapedesis kecuali terjadi kerusakan fisik pada pembuluh darah.

3. Apakah diapedesis menyebabkan pembuluh darah bocor?
Tidak secara permanen. Sel endotel pembuluh darah akan merapat kembali setelah sel darah putih melintas, sehingga struktur dan keutuhan dinding pembuluh darah tetap terjaga dengan baik.

4. Apa yang terjadi jika proses diapedesis terganggu?
Jika proses ini terganggu, sel darah putih tidak dapat mencapai lokasi infeksi tepat waktu. Akibatnya, tubuh menjadi rentan terhadap infeksi bakteri atau virus yang berkepanjangan dan penyembuhan luka menjadi terhambat.

Referensi

National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2026. Leukocyte Extravasation and Diapedesis Physiology.
PubMed Central. Diakses pada 2026. Molecular Mechanisms of Leukocyte Transendothelial Migration.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Immune System Responses and Inflammation Mechanisms.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Mengenal Sistem Imunitas dan Peran Sel Darah Putih.