Ad Placeholder Image

Memahami Teori TPB dalam Mengubah Perilaku Seseorang

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 22 September 2026

Teori TPB adalah kunci memahami perilaku manusia lewat niat dalam psikologi sosial.

Memahami Teori TPB dalam Mengubah Perilaku SeseorangMemahami Teori TPB dalam Mengubah Perilaku Seseorang

DAFTAR ISI


Teori TPB adalah kerangka psikologi sosial yang digunakan untuk memahami dan memprediksi perilaku seseorang. TPB merupakan singkatan dari Theory of Planned Behavior atau Teori Perilaku Terencana.

Teori ini banyak digunakan dalam riset kesehatan, pendidikan, komunikasi, dan perubahan kebiasaan. Lantas, apa saja unsur yang membentuk perilaku menurut teori TPB?

Memahami Teori TPB

Teori TPB menjelaskan bahwa niat seseorang untuk melakukan suatu perilaku merupakan faktor penting yang memengaruhi tindakan. Niat tersebut dibentuk oleh tiga komponen utama, yaitu sikap terhadap perilaku, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku.

Sikap terhadap perilaku adalah penilaian seseorang mengenai apakah suatu tindakan dianggap bermanfaat atau merugikan. Contohnya, seseorang yang meyakini olahraga dapat meningkatkan kesehatan cenderung memiliki sikap positif terhadap aktivitas tersebut.

Norma subjektif berkaitan dengan pengaruh orang-orang yang dianggap penting, seperti keluarga, teman, guru, atau tenaga kesehatan. Sementara itu, persepsi kontrol perilaku menggambarkan keyakinan seseorang mengenai kemampuan dan kesempatan untuk melakukan tindakan tertentu.

Ketiga unsur tersebut dapat membantu menjelaskan mengapa seseorang memiliki niat untuk menjalani pola hidup sehat, tetapi belum tentu langsung melakukannya. Hambatan seperti keterbatasan waktu, biaya, dukungan sosial, atau akses layanan kesehatan dapat memengaruhi hasil akhirnya.

Dalam praktiknya, teori TPB bukan alat diagnosis dan tidak menentukan perilaku seseorang secara mutlak. Teori ini lebih tepat digunakan sebagai kerangka untuk merancang edukasi atau intervensi yang mempertimbangkan keyakinan, lingkungan sosial, dan hambatan yang dihadapi.

Kapan Harus ke Dokter?

Pemahaman tentang perilaku dapat membantu seseorang membangun kebiasaan yang lebih sehat, tetapi tidak menggantikan pemeriksaan medis atau psikologis. Jika muncul perubahan perilaku yang menetap, kecemasan berat, suasana hati sangat rendah, gangguan tidur, atau kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari, pertimbangkan untuk berkonsultasi.

Segera cari bantuan darurat jika terdapat pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain. Untuk memperoleh penilaian yang sesuai, konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.  
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Referensi

PubMed. The Theory of Planned Behavior. Diakses pada 2026.
WHO. Mental Health. Diakses pada 2026.
WebMD. Mental Health Resources. Diakses pada 2026.
Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. Informasi Obat dan Produk Kesehatan. Diakses pada 2026.
Kementerian Kesehatan RI. Kesehatan Jiwa. Diakses pada 2026.

FAQ

1. Apa kepanjangan TPB?

TPB adalah singkatan dari Theory of Planned Behavior atau Teori Perilaku Terencana. Teori ini menjelaskan hubungan antara niat, keyakinan, pengaruh sosial, dan perilaku.

2. Apa saja komponen utama teori TPB?

Komponen utamanya adalah sikap terhadap perilaku, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku. Ketiganya memengaruhi niat seseorang untuk melakukan tindakan tertentu.

3. Apakah teori TPB bisa memprediksi perilaku secara pasti?

Tidak. TPB membantu memperkirakan kecenderungan perilaku, tetapi tindakan nyata juga dipengaruhi kondisi lingkungan, pengalaman, kemampuan, dan faktor yang tidak selalu dapat dikendalikan.

4. Apakah teori TPB digunakan untuk mendiagnosis gangguan mental?

Tidak. Teori TPB merupakan kerangka penelitian dan perencanaan intervensi, bukan alat diagnosis. Diagnosis gangguan mental perlu dilakukan oleh tenaga kesehatan melalui wawancara dan pemeriksaan yang sesuai.